CILEGON, BANPOS – PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2024. BPRS CM mencatat pertumbuhan signifikan dalam berbagai aspek keuangan dan operasional.
Direktur Bisnis BPRS CM, Yoyo Hartoyo menegaskan bahwa meskipun belum dapat memberikan dividen kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, kondisi keuangan bank terus membaik.
“Secara akumulasi, kita masih mengalami kerugian, tetapi jumlahnya menurun drastis dibanding 2023. Dari Rp4 miliar di 2023, kini hanya Rp1,8 miliar. Pendapatan pun meningkat dari Rp14 miliar menjadi Rp19 miliar,” ungkapnya saat ditemui BANPOS, Kamis (20/3).
Yoyo menjelaskan bahwa penyusutan kerugian ini menandakan pertumbuhan positif, meskipun masih memerlukan waktu untuk menutup akumulasi kerugian akibat kasus fraud sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp21 miliar.
Selain perbaikan kinerja keuangan, BPRS CM juga mencatat peningkatan jumlah nasabah yang signifikan.
“Pada 2022, total nasabah kami sebanyak 12 ribu, dan kini di 2025 sudah mencapai lebih dari 17 ribu. Kami menargetkan tambahan 1.200 nasabah baru tahun ini,” jelas Yoyo.
Sejalan dengan itu, penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan.
“Seluruh produk kami, baik tabungan kemandirian, tabungan ukuwah, maupun deposito, mengalami peningkatan. Tahun ini, target pertumbuhan dana pihak ketiga kami sebesar Rp30 miliar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yoyo mengatakan, BPRS CM terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan memperluas jangkauan layanan ke berbagai segmen, termasuk penabung besar di luar pasar dan sekolah.
Ditambahkannya, pada 2024, BPRS CM mengarahkan fokus utama pada sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kerjasama channeling dengan koperasi.
“Kami mengunggulkan produk bersinergi dengan pemerintah, seperti pembiayaan amanah yang mendapat subsidi margin dari Dinas Koperasi dan UKM. Tahun lalu, pembiayaan ini mencapai Rp2 miliar dengan 800 nasabah. Tahun ini, kami menargetkan peningkatan dua kali lipat,” tutur Yoyo.
Sementara itu, Direktur Utama BPRS CM, Novran Erviatman Syarifuddin, menyampaikan optimisme terhadap kinerja 2025.
“Kami yakni kinerja BPRS CM akan terus membaik dan semakin dipercaya masyarakat. Sesuai arahan OJK, kami akan memperkuat sektor UMKM agar semakin berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian Kota Cilegon,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk membubarkan BPRS CM, jika tidak mampu meningkatkan pendapatan hingga 2026. Menurutnya BPRS CM selama ini hanya beroperasi di zona nyaman tanpa memberikan dividen kepada Pemkot Cilegon.
“Pemegang saham dan direksi BPRS harus menunjukkan itikad baik dalam meningkatkan pendapatan. Jika hingga 2026 tetap stagnan, maka lebih baik dibubarkan saja. Apalagi, Pemkot dan ASN sendiri tampak mengabaikan keberadaan BPRS,” tegas Rahmatullah kepada BANPOS, Rabu (19/3).
Ia menyoroti berbagai keterbatasan yang dihadapi BPRS CM, salah satunya aturan yang melarang penyediaan layanan ATM, yang membuat bank ini sulit bersaing dengan perbankan lain. (LUK/PAY)









Discussion about this post