Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Nelayan Labuan Paceklik, Tetapi Tetap Dicekik

by Diebaj Ghuroofie
Maret 22, 2022
in EKONOMI, HEADLINE
Ilustrasi Nelayan. (DZIKI OKTOMAULIYADI/BANTEN POS)

Ilustrasi Nelayan. (DZIKI OKTOMAULIYADI/BANTEN POS)

PANDEGLANG, BANPOS – Cuaca ekstrim yang terjadi, atau yang biasa disebut dengan musim angin barat oleh para nelayan, saat ini belum usai. Dampaknya adalah, nelayan yang ada di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tidak melaut selama 5 bulan. Selain itu, mereka mengeluhkan tidak adanya bantuan sejak 5 tahun yang lalu, namun tetap saja ditarik PAD.

Salah seorang pemilik kapal yang juga nelayan di Labuan, Herman mengatakan, para nelayan di Labuan sudah hampir 5 bulan tidak melaut untuk mencari ikan, karena cuaca sedang musim angin barat.

Baca Juga

Bantu Nelayan Terdampak Cuaca, Pemprov Banten Berikan Bantuan Beras

Bantu Nelayan Terdampak Cuaca, Pemprov Banten Berikan Bantuan Beras

Desember 2, 2025
Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal

Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal

November 14, 2025
Tim SAR Dapati jenazah Nelayan yang telah hilang di Perairan Lanjukang

Tim SAR Dapati jenazah Nelayan yang telah hilang di Perairan Lanjukang

Agustus 4, 2025
Badan Penyelamat Wisata Tirta Lebak Minta Nelayan Waspada Tinggi Gelombang Empat Meter

Badan Penyelamat Wisata Tirta Lebak Minta Nelayan Waspada Tinggi Gelombang Empat Meter

Agustus 4, 2025

“Di wilayah perairan laut kita (Pandeglang) sudah lima bulan tidak melaut, karena hingga saat ini sedang musim angin barat. Jadi kalau ada angin barat percuma mencari ikan juga, karena sulit, apalagi kami nelayan kecil,” kata Herman kepada wartawan, Senin (21/3).

Dampak dari cuaca musim barat tersebut, lanjut Herman, tidak sedikit nelayan di Labuan tidak melaut dan tidak memiliki penghasilan juga tidak memiliki pekerjaan lain.

“Jadi selama lima bulan ini, kami sedang paceklik karena itu tadi tidak bisa melaut untuk mencari ikan,” terangnya.

Herman menambahkan, untuk bantuan dari pemerintah juga saat ini sudah sekitar lima tahun tidak ada bantuan dana paceklik baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Biasanya kalau kami dilanda paceklik ada bantuan dari pemerintah, namun saat ini sudah hampir lima tahun tidak ada lagi bantuan yang diberikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Karena bantuan dari pemerintah sudah tidak ada, kata Herman lagi, saat ini para nelayan terpaksa menjual barang-barang yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bertahan hidup.

“Dulu itu sering diberikan bantuan seperti beras satu karung dan uang sebesar Rp100 ribu, namun karena saat ini tidak ada, dengan terpaksa para nelayan menjual harta benda yang ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya Bersama nelayan lainnya meminta agar pemerintah memperhatikan kondisi nelayan yang saat ini masih dalam kondisi paceklik.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja yang diambil, sementara dana bantuan tidak pernah diberikan pada saat musim paceklik atau musim angin barat seperti saat ini. Makanya kami minta perhatiannya,” ungkapnya.

(DHE/PBN)

Tags: NelayanNelayan Labuan
ShareTweetSend

Berita Terkait

Bantu Nelayan Terdampak Cuaca, Pemprov Banten Berikan Bantuan Beras
EKONOMI

Bantu Nelayan Terdampak Cuaca, Pemprov Banten Berikan Bantuan Beras

Desember 2, 2025
Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal
EKONOMI

Cuaca Ekstrem Hantam Selatan Banten, Nelayan Binuangeun Terpaksa Parkir Kapal

November 14, 2025
Tim SAR Dapati jenazah Nelayan yang telah hilang di Perairan Lanjukang
PERISTIWA

Tim SAR Dapati jenazah Nelayan yang telah hilang di Perairan Lanjukang

Agustus 4, 2025
Badan Penyelamat Wisata Tirta Lebak Minta Nelayan Waspada Tinggi Gelombang Empat Meter
GAYA HIDUP

Badan Penyelamat Wisata Tirta Lebak Minta Nelayan Waspada Tinggi Gelombang Empat Meter

Agustus 4, 2025
Maesyal-Intan Komitmen Sejahterakan Warga Pesisir Kabupaten Tangerang
EKONOMI

Maesyal-Intan Komitmen Sejahterakan Warga Pesisir Kabupaten Tangerang

Oktober 29, 2024
Puluhan perahu nelayan Panimbang tidak melaut.
PERISTIWA

Akibat Cuaca Buruk, Nelayan Pandeglang Banyak yang Tidak Bisa Melaut

Maret 15, 2024
Next Post
Pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Lebak saat peresmian Mushola Al-Karim di Kampung Sawah Desa Pagelaran Kecamatan Malingping, Minggu (20/3).

Ade Sumardi Minta Warga Dekati Pejabat Langit

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh