Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kasus KIP Dituding Timbulkan Dugaan Korupsi

by Gina Maslahat
April 13, 2023
in HEADLINE

LEBAK, BANPOS – Terkait kasus penemuan ribuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di salah satu lapak rongsokan yang berada di Kecamatan Rangkasbitung, berbagai pihak menuntut agar kasus tersebut terus diusut sampai tuntas.

Ketua Forum Simpul Gerakan Madani (SIGMA) Kabupaten Lebak, Nurul Huda mengatakan, peristiwa tersebut merupakan hal yang memalukan bagi dunia pendidikan Kabupaten Lebak.

Baca Juga

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Menurutnya, dengan adanya kejadian tersebut dapat menimbulkan kecurigaan terhadap berbagai pihak yang mengakibatkan minimnya rasa percaya terhadap instansi terkait.

“Di Lebak, masih banyak anak yang masih butuh bantuan dana untuk sekolah. KIP ini kan tujuannya untuk mereka, kalau begini jadinya meskipun dinyatakan tidak ada isinya namun seolah tidak menghargai,” kata Huda kepada BANPOS, Rabu (12/4).

Ia menuntut kepada pihak berwajib untuk terus melanjutkan penyelesaian kasus penemuan KIP tersebut.

Mantan aktivis HMI-MPO ini menjelaskan, jika kasus ini bisa terkuak secara jelas maka akan memunculkan beberapa kemungkinan tentang permasalahan didunia pendidikan khususnya di Kabupaten Lebak.

“Kita kan belum tau pasti motifnya apa, tapi bisa jadi ini ada indikasi-indikasi lain didalamnya. Apalagi KIP itu menurut keterangan yang didapat pihak kepolisian adalah pada masa pandemi,” jelas Huda.

“Bisa jadi dugaan yang timbul dari masyarakat ialah ada korupsi di dalamnya,” ujar Huda.

Ia menerangkan, Pihak BNI sebagai penyalur bantuan KIP tersebut juga harus bertanggung jawab penuh.

Lanjutnya, segala pihak haruslah profesional dan siap menerima kesalahan bila memang itu adalah bentuk keteledoran yang terjadi dari pihak tertentu.

“Ya harus siap bertanggung jawab atas kelalaian dari peristiwa tersebut. Jangan sampai malah sekedar membela diri, harus dijelaskan sesuai fakta agar semua menjadi terang benderang,” tandasnya. (CR-01/PBN).

ShareTweetSend

Berita Terkait

POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
Next Post

Jalur Mudik JLS Dilapisi Aspal Plastik 

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh