Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

APIK Ingatkan Stakeholder Bersiap Hadapi Kenaikan Suhu Bumi

by Panji Romadhon
Mei 19, 2023
in PERISTIWA
Ketua Umum APIK, Mahawan Karuniasa.

Ketua Umum APIK, Mahawan Karuniasa.

JAKARTA, BANPOS – Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Indonesia, mengingatkan para pemangku kepentingan atau stakeholder di Indonesia untuk segera bersiap menghadapi suhu bumi yang melampaui batas 1,5 derajat Celcius akibat perubahan iklim.

Ketua Umum APIK, Mahawan Karuniasa, menyampaikan sejumlah catatan untuk upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia.

Baca Juga

Menaker Dorong Penguatan K3, Kesehatan Kerja dan Peran Dokter Okupasi Jadi Fokus

Menaker Dorong Penguatan K3, Kesehatan Kerja dan Peran Dokter Okupasi Jadi Fokus

Februari 2, 2026
Unggul dari Malaysia Indonesia Raih 21 Medali di SEA Games 2025

Unggul dari Malaysia Indonesia Raih 21 Medali di SEA Games 2025

Desember 11, 2025
Presiden Prabowo Di Puji Trump sebagai Pria Luar Biasa dalam KTT Perdamaian Gaza

Presiden Prabowo Di Puji Trump sebagai Pria Luar Biasa dalam KTT Perdamaian Gaza

Oktober 14, 2025
Dinkes Tangerang: Imunisasi HPV Cegah Risiko Kanker Leher Rahim

Dinkes Tangerang: Imunisasi HPV Cegah Risiko Kanker Leher Rahim

Oktober 2, 2025

“Pertama, Pemerintah Indonesia tetap terus melanjutkan rencana mengeluarkan second NDC pada tahun 2025 agar agenda NDC tahun 2030 selaras dengan agenda net zero emission Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/5).

Mahawan menjelaskan, Pemerintah Indonesia juga harus tetap mempertahankan target-target yang tertuang dalam cetak biru pengendalian perubahan iklim pada sektor hutan dan lahan melalui Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030.

Diketahui, FOLU Net Sink adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai di mana tingkat serapan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dilepas.

Sasaran implementasi kebijakan tersebut adalah tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar minus 140 juta ton karbon dioksida ekuivalen.

Kebijakan penurunan emisi karbon FOLU Net Sink 2030 menggunakan empat strategi utama, yakni menghindari deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan restorasi lahan gambut, serta peningkatan serapan karbon.

Pakar lingkungan Universitas Indonesia tersebut mengatakan, angka emisi nasional masih tergolong aman dalam konteks keadilan emisi, yaitu sebesar 1,05 gigaton atau mendekati 3,9 ton per kapita, berdasarkan laporan Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2020.

“Dengan demikian, Indonesia perlu mempertahankan tingkat emisi ini dengan memperhatikan emisi sektor energi yang cenderung naik, jumlah penduduk yang terus bertambah, serta potensi cuaca panas ekstrem yang mengancam kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Selanjutnya, Mahawan menegaskan Indonesia perlu bekerja keras meningkatkan kapasitas adaptasi nasional. Mengingat, kenaikan di atas 1,5 derajat Celcius akan meningkatkan bencana hidrometeorologis, menurunkan produktivitas pangan, meningkatkan penyakit menular, mengganggu kesehatan mental, serta kerusakan infrastruktur ekonomi karena banjir dan longsor.

Mahawan menuturkan ekosistem daratan dan lautan, sebaran spesies, serta perilaku alam juga turut mengalami perubahan akibat kenaikan temperatur global.

“Semua ini akan berdampak pada ekonomi dan sosial semua pihak,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan kehilangan dan kerugian akibat berbagai bencana yang ditimbulkan.

Dirinyaa pun mendorong Indonesia untuk mempercepat pembangunan instrumen dan mekanisme inventarisasi kerugian dan kehilangan akibat bencana sebagai modal kerja sama internasional di dalam skema pendanaan.

“Isu perubahan iklim membutuhkan dukungan politik, sehingga perlu menjadi bagian penting pada tahun politik saat ini,” tandasnya. (MUF/ANT)

Tags: APIK IndonesiaIndonesiaJaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutananmitigasiperubahan iklimsuhu bumi
ShareTweetSend

Berita Terkait

Menaker Dorong Penguatan K3, Kesehatan Kerja dan Peran Dokter Okupasi Jadi Fokus
PEMERINTAHAN

Menaker Dorong Penguatan K3, Kesehatan Kerja dan Peran Dokter Okupasi Jadi Fokus

Februari 2, 2026
Unggul dari Malaysia Indonesia Raih 21 Medali di SEA Games 2025
OLAHRAGA

Unggul dari Malaysia Indonesia Raih 21 Medali di SEA Games 2025

Desember 11, 2025
Presiden Prabowo Di Puji Trump sebagai Pria Luar Biasa dalam KTT Perdamaian Gaza
INTERNASIONAL

Presiden Prabowo Di Puji Trump sebagai Pria Luar Biasa dalam KTT Perdamaian Gaza

Oktober 14, 2025
Dinkes Tangerang: Imunisasi HPV Cegah Risiko Kanker Leher Rahim
KESEHATAN

Dinkes Tangerang: Imunisasi HPV Cegah Risiko Kanker Leher Rahim

Oktober 2, 2025
The Lead Institute Paramadina Ajak Perempuan Pesisir Jadi Garda Depan Adaptasi Perubahan Iklim
PENDIDIKAN

The Lead Institute Paramadina Ajak Perempuan Pesisir Jadi Garda Depan Adaptasi Perubahan Iklim

Agustus 25, 2025
80 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Diresmikan 12 Juli 2025
PEMERINTAHAN

80 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Diresmikan 12 Juli 2025

Juni 24, 2025
Next Post
Perbasi

Optimistis! Perbasi Buat Tradisi Emas di Bola Basket Indonesia

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh