Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kekeringan Bikin Warga Serang Jarang Mandi

Kekeringan dan Krisis Air

by Tim Redaksi
Oktober 5, 2023
in PERISTIWA
Seorang warga Kasemen, Kota Serang tengah mengambil air di sumur buatan untuk kebutuhan sehari-hari.

Seorang warga Kasemen, Kota Serang tengah mengambil air di sumur buatan untuk kebutuhan sehari-hari.

SERANG, BANPOS – Wilayah yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih di Kota Serang bertambah luas. Saat ini terdapat sebanyak lima kecamatan dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, jumlah wilayah yang terdampak ada lima Kecamatan yaitu, Kasemen, Taktakan, Walantaka, Serang dan Cipocok Jaya.

Baca Juga

Murni dan Zeka Definitif, Tri Masuk Kotak

Murni dan Zeka Definitif, Tri Masuk Kotak

Januari 13, 2026
Tangerang Kembali Dilanda Krisis Air Bersih, Pemkot Didorong Audit Perumda Tirta Benteng

Tangerang Kembali Dilanda Krisis Air Bersih, Pemkot Didorong Audit Perumda Tirta Benteng

Oktober 10, 2025
foto istimewa

Tirta Berkah Salurkan 117 Air Bersih

September 29, 2023
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

September 13, 2023

“Jumlah Kelurahan yang terdampak ada 12 Kelurahan yaitu, Terumbu, Mesjid Priyayi, Bendung, Sawah Luhur, Margaluyu, Cibendung , Teritih, Kilasah, Sukawana, Banjar Agung , Banjar Sari dan Banten,” katanya, Senin (2/10).

Sementara itu, ada 35 titik lingkungan yang masuk krisis air. 28 titik di Kecamatan Kasemen, satu titik di Kecamatan Serang, Kecamatan Walantaka satu titik, tiga titik di Kecamatan Taktakan dan dua titik di Kecamatan Cipocok jaya.

“Rekapitulasi kejadian bencana kekeringan dan krisis air bersih di lingkungan, Kelurahan Margaluyu Kecamatan Kasemen ada 100 keluarga yang terdampak. Di lingkungan Sukawali, Keluruhan Mesjid Priyayi Kecamatan Kasemen 322 keluarga,” ujarnya.

Sedangkan di lingkungan Babadan Kelurahan Terumbu Kecamatan Kasemen ada 70 keluarga yang terdampak. Linkungan Bendung Kelurahan Bendung 115 keluarga. Lingkungan Lamaran Kelurahan Bendung ada 200 keluarga.

Di Linkungan Kecacang Kelurahan Sawah Luhur ada 201 keluarga yang terdampak, Komplek Persada 450 keluarga. Di linkungan Terwana Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi Kecamatan Kasemen 106 keluarga.

Kemudian di lingkungan Sinaba Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen ada 112 keluarga. Lingkungan Suci Kelurahan Terumbu ada 200 keluarga.

“Linkungan Kali Salak, Kelurahan Sukawana  ada 350 keluarga yang terdampak, di lingkungan Kalipangpang Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen ada 488 keluarga yang terdampak, di Ciwaru Kelurahan. Banjar Agung Kecamatan Cipocok Jaya ada 275 keluarga dan di Kebon Lama Kelurahan Sawah Luhur Kecamatan Kasemen ada 258 keluarga,"
ucapnya.

Salah satu warga Kebasiran Tanggul, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang,  Marni (47) mengaku saat ini kesulitan air bersih.

“Mandi juga jarang, paling sikat gigi, cuci muka. Kalau nggak ada, air galon buat cuci muka. Mandi sehari sekali, kadang-kadang dua hari gak mandi. Mau beli nggak punya uang kan, ya dua hari nggak mandi,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhannya, dirinya bahkan harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk mencuci pakaian pun hanya sekedar membilas.

“Mandi, nyuci. Kalau mau bagus beli, segerobak Rp20 ribu. Nyuci juga paling dibilas sama yang bagus. Kan dapat beli harus hemat,” ucapnya.

Dirinya mengaku, di musim kemarau ini dirinya bahkan sampai membuat sumur buatan. Meski demikian air yang keluar pun memiliki rasa yang cenderung asin.

“Padahal asin ini (airnya). Bekas empang dikasih jaer nila, tapi ada hikmahnya juga tumbuh kangkung. Hampir 2 bulan bikin sumur buatan. Paling semeter, paling dalam1,5 meter,” ujarnya.

“Kalau banjir, nyuci baju, bersihin beras di kali. Kalinya kering, makanya bapak-bapaknya ngambil air. Bantuan baru sekali, buat mandi, masak,nyuci. Seminggu sekali, dicukup-cukupin aja,” tandasnya. (CR-01/AZM) 

Tags: 35 titik lingkungan krisis airDiat HermawanKekeringan dan Krisis AirKepala Pelaksana BPBD Kota Serangkrisis air bersih
ShareTweetSend

Berita Terkait

Murni dan Zeka Definitif, Tri Masuk Kotak
PERISTIWA

Murni dan Zeka Definitif, Tri Masuk Kotak

Januari 13, 2026
Tangerang Kembali Dilanda Krisis Air Bersih, Pemkot Didorong Audit Perumda Tirta Benteng
NASIONAL

Tangerang Kembali Dilanda Krisis Air Bersih, Pemkot Didorong Audit Perumda Tirta Benteng

Oktober 10, 2025
foto istimewa
PERISTIWA

Tirta Berkah Salurkan 117 Air Bersih

September 29, 2023
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)
PERISTIWA

Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

September 13, 2023
Gabungan lembaga sosial saat menyalurkan air bersih kepada warga Desa Idaman.
PERISTIWA

Terdampak Kekeringan Kabupaten Pandeglang Dapat Bantuan

September 6, 2023
Kepala Desa Pasirjaksa, Ma'ruf Sudarji di areal persawahan yang kondisinya mengalami kekeringan.
PEMERINTAHAN

Desa Pasirjaksa Pandeglang Alami Krisis Air Bersih

September 5, 2023
Next Post

Airin : Hari Jadi Provinsi Banten Momentum Memperkuat Kebersamaan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh