Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ingin Melihat Bada, Datang ke Kampung Mangrove Patikang

by Gina Maslahat
Juni 21, 2022
in PARIWISATA

BADAK Jawa atau Rhinoceros Sondaicus yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang, Banten kini bisa dilihat secara langsung di Kampung Mangrove Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Pandeglang.

Namun binatang purba yang berada di sana bukan hewan sebenarnya. Badak Jawa yang ada di Kampung Mangrove Patikang ini hanya berbentuk patung yang menyerupai badak, dengan ukuran nyaris sama dengan badak dewasa sesungguhnya.

Baca Juga

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Secara sekilas memang terlihat replika hewan ini mirip badak sesungguhnya. Patung badak ini sengaja “dipelihara” oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putri Gundul, Desa Citeureup. Tujuannya, untuk dijadikan bahan ajar atau edukasi bagi siapapun. 

“Saya membuatnya untuk mengedukasi agar kita tahu bahwa habitat Badak Jawa harus dilestarikan, dan sewajarnya icon Kabupaten Pandeglang ini ditempatkan di lain tempat, atau di luar habitat aslinya,” ungkap Ketua Pokdarwis Putri Gundul, Deden Sudiana, Senin (20/6).

Ia menjelaskan, patung Badak yang berada di tengah rawa hutan mangrove itu dibuat oleh seorang seniman dari Sanggar Kreatif Rumah Tukik Ujung Kulon. 

Deden mengaku, sejak tahun 2016 ia bersama Pokdarwis Putri Gundul terus berbenah untuk mewujudkan objek wisata berbasis edukasi di Desa Citeureup. Upaya itu lambat laun mulai terwujud. 

Deden berharap dengan adanya objek wisata edukasi di Desa Citeureup, dapat menumbuhkan kesaaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian mangrove.

“Pohon Mangrove penting untuk dilestarikan. Mudah-mudahan dengan adnaya Kampung Mangrove Patikang dapat menumbuhkan kesadaran itu,” pungkasnya. (RUS/AZM)

ShareTweetSend

Berita Terkait

POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
Next Post
Walikota Serang, Syafrudin, saat melakukan simbolis penyaluran dana santunan kematian yang berasal dari Kementrian Sosial RI kepada para korban banjir di Kota Serang, Senin (20/6).

Korban Banjir Dapat Santunan 15 juta

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh