Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tangsel Juara, Kota Tangerang Sambut POPDA 2024

by Diebaj Ghuroofie
Juni 13, 2022
in PERISTIWA
Tangsel Juara, Kota Tangerang Sambut POPDA 2024

Tangsel Juara, Kota Tangerang Sambut POPDA 2024

SERANG, BANPOS – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X tahun 2022 meraih juara umum.

Tangsel meraih perolehan medali emas sebanyak 59, 44 Perak dan 57 Perunggu. Prestasi tersebut sekaligus berhasil mempertahankan juara umum POPDA IX tahun 2018 Provinsi Banten.

Baca Juga

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Sementara posisi kedua ditempati Kota Tangerang dengan raihan medali sebanyak 34 Emas, 33 Perak dan 40 Perunggu. Disusul kemudian Kota Cilegon dengan perolehan medali 26 Emas, 23 Perak dan 28 Perunggu.

Sementara untuk Kota Serang 22 Emas, 24 Perak dan 42 Perunggu, Kabupaten Tangerang 20 Emas, 33 Perak dan 48 Perunggu, Kabupaten Lebak 16 Emas, 19 Perak dan 34 Perunggu, Kabupaten Serang 13 Emas, 11 Perak dan 30 Perunggu, serta Kabupaten Pandeglang 7 Emas, 10 Perak dan 27 Perunggu.

Piala Juara Umum POPDA X Provinsi Banten Tahun 2022 diserahkan oleh Pj Gubernur Al Muktabar kepada Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan. Dalam kesempatan itu, Al Muktabar juga menyerahkan Bendera Tuan Rumah POPDA XI Tahun 2024 kepada Kota Tangerang.

Pj Gubernur Banten Al Muktabar pada acara penutupan POPDA X, menyampaikan apresiasi kepada Kota Serang yang sukses menyelenggarakan POPDA X tahun 2022 Provinsi Banten. Serta apresiasi atas semangat serta sportifitas yang dijunjung tinggi para atlet dan insan olahraga.

“Semoga mewarnai kita dalam melaksanakan tugas masing-masing,” harapnya.

“Semangat olahraga dapat menjadi inspirasi kita menjadi spirit dalam rangka membangun Provinsi Banten,” katanya.

Al Muktabar juga mengucapkan selamat sukses kepada Kontingen Kota Tangerang Selatan, disusul Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, serta Kabupaten Pandeglang.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan POPDA X Tahun 2022 Provinsi Banten,” ucapnya.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahi robbil alamin, POPDA X Tahun 2022 secara resmi ditutup. Semoga Allah SWT meridhoi semua jalan usaha kita. Amin,” kata Al Muktabar.

Sementara itu, Meski tak capai target sebagai juara pertama atau juara umum, Kota Serang tetap berbangga dengan perolehan prestasi yang dicapai oleh para atlet pada ajang POPDA X Banten. Sebagai tuan rumah, Kota Serang sebelumnya menargetkan juara umum dengan mengirimkan 300 atlet terpilih.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Serang, Syafrudin, usai penutupan POPDA X. Ia mengungkapkan, sekalipun di urutan ke-empat, perolehan tersebut sudah menjadi kepuasan.

“Perolehan urutan keempat, ini sudah menjadi kepuasan. Kedepan, mudah-mudahan bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa pada POPDA kali ini, posisi Kota Serang naik dua peringkat setelah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Diketahui, pada POPDA sebelumnya, Kota Serang berada pada posisi ke-6.

“Alhamdulillah hasil dari POPDA tahun ini lebih baik dari tahun kemarin dengan posisi ke-6, tahun ini ke-4. Kami terus selalu membina, tahun depan terus kita bina lagi dan harapannya jadi juara umum,” katanya.

Syafrudin mengaku bahwa yang paling terpenting adalah kegiatan POPDA X di Kota Serang berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala. Sebab, pihaknya mengkhawatirkan terjadi persoalan yang tidak diinginkan pada pelaksanaan ajang lomba tahunan tersebut.

“Justru itu yang kami khawatirkan pada pelaksanaan POPDA kali ini takut ada masalah, terutama masalah di lapangan. Tapi alhamdulillah dengan kondisi sejak hari pertama sampai hari ini (Sabtu, red) tidak ada masalah,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan rapat dan kesepakatan bersama, Kota Tangerang ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan POPDA XI 2024.

Diketahui, pada acara penutupan POPDA X Provinsi Banten tahun 2022 tersebut Al Muktabar menyerahkan piala juara umum kepada Kota Tangael dan juga menyerahkan Bendara Tuan Rumah POPDA XI tahun 2024 kepada Kota Tangerang. (RUS/MUF/AZM)

ShareTweetSend

Berita Terkait

POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
Next Post
LEBAK, BANPOS - Bencana pergerakan tanah di Kebon Kalapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, mengakibatkan sebanyak lima rumah warga mengalami rusak berat, dan jalan poros desa amblas mencapai kedalaman dua meter. 

 

Pada awal Januari 2022, bencana pergerakan tanah di Kebon Kalapa membuat dua rumah milik warga ambruk. BPBD Lebak menerjunkan tim dan melakukan penelitian tanah bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak. Hasil pengamatan, retakan tanah mencapai 500 meter dan kedalaman lebih dari dua meter.

 

Hasil uji laboratorium, karena struktur tanah berpasir akibat erosi dan pelapukan oleh aliran Sungai Ciujung yang membuat kekuatan tanah mengalami pelemahan sehingga terjadi pelapukan pada tanah. Gaya penahan pada bagian bawah sungai berkurang, erosi yang terjadi di atas dikarenakan bidang longsoran itu merupakan titik benturan arus Sungai Ciujung yang cukup deras, sehingga tanah tidak tergelincir keluar lereng tapi ambles di titik paling lemah.

 

Ketiga, diperlukan penelitian lebih lanjut dan komprehensif melibatkan ahli geologi untuk menghindari dampak yang besar yang mengancam pemukiman penduduk yang lebih luas. Pada 10 Juni 2022 ini, bencana pergerakan tanah kembali terjadi dan mengakibatkan jalan poros desa ambles dengan kedalaman dua meter. 

 

Tidak hanya jalan, lima rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah. Lima rumah yang terdampak diantaranya itu rumah Awaludin, Karman, dan Utup dengan status rusak berat, rumah Bahrudin dan Aan terancam, karena bagian depan rumah sudah ambles kedalaman lebih dari satu meter.

 

Akibat bencana itu, sebanyak 23 orang warga yakni keluarga Aan, Neneng Erni, Fitri dan Restia, keluarga Awaludin, Eti, Siti Nurjanah, Mustofa, Nafia Awaliah, Wisyarah Hasanah, Hadi, dan Sifa Nazila, keluarga Siti Miladiah Munggaran, Bahrudin dan Suharni. Keluarga Karman, Utini, Tasya, dan Zihan dan keluarga Fatmawati, yakni Van Kadafi, Bi Fahrabi, dan Pedi Firman terpaksa mengungsi.

 

Hingga saat ini tanah masih mengalami pergerakan dan membuat bangunan di atasnya mengalami retak-retak. Polsek Rangkasbitung juga terpaksa harus memasang garis polisi, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih saat ini hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi sehingga potensi terjadinya tanah ambles cukup besar.

 

Kepala Desa Cilangkap Roni mengatakan, warga yang rumahnya itu  terdampak bencana pergerakan tanah sudah mengungsi, sementara mereka tinggal di rumah kerabatnya di Cilangkap. Sedangkan Karman mengungsi ke Ciseke, Kecamatan Rangkasbitung.

 

"Sampai saat ini masih terjadi pergerakan tanah, bisa membahayakan masyarakat. Sebanyak lima rumah warga itu sudah tidak aman untuk ditempati,” kata Roni, Sabtu (11/6).

 

Menurut Roni, saat ini warga membutuhkan bantuan logistik, kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lumpuh akibat bencana pergerakan tanah.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, pihaknya sudah bersurat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian (BBWS3C). 

 

"Sudah, kita sudah bersurat ke BBWS3C. Rencananya pekan depan, kita akan menyurati Badan Geologi untuk mengetahui detail penyebab terjadinya pergerakan tanah di Kampung Kebon Kalapa,” katanya.

 

Ia berharap, Balai Besar dan Badan Geologi cepat merespons surat dari BPBD Lebak perihal bencana tersebut. Sebab menurut Febby, ini menyangkut nasib masyarakat yang rumahnya terancam pergerakan tanah.

 

“Iya, ini kan menyangkut nasib masyarakat yang rumahnya terancam akibat pergerakan tanah. Karena sampai saat ini tanah di sana masih terus bergerak. Iya kami berharap BBWS3C dan Badan Geologi respon cepat,” harapnya. (Her/PBN)

Bencana Tanah Bergerak Kembali Terjadi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh