Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Nelayan Minta Muara Karangantu Dikeruk, Tempat Bersandar Perahu Alami Pendangkalan

by Gina Maslahat
Agustus 2, 2023
in PERISTIWA
Nelayan yang sedang memarkirkan perahunya di sungai yang alami pendangkalan

Nelayan yang sedang memarkirkan perahunya di sungai yang alami pendangkalan

SERANG, BANPOS – Pendangkalan sungai menghambat kegiatan para nelayan Karangantu, Kecamatan Kasemen. Pasalnya, akibat pendangkalan di muara karangantu tersebut para nelayan kesulitan untuk menepikan perahunya di pinggiran sungai yang memang menjadi lokasi tempat bersandarnya perahu nelayan-nelayan tersebut.

Salah satu nelayan di Karangantu, Tahir (32) mengatakan bahwa adanya pendangkalan di sungai tersebut membuat aktivitasnya terganggu. Karena perahu yang dirinya miliki kesulitan untuk berangkat melaut, juga saat kembali.

Baca Juga

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026

“Lalu lintas perahu seperti parkir sulit untuk menepi, saat pagi mau melaut juga susah. Menghambat nelayan,” katanya.

Tahir mengaku pendangkalan tersebut sudah terjadi sejak lama. Akan tetapi hingga saat ini tidak kunjung dilakukan pengerukan untuk mengurangi lumpur, sampah hingga bangkai kapal yang ada di sungai tersebut.

“Sudah lama, lama banget malah. Terakhir kira-kira sekitar 10 tahun belum ada pengerukan kembali. Pagi ini (1/8) malah parah, paling tidak sampai satu meter airnya,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, bahwa ia bersama nelayan lainnya sudah sering mengajukan pengerukan lokasi tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini tidak kunjung dilakukan pengerukan.

“Maunya sih setiap tahun dilakukan pengerukkan. Kita juga sudah sering mengajukan ke pihak terkait untuk meminta pengerukan. Katanya sih sudah diajukan untuk ditindaklanjuti prihal pengerukan lumpur yang ada di sungai yang jadi dermaga ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pengerukan tersebut idealnya dilakukan dua kali dalam lima tahun. Tahir berharap, agar sungai tersebut bisa segera dilakukan pengerukan. Agar aktivitasnya sebagai nelayan tidak terhambat.

“Standarnya lima tahun dua kali dilakukan pengerukkan. Harapannya, ini bisa dilakukan pengerukkan supaya lalu lintas nelayan bisa lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, nelayan lainnya, Supri (50) mengungkapkan, bahwa aktivitasnya sebagai nelayan terganggu dengan pendangkalan tersebut. Pasalnya tidak hanya lumpur yang ada di sungai tersebut, tetapi juga adanya bangkai-bangkai perahu dan sampah juga mengganggu dirinya dalam menggerakan kapal untuk melaut.

“Sulit, kan banyak sampah, kayu sisa bangkai kapal terus lumpur kan itu ganggu. Apalagi itu sampah sama kayu, kalo kena kipas kapal bisa rusak kipasnya. Ini kan menghalangi aktivitas nelayan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku sudah seringkali mengajukkan kepada pihak terkait untuk melakukan pengerukan dan pembersihan sungai tersebut baik dari lumpur, sampah juga kayu sisa bangkai kapal.

“Sudah beberapa kali ngajuin, tapi cuma jawab iya-iya aja, tapi ga ada tindaklanjut sampai sekarang. Yah mudah-mudahan ini bisa secepatnya dibersihkan,” tandasnya. (CR-01/AZM)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026
PERISTIWA

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab
PERISTIWA

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini
HEADLINE

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
Next Post
Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa

Daya Tampung Disebut Jadi Biang Kerok PPDB Kacau

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh