Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Harga Bahan Pokok di Banten Melonjak, Pengamat Nilai TPID Tidak Becus Kerja

by Tusnedi Azmart
Maret 6, 2025
in EKONOMI, PEMERINTAHAN, PERISTIWA
Harga Bahan Pokok di Banten Melonjak, Pengamat Nilai TPID Tidak Becus Kerja

Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul

SERANG, BANPOS – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten dinilai tidak mampu menjadi problem solving (pemberi solusi) dalam mengendalikan harga. Sebab, meski rajin menggelar rapat, kenaikan harga terus terjadi dan tidak dapat diantisipasi.

Hal tersebut diutarakan Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul menyoroti melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok saat memasuki Ramadan.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Kenaikan harga ini, kata dia, merupakan kebiasaan yang sering terjadi di setiap tahunnya saat memasuki bulan Ramadan. “Seharusnya dapat diantisipasi, karena sudah rutin terjadi,” kata Adib.

Adib menilai, kejadian yang berulang-ulang dan cenderung tidak terantisipasi ini menandakan bahwa rapat-rapat yang dilakukan TPID tidak bisa menekan dan menyelesaikan permasalahan tahunan tersebut.

“Jadi rapat-rapat yang digelar (TPID) itu hanya mubazir anggaran, nggak ada gunanya. Kan tiap tahun begini (selalu melonjak, red),” katanya, Rabu (5/3/2025).

“Karena berulang-ulang seperti ini nih. Nanti mau Idul Fitri begini (mahal, red) lagi, mau Natal, tahun baru begini (mahal, red) lagi. Jadi sebenarnya mereka tuh digaji gede-gede buat ngapain? kan itu pertanyaannya,” tambahnya.

Karena itu, kata dia, efisiensi anggaran seharusnya diterapkan pada rapat-rapat semacam itu. Sebab, tambahnya, output dari rapat tersebut tidak jelas keberhasilannya.

“Maka dari itu saya kira yang model-model begini nih (rapat TPID, red) di efisiensi. Rapat-rapat nggak jelas, rapat-rapat penyuluhan nggak jelas, karena memang nggak ada output keberhasilannya gitu loh,” tegasnya.

Kecuali, lanjut Adib, ada langkah konkrit yang dihasilkan dari kegiatan rapat TPID tersebut. Dirinya menilai, bahwa seharusnya kebutuhan pokok bisa dianalisa. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa menyiapkan bahan pokok apa saja yang perlu menjadi prioritas untuk disiapkan saat Ramadan tiba.

“Yang diperlukan oleh publik Banten itu apa saja? mereka harusnya gelar pasar murah atau subsidi atau apalah itu. Dipastikan mereka punya datanya,” ungkapnya.

Sebab, tambahnya, dalam menjaga stabilitas harga pangan, sudah terdapat instansi yang berwenang menanganinya secara langsung. Dirinya pun mempertanyakan, data base bahan pangan yang saat ini dimiliki oleh OPD terkait itu.

“Ya, kan ada dinasnya, itu (yang) suka kasih pelatihan segala macam. Berarti ya selama ini klaim mereka punya database UMKM itu ya bullshit (bohong-red) semua. Ya kan kerjaan mereka nggak ada gunanya sebenarnya gitu loh,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso, menyampaikan bahwa pihaknya mencatat adanya lonjakan harga di beberapa komoditas pangan di delapan pasar di Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
Adapun kenaikan terjadi pada beberapa komoditas, diantaranya daging sapi, cabai, dan minyak. Babar mengatakan, untuk harga daging sapi segar naik dari Rp130 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah melonjak dari Rp80 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. “Beberapa yang cukup tinggi kenaikannya itu emang di daging sapi, cabai, dan minyak. Kami masih menelusuri penyebab kenaikan ini, karena kalau kita lihat pasokan dari produsen sebenarnya normal, permintaan atau pembeli juga tidak tinggi. Ini yang perlu kita lakukan intervensi, agar pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi tanpa memperhitungkan permintaan,” kata Babar.

Ia juga mengakui bahwa lonjakan harga ini merupakan pola tahunan menjelang Ramadan dan Lebaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga yang tidak wajar bisa berdampak pada daya beli masyarakat.

“Memang kalau dilihat kan ini seperti pola musiman ya, pada saat tahun baru misalnya, itu kan harga naik, tapi di Januari setelahnya itu turun. Tapi ya kita minta, imbau ke para pedagang untuk jangan beri harga terlalu tinggi, kalau harga terlalu tinggi, pembeli jadi mengurangi belanja atau menunda pembelian. Ini yang perlu diperhatikan oleh pedagang,” tandasnya. (MPD/PAY)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
Sinergi Entaskan Kemiskinan, Kemensos Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih

Sinergi Entaskan Kemiskinan, Kemensos Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh