Andra-Dim Diminta Teliti Lakukan Pelantikan
Gubernur dan Wakil Gubernur Banten diminta teliti dan berhati-hati dalam melakukan pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov Banten. Sebab, kesalahan kecil yang hanya bersifat administratif pun bisa memberi dampak yang merugikan terhadap kinerja organisasi di lingkungan Pemprov itu sendiri.
Hal itu disampaikan Kepala Ombudsman Banten, Fadli Afriyadi terkait dengan pelantikan 14 pejabat yang dilakukan di era Penjabat Gubernur A Damenta. Menurutnya, pelantikan yang dilakukan A Damenta membuat banyak pihak terdampak dan dirugikan. Dari dampak pergantian pimpinan OPD itu, tukin pegawai di 14 OPD menjadi terhambat.
“Karena kalau tidak, dampaknya itu akan kemana-mana. Kalau ada hal yang salah (Pemprov, red) secepatnya lakukan perbaikan jangan berlama-lama. Seperti sekarang, kabarnya ada keterlambatan pembayaran Tukin dan sebagainya, itu sangat disayangkan. Jadi kalau ada kekeliruan dilihat penyelesaiannya seperti apa jangan ditunda, karena yang dirugikan tentu masyarakat termasuk ASN di lingkungan instansi yang di PLT-kan tersebut,” kata Fadli, Jumat (7/3).
Akses gratis e-Paper Banten Pos dengan mengunduh aplikasi BANPOS Digital (Android) https://bit.ly/BanposDigital
Atau akses melalui https://epaper.banpos.co/
Banten Dikepung Bencana, Kerahkan Petugas dan Salurkan Bantuan
Di awal tahun 2025, Provinsi Banten mengalami berbagai bencana alam yang tersebar di beberapa Kabupaten Kota. Bahkan, akhir pekan lalu bencana masih terjadi dan tidak menutup kemungkinan masih ada bencana lain yang akan datang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (7/3), menyebabkan banjir dan longsor di Desa Batukuwung dan Desa Citasuk Kcamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir, sementara akses jalan utama, termasuk Jalan Palima-Cinangka (Palka), tertutup material longsor.
Eman, warga Sukamaju, Desa Citasuk, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 18.00 WIB hingga pagi hari. Air terpantau mulai naik sekitar pukul 23.00 WIB.
Kemudian, sekitar pukul 01.00 dini hari, air semakin tinggi dan masuk ke rumah warga dengan ketinggian mencapai 150 centimeter.
Akses gratis e-Paper Banten Pos dengan mengunduh aplikasi BANPOS Digital (Android) https://bit.ly/BanposDigital
Atau akses melalui https://epaper.banpos.co/
MinyaKita Tak Sesuai Kemasan Diselidiki
Satgas Pangan Polri menyelidiki temuan adanya minyak goreng kemasan bermerek MinyaKita yang dijual di pasaran tidak sesuai dengan takaran yang disebutkan oleh produsen pada label kemasan. Salah satu produsennya beroperasi di Provinsi Banten.
Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa penyelidikan itu merupakan tindak lanjut pihaknya usai menemukan adanya ketidaksesuaian pada produk MinyaKita dalam inspeksi yang dilakukan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
“Dilakukan pengukuran terhadap tiga merek MinyaKita yang diproduksi oleh tiga produsen yang berbeda, dan ditemukan ukurannya tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam label kemasan. Hasil pengukuran sementara, dalam label tercantum 1 liter, tetapi ternyata hanya berisikan 700—900 mililiter,” ucapnya.
Akses gratis e-Paper Banten Pos dengan mengunduh aplikasi BANPOS Digital (Android) https://bit.ly/BanposDigital
Atau akses melalui https://epaper.banpos.co/
Harga Cabai Diklaim Mulai Turun
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa harga pangan saat ini terpantau stabil dan khusus komoditas cabai juga mulai berangsur turun.
“Harga pangan pokok secara umum stabil. Cabai memang sempat naik tapi sekarang mulai turun, tadi ibu-ibu bilang turun sekarang Rp60.000 per kilogram, kemarin sempat Rp90.000 per kg,” kata Mentan di Jakarta, Sabtu.
Mentan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk memastikan harga bahan pokok dalam kondisi stabil di tengah meningkatnya permintaan selama bulan Ramadhan.
Dalam sidak tersebut, Mentan menemukan harga sejumlah komoditas pangan relatif aman. Beberapa komoditas seperti cabai yang sebelumnya mengalami lonjakan harga kini mulai berangsur turun.
Akses gratis e-Paper Banten Pos dengan mengunduh aplikasi BANPOS Digital (Android) https://bit.ly/BanposDigital
Atau akses melalui https://epaper.banpos.co/

Discussion about this post