SERANG, BANPOS – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, Pemerintah Kota Serang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk stabilisasi inflasi terutama di Kota Serang. Kegiatan yang sedianya diperuntukkan bagi masyarakat yang kesulitan secara ekonomi, justru dipadati Aparatur Sipil Negara (ASN). Ironinya, hal itu terjadi pada waktu jam kerja sedang berlangsung.
Berdasarkan pantauan BANPOS, GPM yang diadakan oleh Pemkot Serang itu diserbu banyak ASN dengan memakai baju Korpri. Para ASN pun berbelanja banyak kebutuhan pokok seperti telur dan minyak.
Pengamat Sosial dan kebijakan Publik Muslin Amin mengatakan jika ASN yang berbondong-bondong hadir berbelanja di kegiatan GPM yang diadakan Pemkot Serang telah mengusik rasa keadilan publik. Menurutnya, selain berebut hak dengan masyarakat kalangan bawah, para ASN pun dianggap tidak bekerja dengan profesional. Sebab, tidak tertib pada aturan jam masuk kantor.
“Jadi mestinya mereka (ASN, red) sendiri sadar dong, jangan rebutan dengan kelompok duafa, dengan fakir miskin,” kata Muslih kepada BANPOS, Senin (17/3/2025).
“Mereka juga melanggar sumpah janji jabatan ASN, melanggar profesionalisme mereka, dan tentu saja aturan kepegawaian yang di jam kerja ya harusnya kerja, nggak boleh keluyuran, nggak boleh belanja, nggak boleh keluar kantor, berarti ada pelanggaran terhadap aturan tentang kinerja ASN,” tambahnya.
Menurutnya, dari fenomena tersebut terdapat dua hal yang dilanggar oleh para ASN, yakni pelanggaran etika ketidakpantasan atau kekurangpantasan, kedua berkaitan dengan jam kerja ASN.
“Malah bisa berkategori korupsi waktu,” tegasnya.
Selain itu, Muslih Amin juga menyoroti mengenai penyelenggara kegiatan GPM yakni Pemkot Serang yabg dianggap tidak peka terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Sebab, seharusnya GPM menjangkau kalangan masyarakat dengan ekonomi bawah.
Selain itu, kata dia, kalangan menengah ke atas tidak peduli dengan istilah murah. Karena punya anggaran dan bisa mencari yang premium. Kemudian, lanjutnya, saat ini para kalangan ASN akan mendapatkan dua kali penghasilan pada Ramadan ini, yakni Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji beserta tunjangannya.
“Mereka (Pemkot Serang, red) tidak sensitif dengan situasi dan kondisi yang ada. Kan kalau memang untuk ASN kenapa harus diumumkan, langsung aja di atur sendiri di internal dan dan nanti nomenklaturnya pangan murah untuk ASN,” katanya.
“Karena harus ada keadilan publik. Kedua tentu saja tidak sesuai dengan kondisi objektif masyarakat saat ini. Masyarakat saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi, banyak kena PHK, bisnis lesu, berjualan juga lesu harusnya justru yang paling prioritas itu ya kelompok-kelompok yang paling membutuhkan,” sambungnya.
Tak hanya mengenai kegiatan yang diserbu para ASN, Muslih Amin juga menyoroti terkait dengan pemilihan lokasi GPM. Sebab, Alun-alun kota itu jauh dari lokasi masyarakat yang memang membutuhkan pangan murah.
“Diadakan di tengah kota, itu biasanya akses kelompok rentan, akses kaun duafa itu semakin jauh gitu. Karena ada problem dan mereka misalnya pakai kendaraan apa? Ongkosnya berapa untuk menuju lokasi dan sebagainya. Jadi menurut saya itu aga disayangkan lah ya di situasi seperti ini kok pemerintah kurang sensitif,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Jepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang, Sony August dalam sambutannya mengatakan jika GPM ini hadir dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1446hijriah. Ia juga menjelaskan, tujuan kegiatan itu yakni membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dia menerangkan, GPM merupakan upaya kolaboratif Pemerintah Kota Serang bersama berbagai mitra dalam menghadirkan berbagai kebutuhan pangan pokok seperti beras berkualitas, telur, bawang, cabai merah, minyak goreng dan lainnya, dengan harga lebih murah di bawah pasaran.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia mengatakan, GPM ini merupakan kegiatan yang digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Ini dalam rangka stabilitasi pasokan, harga dan pengendalian inflasi,” Ucap Nur Agis Aulia saat membuka Gerakan Pangan Murah. (MPD/ENK)







Discussion about this post