Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kantor UPP Kelas III Labuhan Gelar Sosialisasi Pembersihan Sampah Non Organik dan Kerangka Kapal

by Panji Romadhon
Juli 22, 2023
in PERISTIWA

PANDEGLANG, BANPOS – Kantor Unit Pelaksana Pelayanan (UPP) Kelas III Labuhan menggelar sosialisasi pembersihan sampah non organik dan kerangka kapal.

Kepala Kantor UPP Kelas III Labuhan Boy Prasojo mengatakan keselamatan pelayaran merupakan suatu hal yang utama dalam pelayaran.

Baca Juga

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

November 21, 2025
Sejarah Baru Konservasi: Badak Jawa Musofa Berhasil Ditranslokasi ke JRSCA Ujung Kulon

Sejarah Baru Konservasi: Badak Jawa Musofa Berhasil Ditranslokasi ke JRSCA Ujung Kulon

November 21, 2025
Nelayan Lebak Terciduk di TNUK

Nelayan Lebak Terciduk di TNUK

September 22, 2023

Sempat Ditolak, Proyek JRSCA di TNUK Dipaksakan Berlanjut

April 12, 2022

Menurutnya, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari sampah non organik, serta kerangka kapal yang terbuang begitu saja.

Turut hadir dalam sosialisasi antara lain Kepala Kantor UPP Kelas III Labuhan Boy Prasojo, Direktur Utama PT Lion Marine Salvage Fadillah, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan INSA Kapten Zaenal Arifin Hasibuan, Polhut Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Agus Fatlas dan para tamu undangan.

“Intinya unsur utama keselamatan pelayaran yang utama adalah keselamatan manusia kesatu,” ujarnya di hotel Mutiara Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (22/7).

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk pembersihan sampah di lautan terutama di kawasan kerja lingkungan Taman Nasional Ujung Kulon. Tentunya, kata dia, pembersihan memerlukan bantuan dari semua stakeholder yang terlibat.

“Kegiatan percepatan pembersihan sampah di kawasan Taman Nasional ujung kulon agar pihak Taman Nasional,” katanya.

Sementara itu, Kabid Organisasi dan Keanggotaan DPP INSA, Kapten Zainal Arifin Hasibuan mengatakan, penyingkiran bangkai kapal itu memiliki aturan yang mengikat kapal, agar kegiatan angkutan perairan itu bisa terjamin keselamatan dan keamanan serta menjamin perlindungan lingkungan maritim.

“Keselamatan pelayaran itu yang paling tinggi levelnya adalah keselamatan manusia,” tegasnya.

Zainal mengakui pentingnya keselamatan jiwa di laut, serta pentingnya perlindungan lingkungan maritim.

Polhut Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Agus Fatlas, mengatakan perairan TNUK mencapai 44.337 hektare yang meliputi semenanjung Ujung Kulon.

Kata dia, sampah yang ditemukan di TNUK tidak hanya besi dari bangkai kapal, akan tetapi ditemukan juga sampah plastik.

“Temuan sampah tidak hanya besi, tetapi juga plastik,” terangnya.

Ia juga mengatakan sampah yang berada di TNUK juga berasal dari luar, hal itu dikarenakan sampah terbawa arus laut. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus sampah dari luar.

“Terkadang sampah juga datang dari luar juga ke TNUK karena dari arus laut ini ngumpul sekitar pantai panaikan sehingga ini juga perlu khusus penanganan sampah dari luar,” tuturnya.

Agus juga mengkhawatirkan bahaya sampah apabila ada kapal-kapal yang membuang sampahnya, sehingga mengganggu kelestarian TNUK.

“Juga dari kapal yang membuang sampah, yang saya khawatirkan sampah berbahaya sehingga mengganggu kelestarian TNUK,” tandasnya.

Sementara itu, Lembaga Penjaga Pesisir dan Pulau Pulau Banten (LP3B), Galih Artaminata Kusuma, mengatakan untuk menangani masalah sampah di sepanjang pantai kawasan dan pulau-pulau yang masuk TNUK bukan perkara mudah. Sebab, keterbatasan alat dan SDM sangat mempengaruhi penanganan masalah ini.

“Tujuannya agar Kawasan TNUK tetap bersih. Namun itu tadi diluar dari keinginan kita ternyata sampah banyak terdampar di tepi pantainya yang diduga dari ulah tangan manusia buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Tags: keanggotaan INSAKebersihan lingkunganpembersihan sampahPOLHUTPT Lion Marine SalvageTNUKUPP Kelas II Pelabuhan
ShareTweetSend

Berita Terkait

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK
PARIWISATA

KAPA K-61 Marinir TNI AL Jadi Faktor Penentu Suksesnya Translokasi Badak Jawa ke TNUK

November 21, 2025
Sejarah Baru Konservasi: Badak Jawa Musofa Berhasil Ditranslokasi ke JRSCA Ujung Kulon
PARIWISATA

Sejarah Baru Konservasi: Badak Jawa Musofa Berhasil Ditranslokasi ke JRSCA Ujung Kulon

November 21, 2025
Nelayan Lebak Terciduk di TNUK
NASIONAL

Nelayan Lebak Terciduk di TNUK

September 22, 2023
HEADLINE

Sempat Ditolak, Proyek JRSCA di TNUK Dipaksakan Berlanjut

April 12, 2022
Next Post

Perkuat Program Kerja, Peradi Tangerang Gelar Rakercab

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh