Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

OJK Luncurkan Aplikasi OSIDA PMDK, Big Data Analytics untuk Pasar Modal

by Diebaj Ghuroofie
Februari 24, 2025
in EKONOMI
OJK Luncurkan Aplikasi OSIDA PMDK, Big Data Analytics untuk Pasar Modal

JAKARTA, BANPOS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan langkah-langkah pengembangan surveillance, monitoring, dan analisis di sektor Pasar Modal dalam upaya mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien, serta meningkatkan pelindungan bag​i investor.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Inarno Djajadi, dalam sambutannya pada kegiatan peluncuran aplikasi pemanfaatan Big Data Analytics Pasar Modal (BDA PM) dengan nama OJK OSIDA PMDK di Kantor OJK Jakarta, Senin (24/2).

Baca Juga

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Realisasi Investasi Banten Capai Rp130,2 Triliun, Sektor Ini Mendominasi

Realisasi Investasi Banten Capai Rp130,2 Triliun, Sektor Ini Mendominasi

Januari 27, 2026
PANI dan JRPT Resmi ‘Naik Kelas’ ke Papan Utama, CNMA Tergeser ke Papan Pengembangan

PANI dan JRPT Resmi ‘Naik Kelas’ ke Papan Utama, CNMA Tergeser ke Papan Pengembangan

November 22, 2025
Usulan Pengamat: Komisi Kepastian Hukum Ekonomi untuk Dorong Investasi

Usulan Pengamat: Komisi Kepastian Hukum Ekonomi untuk Dorong Investasi

November 10, 2025

OSIDA PMDK merupakan salah satu implementasi atas agenda prioritas OJK, yaitu penguatan kapasitas sektor jasa keuangan dan penguatan pengawasan dengan cara mentransformasi pengawasan menjadi berbasis teknologi informasi serta memperkaya tools pengawasan, yang diharapkan akan dapat meningkatkan output pengawasan yang lebih komprehensif, lebih cepat dan juga lebih efisien

Pengembangan OSIDA PMDK juga merupakan salah satu sasaran strategis Destination Statement OJK Tahun 2022–2027, yaitu ‘Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Pengelolaan Data secara Terintegrasi dan Transparan’.

“Hal ini sejalan dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 dalam rencana aksi program Penguatan Infrastruktur Pengawasan, yang merupakan bagian dari pilar pengembangan 4 mengenai Peningkatan Serangkaian Upaya Dalam Rangka Pelindungan Investor,” kata Inarno.

Ke depan, OSIDA PMDK tidak hanya mengumpulkan data dan output analytic dari sektor Pasar Modal saja, namun dapat terintegrasi dan berkolaborasi dengan data derivatif keuangan, bursa karbon, serta sektor lainnya di OJK, seperti Perbankan, sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), dan sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD), serta data-data dari lembaga atau instansi yang lain.

Inarno berpesan agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh unit kerja di PMDK, dan dilakukan asesmen pemanfaatannya di lingkungan OJK wide dan Self Regulatory Organization (SRO). Inarno juga mengajak semua pihak terkait agar bersama-sama menjaga pemanfaatan atas data dan informasi yang terdapat di BDA PM dengan penuh tanggung jawab.

Pada saat peluncuran, BDA PM sudah dilengkapi dengan modul atau menu Investor Profile dan PE Segmentation. Selanjutnya akan dilengkapi dengan Market Manipulation Recognition, Analysis Market Driven, dan Behaviour Investor Perusahaan Efek yang ditargetkan selesai tahun ini.

Adapun pengembangan selanjutnya, BDA PM direncanakan sudah dilengkapi dengan modul seperti identifikasi fraud dan alert monitoring pada Pasar Primer, Pasar Equity, Issuer, dan likuiditas Reksa Dana. Selain itu, OJK juga menjajaki pemanfaatan Digramatic atau Graph Network Tools dan Pemanfaatan Machine Learning serta Gen AI.

Hadir dalam peluncuran ini, pimpinan SRO Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia, KSEI dan KPEI. (DZH)

Tags: InvestasiInvestorOJKOtoritas Jasa Keuanganpasar modal
ShareTweetSend

Berita Terkait

EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Realisasi Investasi Banten Capai Rp130,2 Triliun, Sektor Ini Mendominasi
EKONOMI

Realisasi Investasi Banten Capai Rp130,2 Triliun, Sektor Ini Mendominasi

Januari 27, 2026
PANI dan JRPT Resmi ‘Naik Kelas’ ke Papan Utama, CNMA Tergeser ke Papan Pengembangan
EKONOMI

PANI dan JRPT Resmi ‘Naik Kelas’ ke Papan Utama, CNMA Tergeser ke Papan Pengembangan

November 22, 2025
Usulan Pengamat: Komisi Kepastian Hukum Ekonomi untuk Dorong Investasi
NASIONAL

Usulan Pengamat: Komisi Kepastian Hukum Ekonomi untuk Dorong Investasi

November 10, 2025
Kabar Gembira! Nilai IPO Melonjak, Investor Yakin Ekonomi RI Makin Kuat
EKONOMI

Kabar Gembira! Nilai IPO Melonjak, Investor Yakin Ekonomi RI Makin Kuat

Oktober 30, 2025
Debt Collector Dinilai Makin Meresahkan, Dewan Usul Hapus Penagihan oleh Pihak Ketiga
NASIONAL

Debt Collector Dinilai Makin Meresahkan, Dewan Usul Hapus Penagihan oleh Pihak Ketiga

Oktober 13, 2025
Next Post
Meski Sayangkan Putusan MK, PRIMA Kabupaten Serang Siap Kembali Menangkan Zakiyah-Najib

Meski Sayangkan Putusan MK, PRIMA Kabupaten Serang Siap Kembali Menangkan Zakiyah-Najib

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh