MALINGPING, BANPOS – Seorang warga Desa Barengkok, Kecamatan Wanasalam, berinisial E, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Pengeroyoknya diduga berjumlah sekitar sepuluh orang. Insiden itu terjadi di area RSUD Malingping, Rabu (4/6) dini hari.
Korban mengungkap bahwa kejadian bermula ketika ia bersama seorang rekan mendatangi RSUD Malingping untuk menjenguk istri rekannya yang sedang dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
“Sekitar pukul 02.00 dini hari, setelah selesai menjenguk, tiba-tiba sekelompok orang yang tidak dikenal menghampiri kami,” ujarnya.
“Awalnya mereka bertanya kepada teman saya ‘apakah kamu E?’. Teman saya menyangkal, tetapi salah satu dari mereka langsung mengatakan, ‘Ini (E) yang dimaksud’, lalu saya dirangkul dan dipukuli beramai-ramai hingga tersungkur ke lantai,” ungkap korban.
Saksi menyebut, peristiwa pengeroyokan tersebut dilakukan dengan sangat brutal.
“Orang-orang itu tiba-tiba datang menghampiri korban, lalu menikam bagian lehernya, memukul hingga babak belur, saat korban jatuh menginjak-injaknya,” katanya.
Saat kejadian pun petugas keamanan RSUD sempat berusaha melerai, namun mereka tak bisa berbuat banyak lantaran salah satu dari pelaku yang mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam, mengeluarkan sebilah golok.
“Sekitar lima menit kemudian, seorang ibu paruh baya berusaha membantu korban yang sudah terkapar, sambil memeluknya dan berteriak, ‘Sudah, sudah, kasihan’,” terang saksi.
Dari informasi yang didapat wartawan, terduga kelompok pelaku pengeroyokan sebelumnya sempat membuat keributan di Cafe Haigo, Jalan Baru, dan sempat mengintimidasi salah satu warga Cikujang, Kabupaten Pandeglang.
Seorang saksi lain berinisial H menyebut bahwa kelompok tersebut memang terlibat dalam penyerangan di cafe tersebut, sebelum akhirnya beraksi di area RSUD Malingping.
“Kelompok itu datang ke sini dan melakukan penyerangan. Saat itu saya bersama teman-teman juga berada di lokasi,” ujar H.
Sejumlah warga meminta kasus tersebut harus diusut tuntas demi kenyamanan warga.
“Kami mendorong hukum harus ditegakkan. Kami mendapat informasi bahwa insiden pengeroyokan tersebut sudah ditindaklanjuti polisi,” tegas salah satu tokoh pemuda.
Hingga berita ini ditulis, pihak korban dan rekan-rekannya disebut telah melakukan laporan pengaduan ke pihak berwajib.
“Setelah di visum, kemarin kita juga sudah melakukan laporan kasus ini,” ungkap tenan korban. (WDO)







Discussion about this post