CILEGON, BANPOS – Sulitnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) untuk memasarkan produknya di Kota Cilegon menjadi perhatian serius dari Wakil Walikota Cilegon Terpilih Fajar Hadi Prabowo.
Setelah dilantik nanti, pria berusia 35 tahun itu, mengaku akan fokus terhadap kesejahteraan masyarakat Cilegon khususnya para pelaku UMKM maupun IKM.
“Yang jelas, nanti Pemkot Kota Cilegon harus memberikan wadah dan pendampingan buat para pelaku UMKM dan IKM,” kata Fajar kepada BANPOS, Selasa (17/12/2024).
Pria lulusan Melbourne University ini mengatakan untuk mengembangkan UMKM dan IKM akan mengadakan berbagai pelatihan.
“Sebulan sekali kalau perlu ada Pelmot (pelatihan motivasi) atau seperti coaching bagaimana para pelaku usaha dapat insight-insight “How To” nya. Dan ini harus konsisten,” tuturnya.
Selain itu, harus ada komitmen dari pimpinan untuk memajukan UMKM dan IKM di Kota Baja ini.
“Contohnya, kalau meeting-meeting menggunakan UMKM dan IKM lokal Kota Cilegon, jangan pakai UMKM yang kota tetangga,” ujarnya.
Kemudian pihaknya juga akan menyiapkan galeri atau tempat khusus untuk menjual hasil produk UMKM maupun IKM.
“Saya pribadi merasa ini sangat diperlukan. Bayangkan kalau di tiap kecamatan ada center UMKM nya,” terangnya.
Namun demikian pihaknya akan melihat kekuatan anggaran terlebih dahulu.
“Tapi untuk detailnya, bagaimana dan kapannya,
nunsewu terlalu dini saya menjawab dikarenakan kami belum bisa melihat kapasitas capital anggaran Pemkot Cilegon,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon mengaku kesulitan dalam memasarkan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di galeri
Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cilegon.
Kepala Disperindag Kota Cilegon Andriyanti mengatakan meskipun produk-produk IKM asli Cilegon sudah layak ekspor namun dalam hal penjualan masih butuh dukungan dari semua pihak.
Mantan Kabag Umum Setwan DPRD Kota Cilegon ini mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan dalam penjualan produk-produk IKM hasil pengrajin masyarakat Kota Cilegon ini. Produknya sendiri seperti tas, baju, keranjang, boneka dan lain-lain.
“Produk kita standarnya bagus cuman kita kendalanya kurang marketing. Jadi jangankan masyarakat mungkin pegawai Pemkot Cilegon pun mungkin tidak tahu bahwa kita punya galeri (dekranasda) produk-produk dari hasil industri kecil Cilegon yang semuanya fashionable, up to date dan dipakai untuk sehari-hari pun sangat bagus. Dan satu lagi dari kita punya galeri (dekranasda) ini diharapkan kerjasama dari OPD apabila ada tamu ada kunjungan, kemudian mereka ingin memberikan cendramata disarankan membeli atau membawa produk kita untuk cendramata ke daerah luar. Supaya produk kita bisa dikenal di daerah-daerah lain,” paparnya.
Andriyanti juga mengatakan saat ini produk dari Kota Cilegon sendiri masih sangat sulit mendapatkan penjualan yang signifikan.
“Mungkin kita juga kurang promosinya. Maka kita kedepannya dengan nantinya juga kita akan memiliki gedung IKM semoga dengan kita punya gedung IKM promosi kita yang semakin kencang, jadi produk kita semakin dikenal oleh masyarakat Kota Cilegon sendiri dan pengunjung dari luar kota juga,” tuturnya.
Pihaknya juga setiap tahun selalu mengikuti pameran tingkat nasional seperti Kriyanusa dan Inacraft. Saat ini IKM binaan Disperindag Kota Cilegon ada sekitar 20 pelaku IKM dan sekitar 200 jenis produk. (LUK)



Discussion about this post