Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dua Goncangan Gempa Terjadi di Lebak Selatan

by Panji Romadhon
Maret 14, 2022
in PERISTIWA
Akibat goncangan Gempa, salah satu rumah warga di Kampung Juruh Desa Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari mengalami ambruk

Akibat goncangan Gempa, salah satu rumah warga di Kampung Juruh Desa Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari mengalami ambruk

BAYAH, BANPOS – Sejumlah warga di Lebak selatan (Baksel) merasakan cemas akibat dua guncangan gempa, Sabtu (12/03) sekitar Pukul 12.31 dan Wib dan pada Pukul 15.44 Wib. Gempa itu terjadi bersamaan dengan adanya hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Data BMKG menyebut, kekuatan gempa yang pertama adalah 5,3 Magnitudo yang berpusat di kedalaman 10 kilometer 7.19 lintang selatan (LS), 105.98 Bujur Timur (BT), di jarak 41 kilometer Barat Daya Kecamatan Bayah.

Baca Juga

Gempa M5.3 Guncang Wilayah Bayah, Getaran Terasa Hingga Serpong

Maret 12, 2022

Warga Bayah, Muhammad Chaki kepada BANPOS mengaku panik saat dirinya berada di rumahnya yang kebetulan tidak jauh dari pantai. “Iya yang pertama itu lumayan gede sih, saat itu saya sedang di rumah bersama ibu saya. Dan beberapa jam kemudian ada gempa susulan lagi tapi agak kecil,” ujarnya.

Menurut Chaki, saat itu warga yang lain juga pada berhamburan ke luar dan ada pula yang pergi ke rumah saudaranya di daerah yang agak tinggi. “Semua pada panik keluar. Untuk jaga-jaga saya ngajak ibu pergi ke rumah saudara di Desa Suwakan. Beberapa warga lain juga banyak yang mengungsi ke tempat atas,” katanya.

Kusnadi, warga Malingping mengaku, guncangan gempa dirasakannya beberapa detik namun tetap membuat panik. “Kita panik sih. Apalagi kemarin itu hujan sedang gede banget dan angin kencang,” ujarnya.

Pantauan BANPOS, dalam sehari dirasakan ada dua kali gempa yang menyebabkan kepanikan warga, ditambah saat itu sedang terjadi hujan yang sangat deras.

Terkait gempa yang terjadi di Baksel, BANPOS mendapat laporan dari rumah warga mengalami ambruk parah akibat gempa di Kampung Juruh Desa Bojongjuruh Kecamatan Banjarsari. Sementara di website BMKG, bahwa gempa yang terjadi di Lebak kemarin tidak berpotensi tsunami.(WDO/PBN)

Tags: Gempa Bayah
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Gempa M5.3 Guncang Wilayah Bayah, Getaran Terasa Hingga Serpong

Maret 12, 2022
Next Post
LEBAK, BANPOS - Kasubdit DMB Wilayah Jawa Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Indra Yusril, angkat bicara terkait masih beroperasinya tambang silika milik PT. Tambang Silika Bayah (TSB) di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Diketahui, PT. Tambang Silika Bayah masuk dalam list daftar perusahaan tambang yang diminta untuk menghentikan sementara aktivitas tambangnya, karena belum melengkapi berkas yang diminta oleh Kementerian ESDM.

"Silahkan hubungi pak Harry Nurdiansyah (Inspektur Tambang ESDM Provinsi Banten), silahkan kontak dengan beliau nanti minta pak Harry buat tim untuk memeriksa perusahaan - perusahaan yang sudah di suspend selama tiga bulan masih berkegiatan, agar mereka segera menyelesaikan RKAB dahulu. Karena begini Pak, kalau sampai Maret mereka tidak menyelesaikan RKAB nya pasti ditutup," kata Indra, saat memberikan penjelasan ke Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah, yang menghubunginya melalui sambungan telepon belum lama ini.

Menurutnya, jika setelah suspend dilaksanakan dan perusahaan tambang tidak melengkapi dan menyerahkan data-data yang diminta, pihaknya memastikan bahwa perusahaan tersebut akan dilakukan penutupan.

"Jadi daripada dia (PT. TSB) sibuk berkegiatan, berkegiatan kan ada investasi uang. Lebih baik kan selesaikan dulu RKAB nya," tegas Kasubdit.

Diketahui, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, telah mengeluarkan surat penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan yang ditandatangani secara elektronik Nomor B-571/MB.05/DJB.B/2022 tertanggal 7 Februari 2022.

Salah satu perusahaan pertambangan yang diharuskan menghentikan aktivitas pertambangan tersebut adalah PT. Tambang Silika Bayah. Camat Bayah, Khaerudin kepada wartawan mengaku baru mengetahui adanya perusahaan tambang tersebut.

"Saya baru tahu tentang perusahaan tersebut, lokasinya saya belum tahu," katanya.

Khaerudin juga mengaku, dirinya mendapat telepon dari orang yang mengaku dari Kementerian ESDM, dan persoalan pertambangan PT. Tambang Silika Bayah akan ditangani langsung oleh Kementerian ESDM.

"Kemarin saya ditelEpon oleh orang Kementerian ESDM, katanya langsung ditangani oleh mereka," terang Khaerudin.

Anggota Komisi IV DPRD Lebak Musa Weliansyah mengkritisi kinerja inspektur pertambangan Kementerian ESDM, yang terkesan membiarkan perusahaan tersebut terus beroperasi padahal belum melaporkan RKAB.

"Setelah saya konsultasi dengan Kasubdit Ditjen Minerba Kementerian ESDM untuk wilayah Jawa, bahwa apapun dalihnya RKAB itu kunci dari segala kegiatan tambang," kata Musa Weliansyah

Musa meminta kepada Inspektur Tambang Kementerian ESDM Provinsi Banten untuk segera membentuk tim guna mengawasi dan sekaligus melakukan penutupan tambang silika PT. TSB. Dijelaskan Musa, bila belum mendapatkan persetujuan RKAB kegiatan tambang  PT. TSB dapat disebut kegiatan ilegal.(CR-01/PBN).

Inspektur ESDM Belum Pantau PT TSB

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh