Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pembahasan DBH Pajak dan Dana BTT Pemprov Banten Berjalan Alot

Persoalan Dana Bagi Hasil (DBH)

by Tim Redaksi
September 13, 2023
in PEMERINTAHAN
Pembahasan DBH Pajak dan Dana BTT Pemprov Banten Berjalan Alot

Pembahasan DBH Pajak dan Dana BTT Pemprov Banten Berjalan Alot

SERANG, BANPOS – Persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pajak ke kabupaten/kota menjadi salah satu dari empat hal yang menjadi pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD Banten tahun 2023 oleh Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Diketahui. permasalahan ini juga sulit menemukan titik terangnya antara pemprov dan DPRD.

DBH pajak ke delapan kabupaten/kota, ini sebelumnya pernah menjadi utang pemprov, akibat dana persediaan atau cash flow di kas daerah tidak ada. Hal ini sempat menjadi catatan penting, sehingga pemprov mendapat teguran dari pemerintah pusat, melalui Kemendagri.

Baca Juga

Diundang Pemdes, Gudang Wings Labuan Mangkir

Maret 4, 2026
Warga Gak Perlu Panik, Ini Cara dan Syarat Reaktivasi BPJS PBI

Warga Gak Perlu Panik, Ini Cara dan Syarat Reaktivasi BPJS PBI

Februari 10, 2026
Tidak Ada Laporan, Disnaker Lebak Tidak Bisa Tindak Dugaan Pelanggaran Hak Karyawan PT Radja Udang Malingping

Tidak Ada Laporan, Disnaker Lebak Tidak Bisa Tindak Dugaan Pelanggaran Hak Karyawan PT Radja Udang Malingping

Januari 5, 2026
Mahasiswa Unpam Kampus Serang Latih Siswa Padarincang Kelola Keuangan Digital

Mahasiswa Unpam Kampus Serang Latih Siswa Padarincang Kelola Keuangan Digital

November 17, 2025

Persoalan kedua adalah, gaji pegawai, ketiga, pembayaran BPJS bagi masyarakat miskin, dan yang terakhir, atau ke-empat mengenai belanja tak terduga (BTT) yang akan dialokasikan untuk bencana akibat kemarau panjang sebesar Rp65 miliar.

Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo dihubungi melalui telpon genggamnya, mengungkapkan, Banggar dan TAPD telah menuntaskan pembahasan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS tahun 20223.

“Kita sudah menyepakati apa yang telah menjadi agenda di Anggaran Perubahan 2023 ini,” katanya.

Budi yang merupakan politisi PKS ini juga mengungkapkan, ada beberapa point penting dalam pembahasan antara Banggar dengan TAPD dan menyepakati Perubahan KUA dan PPAS 2023, diantaranya mengenai kewajiban pemprov kepada kabupaten/kota serta bencana kekeringan.

“Karena kita lebih pada ke kebutuhan publik mendasar seperti BPJS, kita hitung sampai 12 bulan, belanja pegawai 12 bulan, serta dana bagi hasil ke kabupaten/kota jangan sampai terutang. dan terakhir soal BTT yang kita siapkan Rp65 miliar itu, kalau memang diperlukan dan dianggap kekeringan ini masuk dalam kategori bencana, maka dana BTT itu akan kita buatkan sumur-sumur untuk kepentingan warga,” katanya.

Namun, khusus dana BTT Rp65 miliar, bisa saja tidak digunakan untuk membuat sumur-sumur. Hal itu akan disesuaikan dari usulan kabupaten/kota seperti menyediakan dan memasok air bersih.

“Tapi kalau untuk benih tanaman atau padi, itu tidak termasuk dalam BTT, kalau soal itu bisa kita sampaikan ke dinas pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banten, Nawa Said Dimyati menyaku, terjadinya perdebatan dalam pembahasan rancangan KUA dan PPAS Perubahan tahun 2023 itu adalah hal yang biasa, lantaran dari masing-masing pihak punya kepentingan.

“Semuanya mengacu pada kepentingan masyarakat Banten. Nggak ada ribut, kalau rapat ‘kenceng-kencengan’ biasa itu mah. Pemprov dan DPRD sama.buat kepentingan masyarakat Banten. Keributan berfikir,’ ujar Nawa Said Dimyati yang akrab dipanggil Cak Nawa.

Diketahui, APBD Banten tahun 2023 sebesar Rp 11,7 triliun. Anggaran tersebut keseluruhan pendapatan daerah sebesar Rp11,5 triliun. Dengan demikian terjadi defisit sebesar Rp227 miliar.

Pendapatan itu dibelanjakan, terdiri belanja operasi sebesar Rp6.8 triliun, belanja modal Rp1,79 trilliun, belanja tidak terduga Rp79 miliar, dan belanja transfer Rp3 triliun. Adapun defisit atau kekurangan Rp227 miliar, akan tertutupi dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2022.(RUS/PBN)

Tags: BPJScash flowKUAPersoalan Dana Bagi HasilPPASsektor pajak ke kabupaten/kotautang pemprov
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Diundang Pemdes, Gudang Wings Labuan Mangkir

Maret 4, 2026
Warga Gak Perlu Panik, Ini Cara dan Syarat Reaktivasi BPJS PBI
PEMERINTAHAN

Warga Gak Perlu Panik, Ini Cara dan Syarat Reaktivasi BPJS PBI

Februari 10, 2026
Tidak Ada Laporan, Disnaker Lebak Tidak Bisa Tindak Dugaan Pelanggaran Hak Karyawan PT Radja Udang Malingping
PERISTIWA

Tidak Ada Laporan, Disnaker Lebak Tidak Bisa Tindak Dugaan Pelanggaran Hak Karyawan PT Radja Udang Malingping

Januari 5, 2026
Mahasiswa Unpam Kampus Serang Latih Siswa Padarincang Kelola Keuangan Digital
EKONOMI

Mahasiswa Unpam Kampus Serang Latih Siswa Padarincang Kelola Keuangan Digital

November 17, 2025
Ini Program BPJS Ketenagakerjaan Yang Paling Banyak Diklaim, Jumlahnya Fantastis
KESEHATAN

Ini Program BPJS Ketenagakerjaan Yang Paling Banyak Diklaim, Jumlahnya Fantastis

November 6, 2025
Pasien Warga Badui Nyaman Jalani Perawatan di RSUD Adjidarmo Dengan BPJS PBI
KESEHATAN

Pasien Warga Badui Nyaman Jalani Perawatan di RSUD Adjidarmo Dengan BPJS PBI

September 15, 2025
Next Post
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

30 Kasus Kebakaran Sudah Terjadi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh