CILEGON, BANPOS – Sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Walikota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa pihaknya akan menggenjot pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Berdasarkan data Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2025, jumlah pendapatan daerah dalam APBD murni 2024 diproyeksikan sebesar Rp2,35 triliun yang terdiri dari PAD Rp1,26 triliun dan pendapatan transfer Rp1,09 triliun.
Masih dalam sumber yang sama, jumlah pendapatan menurun pada target 2025 RPJMD dari APBD murni 2024 sebesar Rp2,57 miliar. Jumlah pendapatan juga menurun sebesar Rp204 miliar pada RKPD 2025 dari target APBD murni 2024.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sebelumnya memasang proyeksi target yang lebih realistis pada PAD di RPJMD 2025 yang sebesar Rp934 miliar. Jumlah tersebut lebih kecil dari APBD murni yang sebesar Rp1,26 triliun atau turun Rp334 miliar. Proyeksi PAD juga menurun sebesar Rp82 miliar pada APBD murni 2024 dari target RKPD 2025.
Hal ini disampaikan menyusul rendahnya realisasi PAD Kota Cilegon hingga 24 Desember 2024, yang baru mencapai 54,32 persen dari target Rp1.068.921.449.179 atau sebesar Rp580.608.879.730.
“Kami melihat ada potensi PAD yang masih bisa dimaksimalkan. Salah satunya adalah dari BUMD, terutama PCM (Pelabuhan Cilegon Mandiri), yang akan kami dorong lebih optimal,” kata Robinsar kepada awak media saat ditemui disela melaksanakan kurvey dalam rangka merapihkan pohon-pohon di sepanjang tugu selamat datang dekat pintu Tol Cilegon Timur sampai lampu merah PCI, Kamis (6/3/2025).
Selain BUMD, Robinsar juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi sektor pajak guna meningkatkan penerimaan daerah.
“Kami juga akan mengecek sektor pajak, termasuk pajak-pajak yang belum maksimal. Senin nanti, kami akan memanggil HR industri se Kota Cilegon untuk membahas dua hal, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan persoalan pajak,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah hanya menjalankan aturan yang berlaku, termasuk pihaknya akan sidak ke pihak industri untuk mengaudit izin-izin mereka, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta sektor lain yang berpotensi meningkatkan PAD.
“Kami akan mengevaluasi semua permasalahan sebelumnya agar ke depan lebih baik,” tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Muhammad Willy mengatakan pihaknya pada tahun 2024 menyumbang dividen Rp16 miliar ke Pemkot Cilegon.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pendapatan usaha PCM itu Rp226 miliar di 2024, sementara di 2023 hanya Rp138 miliar. Saat saya masuk, pendapatannya Rp109 miliar, jadi kenaikannya cukup besar,” terangnya.
Dari total keuntungan tahun 2024 yang mencapai Rp34 miliar, PT PCM mengalokasikan Rp16 miliar sebagai dividen untuk Pemkot Cilegon. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya Rp12 miliar.
“Dari sisi PAD juga, di 2024 kami berikan Rp16 miliar, sudah disetujui pemegang saham. Sebelumnya di 2023 itu Rp12 miliar, tahun 2022 Rp10 miliar, dan tahun sebelumnya Rp8 miliar. Jadi trennya terus meningkat,” terangnya.
Tahun ini juga menjadi momen penting bagi PT PCM sejak didirikan pada 2002. Perusahaan akhirnya berhasil melunasi penyertaan modal dari Pemkot Cilegon senilai Rp121 miliar, serta menyelesaikan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp49 miliar.
“Sisi BPHTB lunas, kita bayar Rp49 miliar, dan dengan dividen Rp16 miliar di 2024, maka penyertaan modal dari pemerintah kota ke PCM yang totalnya Rp121 miliar sudah lunas. Jadi sekarang PCM benar-benar mandiri secara bisnis,” tegasnya.
Ke depan, ia optimistis bahwa pertumbuhan usaha PT PCM akan terus mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon. “Jadi ke depan PAD itu murni dari bisnis. Penyertaan modal sudah lunas, BPHTB juga lunas. Mudah-mudahan tahun ini bisnisnya lancar dan kita bisa berkontribusi lebih besar lagi,” tandasnya. (LUK)











Discussion about this post