Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mahasiswa Untirta Tolak Calon Rektor Bersejarah Hitam

by Gina Maslahat
Mei 24, 2023
in HEADLINE

SERANG, BANPOS – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi bentang spanduk, saat pelaksanaan kegiatan Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Untirta di gedung auditorium kampus Sindangsari pada Selasa (23/5).

Dalam aksi bentang spanduk tersebut, para mahasiswa menyampaikan tiga poin kriteria calon rektor dalam pelaksanaan Pemilihan Rektor (Pilrek) Untirta periode 2023-2027. Pertama, calon rektor harus yang dapat mensejahterakan mahasiswa. Kedua, harus dekat dengan mahasiswa. Ketiga, tidak boleh memiliki catatan hitam.

Baca Juga

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan oleh mahasiswa di tengah-tengah sesi tanya jawab antara sivitas akademika dengan para bakal calon Rektor Untirta. Diketahui, dari enam bakal calon rektor, hanya 5 orang saja yang hadir. Sementara Suherman, salah satu bakal calon, tidak dapat hadir lantaran harus dilarikan ke Intensive Care Unit (ICU).

Sementara kelima bakal calon yang hadir yakni Fatah Sulaiman yang juga merupakan petahana, Aceng Hasani, Sihabudin, Kartina dan Suherna. Kelimanya menyampaikan visi dan misi serta program kerja mereka, dengan masing-masing mendapatkan waktu selama 15 menit.

Presiden Mahasiswa Untirta, Ferdinan Algifari Putra, mengatakan bahwa aksi bentang spanduk yang pihaknya lakukan merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari pihaknya, terkait dengan sosok rektor yang akan menjabat selama empat tahun ke depan.

“Kami mau calon pemimpin dari kampus kami itu bersih lah. Semua pemimpin itu kan patut dicontoh, dari karakter, perilaku dan lain-lain. Kami tidak mau siapapun yang jadi nanti, bisa membuat mahasiswa mencontoh karakter dan perilaku tersebut,” katanya.

Ditanya terkait dengan catatan hitam yang dimaksud oleh pihaknya, Ferdinan enggan membuka hal tersebut. Namun, Ferdinan menyampaikan bahwa catatan hitam yang pihaknya maksud, sudah tersebar secara luas di kalangan civitas akademika Untirta.

“Kami tidak mau menyudutkan salah satu bakal calon, namun yang pasti siapapun yang jadi, mulai dari karakter, gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusan, harus melibatkan kami sebagai mahasiswa. Jangan sampai rektor ini ekslusif,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Pilrek Untirta, Suwaib Amiruddin, dalam sambutan penutupan mengatakan bahwa pelaksanaan pemaparan visi misi bakal calon Rektor Untirta tersebut berjalan dengan lancar. Ia mengatakan, kegiatan tersebut dapat menjadi acuan bagi sivitas akademika, termasuk senat rektorat, untuk dapat menentukan siapa yang akan diusulkan menjadi calon rektor.

“Mudah-mudahan kegiatan ini, bisa mengetahui apa sih yang akan dilakukan oleh para calon rektor kita. Dan tadi sudah komitmen bahwa siapapun yang akan menjadi Rektor Untirta 2023-2027, itu adalah Rektor Untirta yang kita usung bersama-sama,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran BANPOS dan informasi dari internal Untirta, diketahui bahwa sejumlah ‘serangan’ terkait dengan catatan hitam bakal calon rektor, menyasar pada beberapa sosok. Diantaranya yakni Fatah Sulaiman, Aceng Hasani dan Kartina.

Disebutkan bahwa Fatah Sulaiman mendapatkan catatan hitam lantaran sejumlah kasus yang ramai beberapa waktu yang lalu, seperti dugaan jual beli kursi yang terjadi di Universitas Lampung, yang merembet pada dugaan serupa di Untirta, terutama pada Fakultas Kedokteran.

Sementara Aceng Hasani, disebutkan bahwa perkara dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada tahun 2014 silam dan ditangani oleh LBH APIK, masih menghantui sosok mantan dekan FKIP tersebut. Bahkan disebutkan jika serangan dengan dugaan itu, masih sering digunakan hingga awal tahun ini.

Adapun Kartina, sosok satu-satunya perempuan pada Pilrek Untirta ini, pada akhir tahun 2020 terseret pada perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) internet desa, yang menjadikan mantan Direktur Laboratorium Administrasi Negara (Ane) Untirta, DMH, sebagai terpidana. Kartina yang pada saat perkara terjadi merupakan Wakil Rektor IV itu, dua kali diperiksa oleh Kejati Banten berkaitan dengan perkara tersebut.

BANPOS seusai kegiatan mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada tiga nama tersebut. Namun sayangnya, Kartina dan Fatah Sulaiman tidak dapat ditemui usai pelaksanaan kegiatan. Sementara Aceng Hasani, membantah bahwa dirinya memiliki catatan hitam, terutama kasus pelecehan seksual.

“Catatan hitam apa? Siapa yang mencatatnya? Rasanya saya ini jadi dekan lalu jadi wakil rektor itu berdasarkan prestasi yang dilihat oleh semua unsur,” ujarnya kepada BANPOS.

Koordinator Substansi Hukum, Tatalaksana & Kepegawaian Ditjen Dikti pada Kemendikbudristek RI, Suwitno, mengatakan bahwa tahapan yang baru saja dilaksanakan oleh Panitia Pilrek Untirta, merupakan tahapan penjaringan calon rektor.

Dari tahapan itu, nantinya para bakal calon rektor akan dipilih sebanyak tiga besar oleh Senat Rektorat, dan nama-namanya akan disetorkan kepada Kemendikbudristek. Tiga besar itulah yang menyandang status sebagai calon rektor.

Nantinya, para calon rektor tersebut akan dilakukan seleksi lagi oleh Kemendikbudristek, dengan melakukan penelusuran rekam jejak, wawancara dan kegiatan profiling lainnya, hingga nantinya diputuskan satu nama untuk ditetapkan sebagai Rektor definitif Untirta.

Menurut Suwitno, segala masukan dari masyarakat, akan didengarkan oleh Kemendikbudristek. Termasuk pemberitaan dari awak media, serta tuntutan dari para mahasiswa.

“Saran dari mahasiswa kan patut didengarkan yah, nanti bagaimana para rektor untuk dapat bisa merealisasikannya yah,” tandas dia.(DZH/PBN)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026
PERISTIWA

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab
PERISTIWA

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini
HEADLINE

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
Next Post
Wakil Bupati Lebak yang juga Ketua TPPS Lebak memimpin Rakor Penanganan Stunting

Penanganan Stunting Difokuskan Dari Calon Pengantin

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh