JAKARTA, BANPOS – Fabio Quartararo mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan Yamaha di MotoGP 2025 setelah akhir pekan yang mengecewakan di Grand Prix Aragon.
Rider asal Prancis itu harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 1 pada Lap 13 saat sedang berada di posisi ke-10.
Tak satu pun pembalap Yamaha berhasil finis di 10 besar dalam balapan hari Minggu.
Pembalap pabrikan, Alex Rins, menjadi yang terbaik dari Yamaha di posisi ke-11 — tertinggal hampir 20 detik dari pemenang balapan, Marc Marquez, yang tampil dominan untuk Ducati.
“Kami memulai dengan cukup baik, tapi setelah lima atau enam lap, motornya makin tidak stabil,” ungkap Quartararo kepada Speedweek, dilansir dari MotoGP News.
Masalah utama yang dihadapi Quartararo adalah rear chatter, getaran liar di bagian belakang motor yang membuat tunggangannya tidak stabil.
Masalah ini sudah dirasakannya sejak sesi sprint hari Sabtu, di mana ia hanya mampu finis di posisi 11.
Yamaha Tak Paham Akar Masalah, Quartararo Pesimistis Hadapi Mugello
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, Quartararo mengaku Yamaha tidak tahu penyebab pasti dari parahnya masalah chatter tersebut.
“Masalah ini aneh, kami bahkan tak tahu kenapa bisa separah itu,” ujar pembalap 26 tahun tersebut.
“Jika begini terus, saya pikir kami akan lebih tersesat daripada bisa memanfaatkan elektronik motor kami di Mugello nanti.”
Balapan berikutnya akan digelar di sirkuit cepat dan teknikal Mugello (20–22 Juni).
Quartararo mencatat, jika masalah yang sama muncul di sana, Yamaha mungkin akan kehilangan arah sepenuhnya, karena karakteristik Mugello sangat menuntut kestabilan dan pengendalian presisi.
Harapan Terakhir: Tes MotoGP Hari Senin di Aragon
Yamaha akan melanjutkan pengujian di Aragon pada hari Senin (post-race test), dan Quartararo berharap data dari tes tersebut bisa membantu teknisi mencari solusi.
Namun, ia juga menyadari bahwa tes itu tidak akan sepenuhnya mewakili kondisi balapan, karena lintasan akan memiliki grip tambahan dari karet ban yang telah banyak terhampar selama race weekend.
“Kami harus menemukan jawabannya dari data, bukan dari feeling saja. Karena jika tidak, kami akan mengulang kesalahan yang sama di Mugello,” tambahnya.
Sebagai catatan, Quartararo belum pernah finis di 10 besar di Mugello sejak 2022, dan kini tekanan di pundaknya makin berat setelah juga gagal finis di Silverstone bulan lalu karena perangkat ride height belakang terkunci saat ia sedang memimpin balapan. (DZH)


Discussion about this post