Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gegara Gas Industri, Buruh di Banten Terancam Kena Gelombang PHK, Prabowo Diminta Turun Tangan

by Diebaj Ghuroofie
Mei 29, 2025
in EKONOMI
Gegara Gas Industri, Buruh di Banten Terancam Kena Gelombang PHK, Prabowo Diminta Turun Tangan

SERANG, BANPOS – Saat ini, para buruh dan pekerja yang ada di Banten tengah was-was akan adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu lantaran adanya persoalan harga gas industri, yang dampaknya bisa merembet ke ketenagakerjaan.

Wakil Ketua Tripartit Nasional sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Afif Johan, mengatakan bahwa terdapat 40 perwakilan dari serikat pekerja tingkat perusahaan, yang mengeluhkan persoalan gas industri.

Baca Juga

Mencari Solusi Komprehensif Banjir di Kota Cilegon

Mencari Solusi Komprehensif Banjir di Kota Cilegon

Januari 31, 2026
Kemenperin Gelar Industrial Festival 2025, Gaet Generasi Muda Industri

Kemenperin Gelar Industrial Festival 2025, Gaet Generasi Muda Industri

Juli 28, 2025
Walikota Cilegon Harus Tegas Atasi Gelombang PHK

Walikota Cilegon Harus Tegas Atasi Gelombang PHK

Juli 26, 2025
Pertengahan 2025, Badai PHK Melanda Cilegon

Pertengahan 2025, Badai PHK Melanda Cilegon

Juli 26, 2025

Menurutnya, hal itu berdampak pada permasalahan perselisihan hubungan industrial, upah yang dibayarkan hanya 75 persen dari upah seharusnya dan bahkan potensi PHK massal.

“Karena dampaknya sudah ada pemutusan kerja, efisiensi tenaga kerja, tidak adanya kenaikan upah, penurunan produksi bahkan ada yang sampai 50 persen dan penurunan kesejahteraan bagi kaum pekerja,” ujarnya di Kota Serang, Rabu (28/5).

Afif menyebut bahwa pihaknya sempat menghubungi langsung Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan dan Ketua Asosiasi Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto, untuk mempertanyakan terkait permasalahan tenaga kerja imbas dari gas industri.

Penjelasan yang ia dapat, permasalahan itu akibat implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 76.K/MG.01/MEM.M/2025 yang masih banyak masalah dan belum berjalan semestinya, seperti Harga Gas Bumi Industri Tertentu (HGBT).

“Ada tujuh sektor yang mendapatkan harga tertentu yaitu industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet,” ungkapnya.

Namun pada pelaksanaannya, kata Afif, untuk wilayah Barat khususnya Sumatera, Banten dan Jawa Barat, mengalami defisit stok. Sehingga, suplai pada perusahaan industri di Banten hanya mencakup sampai 54 hingga 70 persen paling banyak.

“Sisanya mereka harus membayar dengan harga komersil, kalau harga menurut Kepmen ESDM dalam USD 6,5 per MMBTU. Tapi dengan harga komersil harus membayar dengan harga USD 16,77 per MMBTU,” tuturnya.

Sehingga hal ini yang akhirnya mengakibatkan biaya produksi perusahaan menjadi meningkat, usaha industri terancam, daya saing turun hingga menyasar kepada kaum pekerja.

“Oleh karenanya kami meminta kepada bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk turun tangan menangani masalah ini,” ungkapnya.

Menurut Afif, persoalan ini harus segera diselesaikan secara serius. Sebab jika tidak, permasalahan defisit stok ini bisa berlangsung hingga 2035.

Untuk itu, Afif berharap Presiden Prabowo dapat mencegah terjadinya PHK massal hingga persoalan sosial yang lebih luas.

“Kalau perlu panggil PGN, kenapa bisa sampai terjadi seperti ini, kalau tidak turun tangan Presiden,” ungkap Afif.

Afif mengaku pesimistis persoalan ini dapat selesai, apabila tidak ada uluran tangan dari Presiden RI untuk melakukan intervensi langsung untuk memecahkan masalah.

“Selain itu, kami juga meminta harganya jangan dinaikan. Karena kalau harganya dinaikan akan berdampak pada masalah serius bagi tenaga kerja, salah satunya PHK massal yang sekarang sudah terjadi,” ucapnya.

Afif mengatakan, apabila Presiden Prabowo tidak menangani persoalan ini dengan serius, maka akan berdampak buruk untuk keberlangsungan maslah ketenagakerjaan.

“Dampak buruknya akan ada banyak perusahaan tutup, bahkan ada anggota kami satu plannya sudah tutup. Kalau negara tidak hadir dalam hal ini, bisa mengakibatkan PHK massal,” tandasnya. (DZH)

Tags: IndustriPemutusan Hubungan KerjaPHK

Berita Terkait

Mencari Solusi Komprehensif Banjir di Kota Cilegon
PERISTIWA

Mencari Solusi Komprehensif Banjir di Kota Cilegon

Januari 31, 2026
Kemenperin Gelar Industrial Festival 2025, Gaet Generasi Muda Industri
EKONOMI

Kemenperin Gelar Industrial Festival 2025, Gaet Generasi Muda Industri

Juli 28, 2025
Walikota Cilegon Harus Tegas Atasi Gelombang PHK
POLITIK

Walikota Cilegon Harus Tegas Atasi Gelombang PHK

Juli 26, 2025
Pertengahan 2025, Badai PHK Melanda Cilegon
PERISTIWA

Pertengahan 2025, Badai PHK Melanda Cilegon

Juli 26, 2025
IWIP Menyiapkan Talenta Muda Unggul Lewat Program Pengembangan Kompetensi
EKONOMI

IWIP Menyiapkan Talenta Muda Unggul Lewat Program Pengembangan Kompetensi

Juli 7, 2025
PT Chingluh Tangerang Kolaps, 2.400 Buruh Di-PHK
PERISTIWA

PT Chingluh Tangerang Kolaps, 2.400 Buruh Di-PHK

Januari 14, 2025
Next Post
Tahun Ini, 50 Rumah Tak Layak Huni Bakal Dibangun Pemkab Lebak

Tahun Ini, 50 Rumah Tak Layak Huni Bakal Dibangun Pemkab Lebak

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh