SERANG, BANPOS – Tim kampanye Ratu Ria Maryana – Subadri Ushuludin menyayangkan adanya tindakan bagi-bagi alat peraga kampanye (APK) dan atribut, yang dilakukan oleh tim pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Serang lainnya, di acara istigosah Pemkot Serang pada Sabtu (23/11) malam.
Laison Officer Paslon 01, Alung Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari masyarakat mengenai dugaan pembagian APK berupa baju dari salah satu Paslon, di acara istigosah Pilkada Damai yang diselenggarakan oleh Pemkot Serang.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa terdapat kegiatan bagi-bagi baju dari salah satu paslon, pada kegiatan istigosah yang dilakukan oleh Pemkot Serang di Alun-alun,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat yang melaporkan kepadanya, melihat tindakan bagi-bagi baju berwarna biru muda bertuliskan salah satu Paslon, di sekitar Alun-alun Kota Serang.
“Masyarakat mengatakan kepada kami, baju yang dibagikan cukup banyak dan yang membagikan tersebar di beberapa titik. Pihak yang membagikan menggunakan rompi coklat bertuliskan akronim salah satu calon,” ucapnya.
Ia pun meminta kepada seluruh pihak, untuk menghormati aturan yang ada, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan Pilkada. Terlebih, agenda Pemkot Serang itu bertajuk Istigosah Pilkada Damai Kota Serang.
“Damai harus dimulai dengan taat aturan. Makanya kami minta semua pihak untuk menjunjung tinggi aturan dalam pesta rakyat ini. Tentunya kami menyayangkan apa yang dilakukan oleh oknum tim dari Paslon lain itu,” tegasnya.
Maka dari itu, pihaknya pun mendesak kepada Bawaslu Kota Serang dan Gakkumdu, untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Sebab, hal itu sudah masuk ke ranah pidana pemilihan, dengan berupaya membajak kegiatan pemerintahan.
“Kami meminta Bawaslu dan Gakkumdu untuk menindaklnjuti dan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Ini bukan hanya mencoreng nilai-nilai demokrasi, namun jauh lebih dari itu. Kegiatan bagi-bagi kaos di acara pemerintahan Kota Serang telah mencoreng harkat martabat pemerintah Kota Serang,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pegawai Pemkot Serang yang terlibat dalam kegiatan itu, membenarkan adanya bagi-bagi APK berupa baju, oleh salah satu tim paslon Walikota dan Wakil Walikota Serang.
“Tim yang membagikan terdiri dari ibu-ibu menggunakan rompi coklat bergambar dan betuliskan salah satu calon. Dibagikannya di sekitar kegiatan Istigosah Pemkot Serang,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya.
Mengetahui adanya pembagian tersebut, panitia dari Pemkot Serang pun menghampiri tim dari salah satu paslon itu, dan meminta mereka untuk pergi.
“Setelah didatangi, mereka akhirny pergi. Ini kan acara Pemkot, makanya gak boleh ada atribut dari paslon manapun, ini murni kegiatan dari pemerintah untuk mengharapkan Pilkada yang damai,” tandasnya. (MYU/DZH)



Discussion about this post