Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Warga Cilowong Lobi Pemkot untuk Naikkan Kompensasi ‘Impor’ Sampah

by Diebaj Ghuroofie
Maret 25, 2022
in PERISTIWA

SERANG, BANPOS – Masyarakat kampung Pasir Gadung Tengah, Kelurahan Cilowong, melobi Pemkot Serang agar dapat merubah besaran kompensasi dampak negatif (KDN) yang bakal diterima oleh mereka. Pasalnya, mereka menilai besaran tersebut kurang sebanding dengan dampak yang mereka terima dari kerja sama impor sampah.

Ketua RW 06 Kampung Pasir Gadung Tengah, Hasarikam, mengatakan bahwa KDN yang diberikan oleh Pemkot pihaknya anggap tidak sebanding. Sebab, kampung Pasir Gadung merupakan wilayah yang paling terdampak dan dekat dengan TPAS Cilowong.

Baca Juga

Dulu Nolak Sampai Blokir Kantor Kecamatan Taktakan, Edi Santoso Kini Dukung ‘Impor’ Sampah dari Kabupaten Serang

Dulu Nolak Sampai Blokir Kantor Kecamatan Taktakan, Edi Santoso Kini Dukung ‘Impor’ Sampah dari Kabupaten Serang

Desember 8, 2025
Dimyati Omeli Adiknya Soal TPA Bangkonol dan Impor Sampah Tangsel

Dimyati Omeli Adiknya Soal TPA Bangkonol dan Impor Sampah Tangsel

Agustus 12, 2025

Pemkot Serang Keukeuh ‘Ngarep’ Impor Sampah Tangsel

Maret 16, 2022

Pemkot Serang Klaim Anggaran Impor Sampah Efektif

Januari 20, 2022

“Makanya saya minta ke Dinas LH untuk direvisi. Masa disamakan dengan warga yang jaraknya jauh (dari TPAS Cilowong). Makanya kami minta supaya bisa lebih diperhatikan lagi, yang penting warga saya ini diperhatikan,” ujarnya, Kamis (24/3).

Hasarikam pun mengaku selama ini warga Kampung Pasir Gadung Tengah tidak pernah ikut-ikutan setiap kali demo penolakan kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

“Karena bukan apa-apa, sebetulnya warga di sini yang back up, jadi kami merasa tidak diperhatikan. Warga semua menegur ke saya, jadinya kan berat ke saya ini,” ungkapnya.

Menurut dia, pembagian dana kompensasi tersebut tidak sama rata, dan terkesan pilih kasih karena jumlah yang diberikan berbeda-beda. Bahkan menurutnya, jumlah kompensasi yang pihaknya terima jauh lebih kecil dibandingkan RT lain yang tidak dekat dengan TPAS Cilowong.

“Kalau RT saya dikasihnya Rp36 juta, yang Rp180 juta itu RT lain. Makanya warga Pasir Gadung semua menegur saya, padahal saya dan warga sini yang membantu. Saya minta warga Pasir Gadung lebih diperhatikan lagi,” tuturnya.

Meski demikian, ia dan warganya tidak menolak apabila kerja sama pengelolaan sampah dilanjutkan kembali. Namun dia meminta Pemkot Serang untuk merevisi dana kompensasi untuk warga Pasir Gadung.

Bahkan, ia menjamin warganya satu suara dengan dirinya dan tidak menolak apabila kerja sama tersebut dilanjutkan. Asalkan Dinas LH bisa adil dalam memberikan bantuan, khususnya warga Pasir Gadung yang terkena dampak langsung.

“Kalau misalnya LH ini berpihak untuk masyarakat, ya dilanjut. Karena kan ada pemasukan juga buat warga, yang penting RT/RW bisa menyikapi warga, ada manfaatnya. Kalau warga sini semua ngikut saya. Untuk pembayaran kalau kami inginnya dibayar dulu, supaya tidak ada warga yang suudzon,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Kota Serang, Farach Richi, mengaku bahwa dana kompensasi warga Pasir Gadung memang jumlahnya cukup kecil. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kajian ulang atas dasar hukum yang digunakan untuk pemberian kompensasi itu.

“Untuk kompensasi warga Pasir Gadung yang dapat kompensasinya kecil. Jadi nanti kami akan kembali untuk dasar hukumnya, karena kan perlu ada dasar hukum untuk review (besaran dana kompensasi),” ujarnya.

Selain itu, masyarakat Kelurahan Cilowong juga meminta kepada Pemkot Serang agar melakukan upaya dan mencari solusi terkait bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpahan air lindi pada saat pengangkutan sampah dari Tangsel.

“Jadi intinya masalah air lindi itu harus ada penanganan supaya tidak bau. Makanya ada dua alternatif, apakah modifikasi truk supaya tidak jatuh (tumpah), dan penyemprotan jalannya supaya tidak bau,” tandasnya.(DZH/PBN)

Tags: Cilowongimpor sampahTPA Cilowong
ShareTweetSend

Berita Terkait

Dulu Nolak Sampai Blokir Kantor Kecamatan Taktakan, Edi Santoso Kini Dukung ‘Impor’ Sampah dari Kabupaten Serang
POLITIK

Dulu Nolak Sampai Blokir Kantor Kecamatan Taktakan, Edi Santoso Kini Dukung ‘Impor’ Sampah dari Kabupaten Serang

Desember 8, 2025
Dimyati Omeli Adiknya Soal TPA Bangkonol dan Impor Sampah Tangsel
HEADLINE

Dimyati Omeli Adiknya Soal TPA Bangkonol dan Impor Sampah Tangsel

Agustus 12, 2025
PEMERINTAHAN

Pemkot Serang Keukeuh ‘Ngarep’ Impor Sampah Tangsel

Maret 16, 2022
PEMERINTAHAN

Pemkot Serang Klaim Anggaran Impor Sampah Efektif

Januari 20, 2022
Next Post
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi tengah berbincang dengan Walikota Serang Syafrudin usai kegiatan paripurna beberapa waktu lalu.

Pemkot Sampaikan LKPj, Dewan Tekan Lewat Rekomendasi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh