CILEGON, BANPOS – Untuk menangani persoalan banjir di Kota Cilegon, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon membutuhkan anggaran Rp20 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna mengatakan untuk menangani persoalan banjir di Kota Baja, pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp20 miliar.
Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk beberapa hal. Seperti, penyelesaian Sungai Cibeber dengan pembangunan turap sebesar Rp7 miliar, pompa penyedot pembuangan air sebanyak 5 unit sebesar Rp6 miliar, rumah pompa Rp4,5 miliar untuk tandon dan normalisasi Rp3 miliar aliran sungai.
“Kebutuhannya untuk penanganan banjir mencapai Rp20 miliar. Untuk rumah pompa sendiri rencananya akan dibangun di 5 titik. Yaitu, rumah pompa di tandon Sukmajaya 1 dan Sukmajaya 2, rumah pompa tandon Tegal Buntu dan rumah pompa tandon Panakodan.
Ia menambahkan, selain pembangunan rumah pompa, pihaknya pun akan mengupayakan penyediaan mesin pompa air (alkon) yang digunakan untuk menyedot air yang menggenang pemukiman warga.
Khusus Sungai Cibeber, DPUPR Cilegon berencana akan membangun turap dengan ketinggian 3-3,5 meter dengan panjang sepanjang 10 kilometer.
“Pada 2024 lalu, kami gagal lelang untuk menyelesaikan Sungai Cibeber. Cuman hanya terlaksana 4 titik saja. Semestinya dengan pembangunan pintu air di 4 titik ini bisa meminimalisir banjir yang ada di sekitar. Contoh, adalah di Praja Mandiri. Kemarin di Praja Mandiri bukan karena tidak bisa menampung tapi karena memang air masuk melalui pintu buangan. Semestinya pada saat banjir maka di tutup oleh pasir, atau karung atau batu. Kedepan, kami akan membuat pintu air. Pembangunan pintu air ini sebagai tindakan urgen itu bisa dilakukan tanggul sementara untuk pembuatan pintu air,” tuturnya.
Menurutnya, dengan dibangun nya pompa pembuangan air ini, ketika terjadinya musim kemarau atau tidak ada hujan, rumah pompa ini bisa dikeringkan.
Sehingga pada saat ada kiriman banjir bisa tertampung dulu. Rata-rata air yang bisa masuk ke rumah pompa ini sekitar 1-2 hektar bahkan bisa jutaan kubik air.
“Kedepan langkah utama yang paling urgen kita lakukan dengan menyediakan pompa dan rumah pompa di 5 titik. Kedua, menuntaskan pembangunan saluran di Sungai Cibeber. membangun saluran gandeng. Kami pun akan menginventarisir jalan-jalan yang belum ada saluran.
“Kami akan berkoordinasi dan memohon bantuan kepada Pemerintah Pusat dalam rangka melebarkan gorong-gorong yang melintas di jalan nasional. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa membantu. Kami akan berkoordinasi secepatnya. Dan upaya preventif kami mengangkat endapan-endapan di saluran jalan dan sungai,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mengatakan sampai saat ini perencanaan penanganan banjir di Cilegon belum optimal. Pasalnya, sampai saat ini Kota Cilegon masih terjadi banjir saat turun hujan.
“Saya pikir perencanaan Pemkot Cilegon dalam menyelesaikan banjir belum optimal. Ini bukan hanya persoalan mengkaji. Tapi bagaimana mereka (Pemkot Cilegon) melihat kondisi hilir dan hulunya. Karena sungai ini kan saling menyatu berkaitan antara daerah satu dengan daerah lain dan antara kota lain bersambungan. Artinya, ini dari hulunya permasalahannya di mana? Ini harus kita lakukan juga,” kata Sitta ditemui di DPRD Kota Cilegon, Senin (13/1/2024).
Politisi PKS ini menekankan agar semua skala prioritas dalam perencanaan harus lebih diutamakan. Bahkan, semua pos anggaran harus didahulukan. (LUK)

Discussion about this post