Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KNKT Investigasi Kebakaran Mutiara

Penyebab KMP Mutiara Berkah I Yang Terbakar

by Tim Redaksi
September 11, 2023
in LIPUTAN KHUSUS, PERISTIWA
LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS
KMP Mutiara Berkah I terbakar di Pelabuhan Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Rabu (6/9) lalu.

LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS KMP Mutiara Berkah I terbakar di Pelabuhan Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Rabu (6/9) lalu.

MERAK, BANPOS – Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun ke Pelabuhan Indah Kiat Merak, Kota Cilegon untuk mencari tahu penyebab KMP Mutiara Berkah I yang terbakar pada Rabu (6/9) lalu.

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Bambang Safari Alwi mengatakan, pihaknya pada hari pertama investigasi akan melakukan langkah awal dengan wawancara dengan awak kapal dan penumpang.
“Nanti kita juga akan melakukan wawancara terhadap perusahaan, terhadap pelabuhan ini,” kata Bambang saat ditemui di lokasi, Kamis (7/9).

Baca Juga

No Content Available

Untuk memastikan penyebab kapal terbakar, kata Bambang, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kapal. Namun saat ini, investigasi belum dapat dilakukan karena kapal tengah dalam proses pendinginan.
“Sekarang proses masih cooling (pendinginan), karena panas, kita KNKT belum bisa masuk. Jadi sekarang kami coba mencari informasi melakukan wawancara ke awak kapal dan juga penumpang yang saat itu mungkin menyaksikan kejadian,” tuturnya.

“Jadi KNKT pure semata-mata mencari tahu akar permasalahannya. Apa sih penyebabnya sampai kapal mengalami terbakar. Karena kita tahu kapal saat itu belum berlayar,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala KSOP Banten, Brigjen Pol Capt Hermanta menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan penyebab kebakaran. Ia menyatakan, proses penyelidikan juga akan melibatkan KNKT.

“Masih dalam proses penyelidikan, dan sedang berjalan dan proses investigasi masih dilakukan nanti juga tim dari KNKT akan turun untuk melakukan investigasi,” terangnya.

Hermanta menyebutkan, jumlah penumpang yang ada saat kejadian terjadi tercatat sebanyak 139 orang. Di dalam kapal juga tercatat ABK sebanyak 23 orang, petugas kantin 5 orang serta 8 orang pembawa acara yang berada sebagai fasilitas kapal. Untuk jumlah kendaraan, pihaknya masih belum dapat memastikan dan akan dilakukan investigasi.

“Untuk kendaraan masih kita investigasi, karena saat terjadi kebakaran itu, operasi muatan sedang berjalan,” paparnya.

Pihaknya berterimakasih, pemadaman Kapal mutiara Berkah I dapat dilakukan berkat kerjasama seluruh pihak kemaritiman di Banten serta TNI Polri. Dimana seluruh pihak bersama sama bersinergi untuk menangani kebakaran yang terjadi.

“Alhamdulilah berkat kerjasama yang erat dari seluruh civitas maritim di wilayah Pelabuhan Banten dan TNI Polri. Dimana bantuan kendaraan pemadam dan kapal secara bersama sama bersinergi melakukan pemadaman dan pendinginan,” tandasnya. (LUK/PBN)

Tags: KNKTKomite Nasional Keselamatan Transportasi
ShareTweetSend

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
ISTIMEWA
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengenai sinergi BUMN melalui kolaborasi Angkutan Barang Multimoda di Jakarta Railway Centre, Jakarta Pusat, pekan lalu.

ASDP-KAI Integrasikan Layanan Angkutan Barang Multimoda

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh