Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dulu Dibuang, Minyak Jelantah Kini Bernilai Ekonomis Hingga Jadi Bahan Bakar Pesawat

by Diebaj Ghuroofie
Juni 5, 2025
in EKONOMI
Dulu Dibuang, Minyak Jelantah Kini Bernilai Ekonomis Hingga Jadi Bahan Bakar Pesawat

Muhammad Idrus Jamalulen (25) saat menuangkan minyak jelantah untuk diolah menjadi biodiesel di gudang TUKR x Minyaku di IPST ASARI Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (2/6/2025). LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

CILEGON, BANPOS – Di Kota Cilegon, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah makan hingga rumah tinggal untuk menjadi bahan bakar pesawat berkelanjutan. Penyetornya juga mendapat insentif uang setiap liternya.

Senin (2/6/2025) pagi, Azis Ramadhan (31) dan Muhammad Idrus Jamalulen (25) sudah memanaskan mobil dan menyiapkan puluhan jeriken di halaman gudang IPST ASARI (Industri Pengelolaan Sampah Terpadu – Atasi Sampah, Kelola Mandiri) di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Minyak Jelantah untuk Penerbangan Perdana

Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Minyak Jelantah untuk Penerbangan Perdana

Agustus 21, 2025
Chandra Asri Tampung Minyak Jelantah dari Masyarakat, Dibayar Rp5 Ribu Perliter

Chandra Asri Tampung Minyak Jelantah dari Masyarakat, Dibayar Rp5 Ribu Perliter

Februari 13, 2025
Sandi (33) pria asal Kota Cilegon, Banten, memanfaatkan bisnis penjualan limbah minyak jelantah (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Dari Minyak Jelantah Jadi Jutaan Rupiah

Oktober 12, 2023

Hari itu, mereka bersiap keliling Kota Cilegon dan Serang untuk mengumpulkan minyak goreng bekas. Mereka berkeliling ke tempat makan, resto, cafe yang sudah bermitra dan juga canvassing mencari outlet-outlet baru serta mendatangi rumah-rumah warga penjual gorengan chicken hingga ke ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Aktivitas tersebut rutin mereka lakukan setiap harinya.

“Pagi-pagi kita sudah digudang. Nuangin minyak yang kemarin kita ambil dari mitra kemudian disaring terlebih dahulu di gudang,” kata Idrus saat ditemui BANPOS di gudang IPST ASARI di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (2/6/2025).

Setelah digudang selesai, kata dia, baru ia bergegas menyiapkan puluhan jeriken kosong untuk berkeliling mengambil minyak jelantah. “Baru kita nyiapin jeriken yang kosongnya. Lalu kita jemput bola ke lapangan dari satu tempat ke tempat lainnya,” tuturnya.

Idrus memaparkan, dirinya sebelum terjun di dunia minyak jelantah ini tidak mengetahui bahwa minyak jelantah bernilai ekonomis. “Dulu sebelum bergelut di bidang minyak, di rumah ngga tahu minyak jelantah suka dibuang sekarang jadi tahu minyak jelantah bisa dimanfaatin,” ujar Idrus yang juga Helper TUKR.

TUKR sendiri merupakan mitra
Chandra Asri Group yaitu perusahaan pengumpul minyak jelantah yang telah memiliki sertifikasi dan lisensi, guna memastikan proses daur ulang jelantah berlangsung sesuai prosedur.

Selain itu, Idrus juga mendapatkan ilmu baru karena akibat pembuangan minyak jelantah bisa mencemari lingkungan sekitar. Ia mengaku perihatin setelah mengetahui dampaknya, untuk itu ia setiap turun ke lapangan rajin menyosialisasikan dampak membuang minyak jelantah sembarangan.

“Parahnya jika dibuang begitu saja ternyata bisa mencemari lingkungan, merusak tanah dan mencemari air, serta yang pasti membuat saluran air tersumbat,’ katanya.

Mulai dari situ, Idrus mengajak keluarga, orangtua, dan tetangga untuk mengumpulkan jelantah. Walau masih minim respon tidak serta merta membuat dirinya putus asa.

Dengan dedikasi yang tinggi, Idrus juga memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya pembuangan jelantah yang tidak benar. Ia menjelaskan bahwa jelantah yang dibuang ke selokan atau tanah bisa mencemari air dan merusak ekosistem.

Alih-alih membuangnya, Idrus mengajak warga untuk menyimpannya di botol bekas dan memberikannya padanya saat ia datang. “Kami tetap berjalan mengumpulkan jelantah dari tiap-tiap rumah,” ujarnya.

Jelantah tersebut kemudian dibawa ke pabrik pengolahan yang merupakan tempat kerjanya. Selain itu, Ia berharap warga kian banyak tergerak mengumpulkan jelantah. Kegiatan mengumpulkan jelantah tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi orang lain, tetapi juga membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Kepedulian mengumpulkan jelantah menandakan adanya perhatian kepada bumi tercinta yang bisa tercemar jika jelantah itu dibuang sembarangan.

“Apalagi ketika tahu bahwa jelantah itu bisa dijual dan uangnya meski tidak seberapa, bisa menjadi apresiasi ataupun motivasi bagi warga untuk terus mengumpulkan jelantah,” ujarnya.

Idrus berharap pula ketika ada sahabat, kerabat, dan kenalan yang sudah mengumpulkan jelantah tapi kemudian bingung ke mana menjual atau menyalurkannya. “Saya siap jemput bola jelantah tersebut,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, rekan Idrus, Azis Ramadhan yang juga Kepala Operasional TUKR mengatakan dirinya sudah setahun lebih bergelut di dunia minyak jelantah dan mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru. “Dulu di Jakarta sudah banyak mitra. Kalau di Cilegon kita mulainya dari nol,” tuturnya.

Azis menuturkan ketika baru memulainya di Cilegon, setiap hari berkeliling mencari mitra yang siap bekerjasama menjual minyak jelantah nya. Untuk saat ini kata Azis buah dari kerja kerasnya sejumlah outlet sudah bekerjasama dan sambil mencari mitra-mitra baru. “Jadi sekalian ngambil dilapangan sekalian nyari outlet baru,” ujarnya.

Dalam sehari, kata Azis pihaknya bisa mengumpulkan minyak jelantah sekitar 100-120 kilogram. “Kalau lagi rame sekitar 100 kilo sampe 120 kilo per hari. Kita yang jemput ke lapangan,” tuturnya.

“Kalau gudang kita sudah penuh kita kirim ke Jakarta. Biasanya takarannya 8 ton sebulan,” sambungnya.

Sementara itu, sebelumnya PT Chandra Asri Pacific Tbk memperkenalkan program Manajemen Pengumpulan Minyak Jelantah untuk Lingkungan (Minyaku), Kamis (13/2/2025) lalu. PT Chandra Asri Pacific Tbk berada di bawah Chandra Asri Group, perusahaan penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara.

Adapun program Minyaku adalah sebuah inisiatif pengumpulan minyak goreng bekas pakai atau jelantah sebagai limbah yang bernilai ekonomis.

Kegiatan Minyaku ini melibatkan masyarakat sekitar operasional Chandra Asri Group, termasuk para pelaku usaha di wilayah Cilegon untuk proses pengumpulannya.

Chandra Asri Group menyediakan titik pengumpulan di mitra Minyaku, seperti bank sampah, balai desa, dan IPST Asari, serta layanan penjemputan. Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan, yakni pemberdayaan masyarakat melalui implementasi konsep ekonomi sirkular.

Program ini mengedepankan efisiensi dan transparansi dengan memudahkan akses pengumpulan jelantah bagi masyarakat.

Hal itu sekaligus menjamin minyak jelantah yang terkumpul akan melalui proses daur ulang sesuai dengan standar keberlanjutan, dan tidak disalahgunakan atau digunakan kembali sebagai minyak konsumsi.

Komitmen Chandra Asri Group terhadap pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini diwujudkan dengan menggandeng TUKR, perusahaan bersertifikasi dan berlisensi di bidang pengelolaan jelantah. Pada akhir tahun 2024, Chandra Asri Group berinvestasi di induk usaha TUKR, yaitu Biofront.

Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi, mengatakan pengumpulan jelantah dalam program Minyaku mengadaptasi metode pengumpulan sampah plastik melalui bank sampah.

Masyarakat yang berpartisipasi mendapatkan nilai ekonomi sebesar Rp 5.000 per liter jelantah, yang disimpan dalam bentuk tabungan di bank sampah.

“Program Minyaku turut berperan dalam edukasi masyarakat mengenai pemakaian jelantah secara bijak,” kata Nicko.

Penggunaan jelantah berulang kali dapat menimbulkan risiko kesehatan, sementara pembuangan jelantah yang tidak terkelola berpotensi mencemari lingkungan.

“Oleh karena itu, Minyaku hadir sebagai solusi daur ulang jelantah yang efisien, dan mendukung pola hidup sehat, ramah lingkungan, dan hadirnya peluang ekonomi,” ucapnya.

Dalam program Minyaku, keterlibatan masyarakat menjadi elemen kunci dalam mendukung inisiatif ekonomi sirkular, terutama melalui pengumpulan minyak jelantah.

Chandra Asri Group memperkenalkan program ini melalui sosialisasi bertahap yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Sebagai langkah awal, Minyaku diperkenalkan melalui sosialisasi di Desa Anyar, Cilegon, daerah yang telah aktif menggiatkan inisiatif ekonomi sirkular melalui pemilahan sampah, dengan masyarakat yang terlibat di bank sampah setempat. “Inisiatif ini menjadi kontribusi nyata kami dalam menciptakan gaya hidup berkelanjutan dan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Nicko.

Berdasarkan data Insight Center (2020), sektor rumah tangga di Indonesia berpotensi menghasilkan sekitar 7,8 juta liter jelantah per tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan akibat penggunaan ulang jelantah. Melalui pengumpulan terkelola, jelantah tidak hanya terhindar dari dampak negatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomis melalui proses daur ulang

Sejalan dengan implementasi kampanye Indonesia Asri yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat, Head of Corporate Communication Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menambahkan kampanye Indonesia Asri akan terus mendorong penerapan kebiasaan ramah lingkungan di masyarakat.

“Kami berharap Aksi Asri Beralih dapat meningkatkan keterlibatan Warga Asri sebagai agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam praktik pemilahan sampah di lingkup rumah tangga,” jelas Chrysanthi.

Menggandeng komunitas sebagai aksi ramah lingkungan sekaligus penerapan ekonomi sirkular, Kampanye Indonesia Asri menyelenggarakan ‘Aksi Asri Beralih’ sebagai wadah diskusi interaktif dengan Warga Asri, sebutan Komunitas Indonesia Asri, guna mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah, khususnya limbah rumah tangga dengan bijak.

Warga Asri merupakan komunitas yang berpartisipasi dalam Kampanye Indonesia Asri. Komunitas ini berfokus pada isu-isu lingkungan dan aktif mendorong berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti pemilahan sampah dan pengelolaan limbah rumah tangga lainnya. Melalui Warga Asri, Chandra Asri Group mendorong terciptanya agen-agen perubahan yang berperan dalam membangun gaya hidup berkelanjutan dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap Warga Asri mendapatkan manfaat dari program ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain pengelolaan sampah plastik, minyak jelantah juga memberikan manfaat ekonomi dalam ekosistem pengolahan sampah,” tutup Chrysanthi. (LUK)

Tags: Minyak Jelantah

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Minyak Jelantah untuk Penerbangan Perdana
EKONOMI

Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Minyak Jelantah untuk Penerbangan Perdana

Agustus 21, 2025
Chandra Asri Tampung Minyak Jelantah dari Masyarakat, Dibayar Rp5 Ribu Perliter
EKONOMI

Chandra Asri Tampung Minyak Jelantah dari Masyarakat, Dibayar Rp5 Ribu Perliter

Februari 13, 2025
Sandi (33) pria asal Kota Cilegon, Banten, memanfaatkan bisnis penjualan limbah minyak jelantah (ANTARA/Desi Purnama Sari)
EKONOMI

Dari Minyak Jelantah Jadi Jutaan Rupiah

Oktober 12, 2023
Next Post
Rumah Membaca Marimba dan DESTANA Desa Situregen Gelar Workshop Literasi di Wilayah Rawan Bencana

Rumah Membaca Marimba dan DESTANA Desa Situregen Gelar Workshop Literasi di Wilayah Rawan Bencana

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh