Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

IRT, Pemerintah, Dan Warga Bertekad Bersama Jadikan Suralaya Bebas Sampah

by Daeng Djago
April 30, 2025
in PERISTIWA
IRT, Pemerintah, Dan Warga Bertekad Bersama Jadikan Suralaya Bebas Sampah

CILEGON, BANPOS – Peliknya persoalan sampah dan akibatnya terhadap lingkungan bukan lah hal baru. Sampah rumah tangga yang dibuang tidak pada tempatnya, dan masih banyak warga masyarakat yang membuang sampah di aliran kali Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, membuat PT Indo Raya Tenaga (IRT) selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9&10 mengajak stakeholders setempat bergerak malakukan aksi nyata dalam hal pengelolaan sampah. Terhadap hal ini, pemerintahan daerah juga warga menyatakan apresiasinya.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan oleh PT IRT adalah menggelar Sosialisasi Suralaya Bebas Sampah di Kantor Kelurahan Suralaya, Rabu (30/4). Dalam kesempatan menghadirkan narasumber, Lurah Suralaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Praktisi Lingkungan, dan dihadiri oleh sejumlah Ketua RT dan masyarakat berdomisili di bantaran kali Suralaya.

Baca Juga

Dewan Ingatkan Permasalahan Sampah Jangan Dianggap Sepele

Dewan Ingatkan Permasalahan Sampah Jangan Dianggap Sepele

Desember 31, 2025
Pemprov Diminta Turun Tangan Bantu Selesaikan Masalah Sampah di Kota/Kabupaten Se-Banten

Pemprov Diminta Turun Tangan Bantu Selesaikan Masalah Sampah di Kota/Kabupaten Se-Banten

September 15, 2025
Grogol dan Pulomerak Kerap Kekeringan, Pemkot Cilegon Bakal Pasang Pipa Induk

Grogol dan Pulomerak Kerap Kekeringan, Pemkot Cilegon Bakal Pasang Pipa Induk

Agustus 27, 2025

Cilegon Kota Paling Maju Kelola Sampah, Iges Jepang Jajaki Kerjasama

September 12, 2023

Sarmanah, Kepala Kelurahan Suralaya menyatakan mendukung dan mengapreasiasi kepada PT IRT yang sudah menggelar kegiatan sosialisasi tentang sampah ini. Diharapkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon dengan PT IRT berlanjut dan berkesinambungan.

“Kolaborasi dengan pihak swasta dalam hal ini PT IRT, adalah salah program berkelanjutan. Setelah ada sosialisasi ini, diharapkan ada tindak lanjut atau aksi nyata di tengah masyarakat tentang sampah rumah tangga, supaya sampah rumahan bisa dikelola dengan baik dan bernilai ekonomis,” kata Sarmanah.

Sementara Muhriji, Kabid Pengelolaan dan Pengawasan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, yang diundang sebagai nara sumber, mengapresiasi kepada PT IRT yang telah bersosialisasi tentang sampah. “ Dengan adanya sosiasi sampah ini, diharapkan masyarakat Suralaya bisa menerapkan secara berlahan bagaimana membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah bernilai ekonomis, hingga memilah sampah,” kata Muhriji.

Muhriji menambahkan, sampah masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama yakni pemerintah Kota Cilegon. Tentunya untuk menangani ini perlu keterlibatan dari berbagai pihak salah satunya adalah industri. “Masyarakat yang domisilinya berdampingan dengan industri, dalam hal ini harus bisa sinergi dalam rangka pengelolaan sampah, khususnya Suralaya dan umumnya Kota Cilegon,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Penggiat Lingkungan Mad Haer dalam paparannya, memberikan kiat bagaimana masyarakat paham terhadap keberadaan sampah yang ditimbulkan dari masyarakat sendiri.

“Pemahaman dampak dari sampah yang diproduksi setiap detik oleh masyarakat itu sendiri, bagaimana cara mengelola sampahnya. Dengan pemahaman tersebut pola pikir masyarakat agar bisa menyikapi jika menemukan sampah disekitar mereka,” kata Mad Haer di hadapan warga.

Mad Haer menambahkan, terkait landasan secara negara, pemahaman dari beberapa hal bicara sampah berefek pada lingkungan, dan bencana sosial.

“Bencana sosial sangat berbahaya jika bencana alam terjadi, dan bencana alam bisa saja kapan saja terjadi tanpa diketahu waktunya. Oleh sebab itu, sebelum bencana itu terjadi, maka masyarakat harus paham bahwa sampah adalah salah satu penyebab terjadinya bencana alam,” tegas Mad Haer.

Dia mengamini, peran serta stakeholder dari pemerintah, dan untuk mengurai persoalan dari individu masing-masing, dengan cara bagaimana mengelola sampah dengan baik. Pihak Industri tentunya harus memfasilitasi mulai dari tempat sampah di rumah warga masing-masing, pengambilan sampah dari rumah warga hingga pengelolaan sampah yang bernilai higienis hingga pembuangan sampah akhir

Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada warga, tentang bagaimana mengelola, dan mengolah sampah dengan baik. Tentunya sebelum proses tersebut, warga juga harus paham dan sadar diri membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuat sampah di kali.

Abdul Hakim, salah satu tokoh Lingkungan Kubang Kepuh, Suralaya, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PT IRT, dalam hal ini tentang sampah yang berada di Suralaya. “Harapannya tidak hanya sebatas sosialisasi sampah, dan berhenti sampai disini saja, akan tetapi masyarakat diarahkan agar sadar diri tentang membuang sampah pada tempatnya,” kata Hakim.

Hakim menjelaskan, di Kelurahan Suralaya yang sampahnya diambil oleh petugas kebersihan sampah yang merupakan warga lokal Suralaya, berada di Lingkungan Kubang Kepuh. Artinya masih ada 17 lingkungan atau (RT) yang sampahnya belum dibuang pada tempatnya. Tentunya ini juga menjadi PR bersama antara Pemerintah Kota Cilegon, dan pihak swasta yang sudah berpartisipasi di Suralaya.

“Masyarakat Suralaya masih banyak yang buang sampah sembarangan, seperti di kali, dibakar dikebun, padahal di Suralaya oleh Pemerintah Kota Cilegon telah disiapkan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Artinya jika ini dikelola dengan baik, selain lingkungan terjaga kebersihannya, ada nilai ekonomis bagi masyarakat Suralaya, tentunya masyarakat yang mengelola sampah rumah tangga,” jelas Hakim.

Hakim mengusulkan bahwa pengelolaan sampah seharusnya bukan warga di bantaran kali saja, tapi masyarakat perbukitan juga, karena supaya tidak terjadi kecemburuan sosial. “Diharapkan PT IRT mampu bersinergi dengan masyarakat Suralaya untuk menangani sampah yang berada di 18 Lingkungan (RT), tentunya dengan sosialisasi dan program-program berikutnya,” usulnya.(ENK)

Tags: PLTU 9-10SampahSuralaya

Berita Terkait

Dewan Ingatkan Permasalahan Sampah Jangan Dianggap Sepele
KESRA

Dewan Ingatkan Permasalahan Sampah Jangan Dianggap Sepele

Desember 31, 2025
Pemprov Diminta Turun Tangan Bantu Selesaikan Masalah Sampah di Kota/Kabupaten Se-Banten
PEMERINTAHAN

Pemprov Diminta Turun Tangan Bantu Selesaikan Masalah Sampah di Kota/Kabupaten Se-Banten

September 15, 2025
Grogol dan Pulomerak Kerap Kekeringan, Pemkot Cilegon Bakal Pasang Pipa Induk
PEMERINTAHAN

Grogol dan Pulomerak Kerap Kekeringan, Pemkot Cilegon Bakal Pasang Pipa Induk

Agustus 27, 2025
PERISTIWA

Cilegon Kota Paling Maju Kelola Sampah, Iges Jepang Jajaki Kerjasama

September 12, 2023
NASIONAL

Sindir Pemkot Tangerang, SEMMI Lantik ‘Duta Sampah’

Agustus 31, 2023
LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS
Salah seorang pengendara melewati di lahan kosong milik KTI yang menjadi tempat pembuangan sampah oleh oknum masyarakat, Senin (28/8).
LIPUTAN KHUSUS

Kebonsari Jadi Tempat Buang Sampah Sembarangan

Agustus 30, 2023
Next Post
Optimalisasi Pengelolaan Aset, Kendaraan Dinas Tak Layak Pakai Akan Dilelang Pemkot Cilegon

Optimalisasi Pengelolaan Aset, Kendaraan Dinas Tak Layak Pakai Akan Dilelang Pemkot Cilegon

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh