Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Amrik Warning China Bakal Disanksi Berat

by Panji Romadhon
Maret 15, 2022
in INTERNASIONAL, PERISTIWA
Jake Sullivan (kiri) dan Yang Jiechi usai pertemuan di Roma, Italia, Minggu (13/3).

Jake Sullivan (kiri) dan Yang Jiechi usai pertemuan di Roma, Italia, Minggu (13/3).

Amerika Serikat (AS) sepertinya tidak main-main. Negeri Paman Sam memperingatkan China bakal mendapatkan sanksi berat jika ketahuan memberikan bantuan untuk Rusia.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, seperti dikutip AP, kemarin, dikabarkan sudah memberikan wejangan kepada diplomat top China Yang Jiechi di Roma, Italia, Minggu (13/3).

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Dalam pertemuan tersebut, Sullivan menegaskan konsekuensi yang akan dihadapi China secara global, jika memberi dukungan militer maupun finansial kepada Rusia.

Banyak pejabat AS yang menuduh China bakal memberikan dukungan militer dan finansial kepada Rusia untuk menggempur Ukraina. Media barat pun memberitakan isu tersebut tanpa menambahkan konfirmasi dari pihak Beijing.

Melihat isu tersebut, otoritas China menyangkal. Beijing menegaskan, mereka justru ingin mencegah situasi di Ukraina makin parah.

“Kami belum pernah mendengar rencana memberikan bantuan kepada Rusia,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar China di Washington DC, dikutip AP, kemarin.

China menegaskan, pihaknya memprioritaskan agar serangan militer tidak meluas dan makin parah.

“Prioritas tinggi sekarang adalah mencegah situasi menjadi tidak terkendali. China menyerukan menahan diri sepenuhnya dan mencegah krisis kemanusiaan besar-besaran,” tegas Yang Jiechi kepada Sullivan di Roma.

Menurutnya, China telah dan akan melanjutkan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina.

Sebelumnya, media terkemuka AS seperti Financial Times, Washington Post, CNN dan New York Times, melaporkan pada Minggu (13/3) waktu setempat, bahwa Rusia meminta bantuan militer dan ekonomi kepada China di tengah invasinya ke Ukraina.

Laporan Washington Post yang mengutip sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya itu, tidak menyebut lebih lanjut jenis persenjataan yang diminta Rusia kepada China, ataupun respons China.

Sementara, laporan CNN yang mengutip seorang pejabat senior AS lainnya, yang juga enggan disebut namanya, menyebut salah satu bantuan militer yang diminta Rusia kepada China berupa drone.

Terpisah, laporan New York Times yang mengutip sejumlah sumber anonim menyebut, Rusia juga meminta bantuan ekonomi kepada China, untuk menghadapi sanksi-sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat terkait aksi militernya ke Ukraina.

Baik Pemerintah Rusia maupun Kedutaan Besar Rusia di AS belum memberikan komentarnya atas laporan itu.

Sementara, Minggu (13/3), AS mengabarkan akan mengirimkan senjata tambahan senilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun untuk Ukraina membantu mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Washington dan sekutunya juga telah memberlakukan sanksi besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia.
AS dan sekutunya melarang impor energi, sambil memberikan bantuan militer dan kemanusiaan ke Ukraina senilai miliaran dolar AS.

Mereka juga telah mengimbau China, negara-negara Teluk, dan negara-negara lain yang enggan mengutuk invasi Rusia dan ikut mengucilkan Moskow dari ekonomi global.

Beijing, mitra dagang utama Rusia, telah menolak menyebut tindakan Rusia sebagai invasi.

Pasalnya, perdagangan menyumbang sekitar 46 persen dari ekonomi Rusia pada 2020, yang sebagian besar dengan China. [DAY]

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
Menpora Zainudin Amali

Menpora Dorong 10 Sentra Olahraga Punya Fasilitas Medical Center

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh