Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Stakeholder Dilatih Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan

by Gina Maslahat
Maret 14, 2023
in PERISTIWA
Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Didi Mulyadi berfoto bersama usai memberikan materi.

Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Didi Mulyadi berfoto bersama usai memberikan materi.

PANDEGLANG, BANPOS – Dalam upaya melakukan pendekatan yang tepat dalam merespon kompleksitas permasalahan perlindungan perempuan dan anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) setempat menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus terhadap perempuan, disalah satu hotel di Pandeglang, Senin (13/3).

Dalam pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari beberapa instansi terkait diantaranya Unit PPA Polres Pandeglang, Peksos Dinsos Pandeglang, Psikolog, tenaga ahli advokat UPTD PPA Provinsi Banten dan instansi lainnya.

Baca Juga

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026

Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Didi Mulyadi mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan, perlu adanya pemahaman dalam penanganan kasusnya.

“Semua stakeholder atau instansi terkait, harus sama pemahamannya dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan,” kata Didi kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Mila Oktaviani mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang saat ini mencapai 26 kasus.

“Data yang tercatat di UPTD PPA sebanyak 26 kasus, namun itu hanya sifatnya sementara. Karena untuk data terbaru masih belum kita input,” katanya.
Menurutnya, bertambahnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dikarenakan masyarakat saat ini sudah berani dan sudah mengerti masalah hukum.

“Saat ini masyarakat sudah melek hukum, karena kita selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga Ketika sudah paham tentang itu, masyarakat berani untuk melaporkannya baik ke UPTD PPA maupun Aparat Penegak Hukum (APH),” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Mila, dalam kegiatan ini pihaknya berharap seluruh stakeholder ataupun instansi terkait dapat bekerjasama agar jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang dapat menurun.

“Semuanya harus terlibat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, agar kasusnya menurun. Sekarang kan kalau ada kasus kekerasan langsung melapor, hal ini menandakan bahwa masyarakat sudah mengerti apa yang harus dilakukan jika terjadi kekerasan, kalau dulu kan berbeda, jika terjadi kekerasan dianggapnya suatu keburukan,“ terangnya.

Ia berharap, kegiatan pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan bagi mediator ini merupakan langkah dalam melindungi korban secara komprehensif serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang.

“Ini merupakan Langkah dalam melindungi korban secara komprehensif serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.(dhe/pbn)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026
PERISTIWA

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab
PERISTIWA

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini
HEADLINE

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
Next Post
Kepala Diskoperindag Pandeglang, Suaedi Kurdiatna saat meninjau lokasi kebakaran

Dua Kios di Pasar Cipeucang Ludes Terbakar

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh