Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bahana TCW Optimis Pertumbuhan Kredit 10 Persen

by Tim Redaksi
Juli 6, 2023
in PERISTIWA
Bahana TCW

Bahana TCW

JAKARTA, BANPOS – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) optimis kredit perbankan sepanjang tahun ini mampu tumbuh pada kisaran yang ditargetkan oleh Bank Indonesia (BI).

BI memperkirakan penyaluran kredit dari perbankan sepanjang tahun ini akan berada pada kisaran 10-12 persen. Pada Mei 2023, industri perbankan berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini, semakin menguat dari pencapaian bulan sebelumnya yang tumbuh 8 persen secara tahunan.

Baca Juga

Ratusan Warga di Lebak Rela Mengantre Demi Bisa Menukarkan Uang

Ratusan Warga di Lebak Rela Mengantre Demi Bisa Menukarkan Uang

Februari 23, 2026
Wow! Transaksi QRIS di Banten Capai Rp98,8 Triliun

Wow! Transaksi QRIS di Banten Capai Rp98,8 Triliun

Desember 14, 2025
Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah Ke-16.712 Per Dolar AS

Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah Ke-16.712 Per Dolar AS

November 17, 2025
Gubernur BI: Redenominasi Butuh Timing dan Persiapan Lebih Lama

Gubernur BI: Redenominasi Butuh Timing dan Persiapan Lebih Lama

November 13, 2025

‘’Kredit konsumsi masih akan menjadi penopang utama penyaluran kredit di sepanjang tahun, di tengah-tengah tahun politik saat ini,’’ papar Ekonom Bahana TCW Emil Muhamad, Kamis (6/7).

Menurut dia, biasanya korporasi ataupun investor menahan diri untuk melakukan ekspansi usaha sebab terdapat ketidakpastian akan perubahan kebijakan dengan adanya pemerintahan yang baru, sehingga akan mempengaruhi laju penyaluran kredit investasi dan modal kerja, tambahnya.

Kredit yang tumbuh sekitar 10 persen ini masih selaras dengan nominal pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kuartal satu sebesar 12,49 persen. Belum terlihat adanya indikasi overheating perekonomian. Bahkan jika ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bisa dipahami jika BI menjadi lebih akomodatif pada paruh kedua tahun ini.

Kata dia, Bank sentral siap memberikan stimulus melalui kebijakan makroprudensial berupa pemberian insentif likuiditas kepada bank-bank penyalur pembiayaan untuk sektor hilirisasi pertanian, pertambangan, perkebunan dan perikanan. Artinya, pelonggaran giro wajib minimum (GWM) untuk sektor hilirisasi tersebut berpeluang akan disesuaikan.

Bila dilihat dari perekonomian secara makro, tekanan inflasi pada paruh kedua tahun ini cenderung semakin landai, yang berdampak pada tingkat suku bunga acuan. Memang dari sisi tekanan inflasi, terbuka ruang bagi kebijakan moneter untuk memotong suku bunga, namun hal tersebut harus sangat hati-hati dilakukan sebab akan berdampak pada stabilisasi nilai tukar. Nilai tukar yang volatile akan mengganggu pelaku usaha.

Suku bunga acuan atau yang lebih dikenal sebagai BI-7day (reverse) repo rate tetap pada kisaran 5,75 persen, sejak Februari hingga Juni 2023, dengan suku bunga dasar kredit (SBDK) per juni pada kisaran 13,06 persen. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini memang lebih tinggi namun besaran kenaikan SBDK kian melandai setiap bulannya. Hal ini akan berdampak positif bagi penyaluran kredit konsumsi sebab masyarakat pada umumnya sensitif terhadap kenaikan harga dan suku bunga.

Dengan suku bunga yang stabil, risiko kredit bermasalah juga terus memperlihatkan perbaikan. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara gross pada akhir Mei 2023 sebesar 2,52 persen, lebih rendah bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 3,04 persen.

‘’Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, Indonesia mampu menjaga inflasi yang cenderung menurun, dan kredit masih memperlihatkan penguatan, sehingga tidak ada alasan khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi,’’ papar Emil. Saham-saham big-cap cukup menarik untuk diperhatikan bila investor mulai melirik pasar saham, ujarnya lebih lanjut.(RMID)

Tags: Bahana TCWbank IndonesiaPertumbuhan KreditPT Bahana TCW Investment Management
ShareTweetSend

Berita Terkait

Ratusan Warga di Lebak Rela Mengantre Demi Bisa Menukarkan Uang
PERISTIWA

Ratusan Warga di Lebak Rela Mengantre Demi Bisa Menukarkan Uang

Februari 23, 2026
Wow! Transaksi QRIS di Banten Capai Rp98,8 Triliun
EKONOMI

Wow! Transaksi QRIS di Banten Capai Rp98,8 Triliun

Desember 14, 2025
Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah Ke-16.712 Per Dolar AS
EKONOMI

Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah Ke-16.712 Per Dolar AS

November 17, 2025
Gubernur BI: Redenominasi Butuh Timing dan Persiapan Lebih Lama
EKONOMI

Gubernur BI: Redenominasi Butuh Timing dan Persiapan Lebih Lama

November 13, 2025
Redenominasi Rupiah Butuh Sosialisasi dan Waktu Transisi yang Matang
PARLEMEN

Redenominasi Rupiah Butuh Sosialisasi dan Waktu Transisi yang Matang

November 12, 2025
BI dan DPR Siap Bahas Redenomasi Rupiah, RUU Sudah Masuk Prolegnas
EKONOMI

BI dan DPR Siap Bahas Redenomasi Rupiah, RUU Sudah Masuk Prolegnas

November 10, 2025
Next Post
Garuda Pertiwi Muda vs Timor Leste

Garuda Pertiwi Muda Hajar Timor Leste

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh