Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kata Dinkes, Ada 62 Balita Kota Serang yang Menderita Gizi Buruk pada Tahun 2025

by Diebaj Ghuroofie
Maret 27, 2025
in KESEHATAN, PEMERINTAHAN
Kata Dinkes, Ada 62 Balita Kota Serang yang Menderita Gizi Buruk pada Tahun 2025

SERANG, BANPOS — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat di tahun 2025 jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Serang ada sebanyak 65 jiwa. Jumlah itu diklaim mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, saat ditemui usai menghadiri acara penyerahan bantuan dalam rangka percepatan program kerja 100 hari Walikota Serang pada Rabu (26/3). “Memang sih tidak terbilang banyak 62 gizi buruk se-Kota Serang,” katanya.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026

Hasan mengklaim, jumlah penderita gizi buruk tahun ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan jumlah penderita tahun sebelumnya. “Alhamdulillah sudah menurun,” ucapnya.

Meski diklaim mengalami penurunan, namun Hasan enggan menyebut berapa jumlah balita penderita gizi buruk pada tahun sebelumnya. “Jangan lah itu mah, takut salah,” katanya.

Kemudian Hasan menerangkan, balita mengidap gizi buruk itu bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama karena asupan gizi yang tidak tercukupi, lalu yang kedua disebabkan karena adanya penyakit yang menyertai.

“Kami sampaikan bahwa gizi buruk ini ada yang murni karena gizi buruk itu kurang asupan, ada juga karena punya penyakit penyerta,” terangnya.

Jenis penyakitnya bermacam-macam bisa disebabkan karena menderita demam tinggi, tuberkulosis (TBC), hingga gangguan sistem pencernaan. “Kemudian juga ada di antara mereka itu anak-anak yang gangguan usus itu juga harus diselesaikan,” ujarnya.

Kemudian terkait sebaran datanya, Hasan menyebut Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen menjadi salah satu wilayah di Kota Serang yang angka penderita gizi buruknya terbilang cukup tinggi. Dari total 62 balita gizi buruk yang berhasil terdata 15 diantaranya berada di kelurahan tersebut.

“Saya sampaikan paling banyak ada di daerah Kilasah. Dari Kilasah itu ada 15 gizi buruk murni dan dua ada penyertanya,” kata Hasan.

Hasan mengatakan, Dinkes Kota Serang telah melakukan berbagai macam upaya untuk bisa terus menekan angka gizi buruk di Kota Serang. Mulai dari memberikan sosialisasi hidup sehat, penyediaan tenaga kesehatan yang berkompeten, hingga memberikan makanan tambahan bagi balita penderita gizi buruk.

“Ketiga, memberikan bantuan pemberian makanan tambahan dalam hal ini F100 untuk gizi buruk. Nah, kami akan lakukan itu nanti ke depan,” ucapnya.

Agar program pengentasan gizi buruk itu bisa berjalan dengan baik, Hasan mengatakan, Dinkes Kota Serang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta pada APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2025.

Akan tetapi, dia berharap, anggaran untuk program pengentasan itu bisa bertambah di tahun depan. Paling tidak anggarannya bisa meningkat lebih dari Rp500 juta.

“Ya harapan saya sih setidak-tidaknya sama dengan tahun yang lalu gitu kan, ya di atas Rp500 juta,” ujarnya. (TQS)

Tags: gizi burukKota Serang
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
HEADLINE

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
Seleksi PPPK Tahap Kedua di Cilegon Tunggu Kepastian

Seleksi PPPK Tahap Kedua di Cilegon Tunggu Kepastian

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh