Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kurangi Impor, TNI AL Kembangan Kedelai Jenis Baru di Banten

by Tusnedi Azmart
Mei 9, 2025
in EKONOMI, PEMERINTAHAN
Kurangi Impor, TNI AL Kembangan Kedelai Jenis Baru di Banten

LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS TNI AL panen kedelai Migo AL 1-89 di Banten dorong swasembada pangan. Kegiatan panen raya kedelai varietas unggul Migo AL 1-89 seluas 1,5 hektar di Desa Rancasanggal, Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (8/5/2025).

SERANG, BANPOS – Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL dalam mewujudkan swasembada pangan melalui panen raya kedelai varietas unggul Migo AL 1-89 seluas 1,5 hektar di Desa Rancasanggal, Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (8/5/2025).

Panen raya yang digelar di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Bioteknologi itu merupakan bagian dari program ketahanan pangan TNI AL yang menjadi tindak lanjut dari Asta Cita Presiden RI dan Perpres No. 81 Tahun 2024 tentang pemanfaatan sumber daya lokal untuk ketahanan pangan nasional.

Baca Juga

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

November 21, 2025
Kementrian Pertanian Menemukan Beras Oplosan Membuat Resah Masyarakat

Kementrian Pertanian Menemukan Beras Oplosan Membuat Resah Masyarakat

Juli 17, 2025
penuhi produksi dalam negeri

Mentan Tanam Kedelai Di Gunungkidul

Juni 7, 2023
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Republik Palindo, anak usaha dari Republikorp asal Batam, Indonesia. dengan Perusahaan pertahanan asal Italia, Drass Galeazzi Srl berkaitan dengan Joint Production produksi kapal selam DG 550 kelas Midget dan Autonomous Attack Submarine.

Kerjasama dengan Italia, Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam Penyerang Teknologi AIP

Mei 29, 2023

“Hasilnya itu mencapai hampir 5 ton, jadi 4,4 ton dalam satu hektar. Kalau berhasil, berarti nanti kita akan terapkan di berbagai tempat seperti Lampung, Bengkulu, Pasuruan, Manado, dan Pasir Angin Bogor. Kalau ini bisa berhasil semua, berarti kita akan mengurangi ketergantungan kita terhadap kedelai dari asing,” ujar Ali.

Kedelai varietas Migo AL 1-89 dikenal sebagai jenis unggul hemat air dan berproduktivitas tinggi. Masa tanamnya pun relatif singkat, hanya 70 hari, dan memungkinkan panen hingga tiga kali setahun.

Dalam waktu dekat, TNI AL berencana mengembangkan pilot proyek ini ke berbagai daerah guna mendukung kemandirian pangan nasional, khususnya kedelai. “Proses panen ke depan ke depan didorong bisa tiga sampai empat kali panen per tahunnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, varietas kedelai Migo AL1-89 akan dikembangkan di daerah lainnya, seperti di Lampung dan di Bogor. “Kemudian pelaksanaannya juga nanti akan dikerjasamakan dan semua mendapat tuntunan dari Profesor Ali untuk kesuksesan dari proses panen kedelai ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebutuhan kedelai di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan produksi kedelai Indonesia belum mampu menutupi kebutuhan kedelai dalam negeri. Untuk itu, saat ini Indonesia masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan kedelai.

“Makanya dari program bapak Presiden untuk ketahanan pangan, maka untuk kedelai didorong agar jangan sampai lagi impor ke depannya, maka kita akan uji coba ini. Kalau ini sukses nanti mungkin kita tidak akan lagi mengimpor kedelai,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk pilot project di Kabupaten Serang sendiri, pihaknya telah menanam kedelai di lahan seluas 1,5 hektare di Desa Ranca Sanggal dengan produksi per hektare nya hampir lima ton.

“Jadi hasil panen per hektarnya, 4,4 ton. Nanti kita akan terapkan di berbagai tempat seperti di Lampung tadi, di Bengkulu, kemudian di Manado, Pasuruan, kemudian di Pasir Angin Bogor tadi. Nah, itu di Bogor tadi 2 hektar ya uji cobanya,” ujarnya.

Untuk hasil panennya sendiri, nantinya akan dipasarkan untuk pemenuhan kedelai di dalam negeri. “Kemudian ada sih beberapa pihak swasta yang sudah siap mengambil hasil panennya,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Yudi Sastro menyampaikan bahwa kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,6 hingga 2,8 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan itu.

“Kita ini paling sekitar 20 persen yang bisa kita penuhi, jadi masih ada 80 persen sisanya. Perluasan tanam minimal 500 hingga 700 ribu hektare sangat dibutuhkan,” ujar Yudi.

Ditempat yang sama, Peneliti Kedelai AL1-89 Prof Ali Zum Mashar mengatakan pihaknya siap mendukung sepenuhnya program ketahanan pangan di Indonesia dengan berbagai penemuan terbaik dari dirinya.

“Di mana sudah kita saksikan tadi panen Kedelai Migo AL1-89, kedelai AL1-89 itu produktivitasnya di musim hujan mampu 4,4 ton per hektare. Dan di musim kemarau tidak kurang dari 5,2-5,5 ton bahkan sampai 6,5 ton per hektare,” katanya.

Menurut dia kedelai tersebut adalah kedelai terbaik di Indonesia karena produktivitasnya tertinggi. Penemuan itu dipersembahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada kedelai yang dicanangkan Presiden Prabowo – Gibran yang akan dilaksanakan oleh Menteri Pertanian kerja sama dengan KSAL TNI Angkatan Laut.

“Saya berharap agar ini dapat secepatnya berkembang dalam waktu yang tidak begitu lama di mana-mana,” tandasnya.

Diketahui, TNI AL telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung swasembada pangan kedelai dalam tiga tahun ke depan.

Strategi itu meliputi penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, pendampingan petani, optimalisasi lahan, serta pengamanan distribusi pascapanen agar hasil panen bisa langsung diserap pasar domestik.

Kegiatan panen raya ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Investasi, Baznas RI, dan Forkopimda Provinsi Banten.

TNI AL menyatakan akan terus mendukung program makan siang bergizi serta penguatan ekonomi nasional berbasis maritim sebagai bagian dari kontribusinya dalam pembangunan nasional. (LUK)

Tags: Kacang KedelaikedelaiKementrian Pertaniantni al

Berita Terkait

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK
PARIWISATA

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

November 21, 2025
Kementrian Pertanian Menemukan Beras Oplosan Membuat Resah Masyarakat
NASIONAL

Kementrian Pertanian Menemukan Beras Oplosan Membuat Resah Masyarakat

Juli 17, 2025
penuhi produksi dalam negeri
PEMERINTAHAN

Mentan Tanam Kedelai Di Gunungkidul

Juni 7, 2023
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Republik Palindo, anak usaha dari Republikorp asal Batam, Indonesia. dengan Perusahaan pertahanan asal Italia, Drass Galeazzi Srl berkaitan dengan Joint Production produksi kapal selam DG 550 kelas Midget dan Autonomous Attack Submarine.
PERISTIWA

Kerjasama dengan Italia, Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam Penyerang Teknologi AIP

Mei 29, 2023
PERISTIWA

Dua Kapal Perang RI Diluncurkan di Salira

Maret 22, 2022
PERISTIWA

Ketimbang Mikirin Kedelai dan Migor yang Langka, Pemprov Banten Ajak Warga Tidur Aja

Februari 22, 2022
Next Post
Melalui Pendidikan Vokasi Petrokimia, Chandra Asri Group Cetak SDM Unggul

Melalui Pendidikan Vokasi Petrokimia, Chandra Asri Group Cetak SDM Unggul

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh