Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Puso, Ratusan Juta Rupiah Melayang

Warga Baduy Mulai ‘Ngahuma’

by Tim Redaksi
September 4, 2023
in EKONOMI, PERISTIWA
Ketua kelompok tani (Koptan) Sukabungah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meninjau
persawahan yang mengalami kekeringan dan gagal panen hingga kerugian mencapai Rp650 juta.
ANTARA/Mansur

Ketua kelompok tani (Koptan) Sukabungah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meninjau persawahan yang mengalami kekeringan dan gagal panen hingga kerugian mencapai Rp650 juta. ANTARA/Mansur

LEBAK, BANPOS – Dampak fenomena El Nino kian terasa bagi masyarakat pada puncak kekeringan yang telah di prediksi oleh BMKG, yakni Agustus hingga September 2023. Di Kabupaten Lebak, para petani mengalami kerugian ratusan juta rupiah lantaran mengalami puso.

Seperti yang diakui oleh Kelompok Tani (Poktan) Sukabungah Kabupaten Lebak, yang diperkirakan
mengalami kerugian hingga Rp650 juta akibat kekeringan yang terjadi saat ini.

Baca Juga

540 Kepala Keluarga di Dadap Diterjang Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 30 Cm

540 Kepala Keluarga di Dadap Diterjang Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 30 Cm

Desember 5, 2025
Wisatawan Anyar-Cinangka Diimbau Waspada Hoaks Jelang Nataru

Wisatawan Anyar-Cinangka Diimbau Waspada Hoaks Jelang Nataru

Desember 3, 2025
Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Peringatan BMKG

Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Peringatan BMKG

Desember 3, 2025
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Termasuk untuk Wilayah Banten

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Termasuk untuk Wilayah Banten

November 21, 2025

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua Koptan, Ruhiana. Ia memaparkan, kemarau ekstrem yang terjadi
membuat petani terhambat dan bahkan tidak dapat melakukan aktivitas bertani. ”Gagal panen yang dialami petani ini akibat kemarau ekstrem,” ujar Ruhiana kepada awak media, Sabtu (2/9).

Ia menjelaskan, dari ratusan hektare area persawahan, hanya sekitar 20 hektar tanaman padi yang bisa diselamatkan. Dari jumlah tersebut, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani sekitar Rp5 juta setiap hektarenya.

”Sekitar 130 hektare sawah gagal panen. Kami harap segera mendapat bantuan terutama pompa
dengan kapasitas besar guna menyedot air dari Sungai Ciujung, agar meminimalisir angka kerugian,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan
pihaknya tengah mengajukan bantuan pompanisasi ke Pemerintah Provinsi Banten, guna menekan
luasan kekeringan.

Hal ini dilakukan agar tanaman padi yang kini berusia 30 hari setelah ditanam bisa tumbuh dengan baik atau terselamatkan. ”Kami mencatat 226 hektar persawahan terancam gagal panen akibat kekeringan itu,” singkatnya.

Terpisah, saat ini masyarakat adat Baduy mulai mulai melakukan gerakan tanam secara serentak 2023, sesuai kalender adat mereka. Hal ini untuk memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi setempat.

Menurut keterangan dari seorang warga petani suku Baduy, mereka tengah disibukan membuka ladang
huma. ”Iya, kami sudah beres bubuka ladang dengan pembakaran kayu-kayu dan ilalang rumput untuk melakukan tanaman padi huma,” ungkap Santa Setiawan (45), warga Desa Kanekes, Sabtu (2/9).

Memang saat ini warga Baduy tengah melakukan ngaseuk, yakni gerakan penanaman padi huma
dengan melubangi tanah dengan memasuki dua butir padi di area ladang. Warga Baduy hingga kini
masih mempertahankan pertanian sistem ladang, karena merupakan warisan adat leluhur mereka dan
itu tidak boleh dilakukan pelanggaran waktu dan tatacara.

Diketahui, pertanian sistem ladang ini dilaksanakan di lahan darat. Cara ini ramah lingkungan juga terjaga penghijauan dan pelestarian alam. Dan para petani Baduy dilarang menanam padi di area persawahan.

”Kami menanam padi huma tahun ini seluas 1,5 hektare di lahan milik Perum Perhutani di Blok
Cicuraheum Gunungkencana,” kata Santa.

Senada, petani Baduy lainnya, Pulung (55), menyebut dirinya sudah menanam padi huma.”Tiga hari lalu baru beres ngabeubeunah dengan pembakaran kayu-kayu belukar dan ilalang. Kami kemarin sudah ngaseuk di Huma itu,” ujarnya.

Pulung menjelaskan, gerakan penanaman padi huma diharapkannya lancar dan bisa menghasilkan
panen padi bagus. Menurutnya, cadangan pangan padi miliknya saat ini masih ada tersimpan di Leuit
(lumbung padi). ”Saat ini saya masih punya simpanan padi 3 ton. Bahkan padi 20 tahun lalu masih awet, aya disimpan di Leuit,” tuturnya.

Terangnya, selain menanam padi, ia dan warga petani Baduy lainnya selalu memanfaatkan lahan ladang kosong dengan tanaman tumpang sari.

”Di ladang kami itu nanti selain ditanami padi huma, juga sayur-sayuran, palawija dan pisang serta tanaman keras dengan sistem tumpang sari,” jelas Pulung.

Soal ngahuma pada bulan September, secara terpisah, tetua adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, menjelaskan gerakan penanaman padi huma di ladang-ladang petani dilakukan awal bulan September 2023, dan itu waktunya tak boleh mundur. Menurut Saija, hal tersebut sesuai jadwal kalender adat dan panen enam bulan ke depan, yakni April 2024.

”Kami ngahuma setahun sekali. Walau kemarau petani Baduy tetap melakukan gerakan tanam tidak
mengenal kondisi alam, seperti saat ini terjadi kemarau. Dan Kami tidak boleh menanam padi huma
mundur pada Oktober mendatang,” kata Jaro Saija.

Kata Saija, masyarakat Baduy jumlahnya sekitar 4.000 KK, mereka serentak pada awal September
melakukan gerakan tanam padi huma di area ladang yang tersebar di kawasan hak tanah ulayat adat
juga dan di luar kawasan adat.

”Kami berharap pelaksanaan tanam padi huma berjalan lancar dan bisa dipanen tanpa serangan hama penyakit tanaman,” ungkapnya berharap. (WDO/MYU/DZH/ANT)

Tags: BMKGDampak fenomena El Ninopetani Baduy
ShareTweetSend

Berita Terkait

540 Kepala Keluarga di Dadap Diterjang Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 30 Cm
NASIONAL

540 Kepala Keluarga di Dadap Diterjang Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 30 Cm

Desember 5, 2025
Wisatawan Anyar-Cinangka Diimbau Waspada Hoaks Jelang Nataru
EKONOMI

Wisatawan Anyar-Cinangka Diimbau Waspada Hoaks Jelang Nataru

Desember 3, 2025
Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Peringatan BMKG
HUKRIM

Polda Banten Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Peringatan BMKG

Desember 3, 2025
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Termasuk untuk Wilayah Banten
PERISTIWA

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Termasuk untuk Wilayah Banten

November 21, 2025
Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal
EKONOMI

Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal

November 14, 2025
Ini Prakiraan Cuaca di  Kota Serang Hari Ini
PERISTIWA

Ini Prakiraan Cuaca di Kota Serang Hari Ini

November 5, 2025
Next Post

Pemkot Tangerang Kantongi Ratusan Miliar

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh