Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bisnis Ekspor Tanaman Hias Menggeliat, Kementan Dukung Pameran Florikultura Indonesia

by Tusnedi Azmart
Agustus 15, 2022
in NASIONAL

JAKARTA, BANPOS-Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong industri dan bisnis tanaman hias ekspor ke mancanegara, yang nilai dan permintaannya terus naik, khususnya dari Eropa.

 

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Dukungan tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto saat menghadiri Press Conference Floriculture Indonesia International Convex yang digelar di Hotel Veranda, Selasa (9/8).

 

Menurutnya, selama 2020-2022, ekspor tanaman florikultura terus mengalami kenaikan signifikan.

 

Berdasarkan data, pada Januari-Juli periode 2020-2022, jumlah ekspor tahun 2020 di angka 2,980 juta kg. Kemudian, pada 2021 sebesar 3,414 juta kg, dan 2022 sebesar 4,468 juta kg. “Jadi, ini naik hampir dua kali lipat,” ujar Prihasto.

 

Lebih lanjut, Prihasto mengatakan, kurun waktu Januari sampai Juli 2022, nilai ekspor tanaman hias sudah mencapai Rp 1,3 triliun.

 

“Baru tujuh bulan, nilai ekspor tanaman hias sudah mencapai Rp 1,3 triliun, berasal dari 207 jenis tanaman hias dan ratusan. Bahkan ribuan pohon sudah dikirim ke luar negeri,” ujar Prihasto.

 

Menurut Prihasto, Eropa adalah pangsa pasar dengan permintaan terbanyak yang disusul Amerika, Jepang, Taiwan, Korea, Uni Emirat Arab dan Eropa Timur.

 

Prihasto berharap, bisnis tanaman hias ini dapat semakin meningkat dan menarik tidak hanya para perusahan eksportir, namun masyarakat secara luas, mengingat permintaan pasar luar negeri yang sangat bagus karena pengaruh inflasi, krisis energi dan situasi perang.

 

Permintaan pasar dunia akan tanaman hias Indonesia sangat potensial. Negara barat sedang mengalami krisis energi yang pada akhirnya banyak menutup green house untuk menghemat listrik.

 

“Potensi ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha kita memasok tanaman hias ke sana,” paparnya.

 

Hal senada diungkapkan Ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI) Rosy Nur Apriyanti.

 

Rosy mengatakan, tanaman hias menjadi hobi dan kesibukan masyarakat selama pandemi, sehingga permintaan akan komoditas ini meningkat.

 

“Permintaan Anthurium naik 6 persen dibanding tahun 2020. Begitu juga dengan Dracaena naik 49 persen,” ujar Rosy yang biasa dipanggil Ochi.

 

Pihaknya berharap, PFI konsisten terus berusaha agar industri tanaman hias ini semakin naik dan stabil, serta terus berkembang di tingkat internasional.

 

Salah satu upaya yang dilakukan FPI adalah dengan menyelenggarakan event level internasional melalui acara Floriculture Indonesia International Convex (FLOII) 2022.

 

“Event ini akan dilaksanakan offline pada 14-16 Oktober 2022 di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC), yang bekerja sama dengan PT Fasen Creative Quality,” jelas Ochi.

 

Senada dengan Ochi, Michael Bayu Sumarijanto selaku Presiden Direktur PT Fasen Creative Quality menjelaskan, FLOII dikembangkan dengan tujuan memfasilitasi semua pihak berkepentingan untuk bekerja sama mengembangkan industri tanaman hias di Indonesia.

 

Menurutnya, FLOII Convex 2022 mempromosikan serta mendukung pengelolaan tanaman hias, konservasi keanekaragaman hayati, transaksi bisnis, hingga menampilkan display tanaman hias terlengkap.

 

“FLOII Convex 2022 akan hadir dengan berbagai kegiatan. Yaitu pameran tanaman hias, konferensi, lokakarya, kontes, dan kegiatan sosial,” papar Bayu.

 

Dengan mengangkat tema Empowering Mindscapes and Transforming Indonesia Tropical Plants Industry, FLOII Convex 2022 diharapkan menjadi titik awal menyusun rencana strategis industri tanaman hias Indonesia. Dan menjadi salah satu event internasional yang diakui dunia, sebagai pameran keanekaragaman hayati terlengkap dan pusat bisnis yang efektif.

 

Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua Indonesian Aroid Society Ery Erlangga. Ery sangat menyambut baik gelaran acara ini.

 

Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi ekspor dan pengembangan tanaman hias karena iklim bagus.

 

“Acara ini menjadi ajang pertemuan antara penjual tanaman hias, kolektor maupun pengusaha. Kami berharap kerisauan, standarisasi terkait industri tanaman hias bisa dijawab dengan hadirnya event ini,” katanya.(RMID)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post

Marquez Yakin Joan Mir Jadi Rekannya Di Repsol Honda

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh