Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pemerintah Bakal Libatkan Media Dan Masyarakat

by Tusnedi Azmart
Maret 11, 2022
in COVID-19
Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (kiri) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam diskusi bersama para jurnalis di Jakarta, Kamis (10/3/2022). (Foto: YouTube RakyatMerdeka TV)

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (kiri) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam diskusi bersama para jurnalis di Jakarta, Kamis (10/3/2022). (Foto: YouTube RakyatMerdeka TV)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan, Indonesia bakal mengubah status pandemi menjadi endemi.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam diskusi bersama para jurnalis di Jakarta yang bekerja untuk pemberitaan internasional, Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC).

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Dalam gelaran ini, Wiku membeberkan perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air. Termasuk, rencana Indonesia memasuki masa endemi, yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

Untuk mengubah pandemi yang berdampak pada banyak negara, diperlukan perbaikan kondisi kasus secara global,” jelas Wiku, kemarin.

Indonesia, masih terus berupaya menekan kasus serendah mungkin. Juga, angka kematian. Sebab, ini adalah salah satu syarat untuk menuju endemi.

Karena itu, diingatkan Wiku, diperlukan komitmen dan kesadaran yang besar bagi masing-masing individu. Yakni, dengan menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes) sebaik mungkin. Serta, mensukseskan program vaksin.

“Kita perlu menekan jumlah penduduk rentan dengan vaksinasi. Juga mengendalikan potensi penularan di masyarakat secara bersama-sama,” terangnya.

Saat ini, gelombang ketiga akibat Omicron kasus Covid-19 berangsur menurun. Jumlah kasus aktif di Indonesia pekan terakhir turun sebesar 97 ribu kasus.

Penurunan kasus positif ini juga dibarengi dengan penurunan angka keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 nasional selama 10 hari terakhir. Yakni dari 38,79 persen menjadi 28,2 persen.

Pemerintah memang sudah mengeluarkan kebijakan pelonggaran. Nah, kebijakan itu harusnya mendorong kesiapan masyarakat untuk lebih waspada dan bertanggung jawab secara individu.

“Saya ingin mengingatkan, perubahan kebijakan tidak boleh membuat kita berpuas diri,” tegas Wiku.

Selain itu, Indonesia melanjutkan upaya pemulihan sektor lainnya, seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata dan lain-lain.

Merujuk temuan dari World Bank tahun lalu, guncangan pada sektor ekonomi di berbagai negara merupakan dampak dari kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat maupun perilaku masyarakat.

Keduanya mampu berdampak pada penurunan intensitas perilaku ekonomi, baik karena adanya pembatasan ruang gerak maupun karena penurunan produktivitas akibat munculnya kasus maupun kematian baru,” ungkapnya.

Dalam diskusi yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengingatkan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Saat ini, baru masa transisi menuju endemi.

“Pemerintah terus melibatkan masyarakat, media dan semua pemangku kepentingan untuk menuju endemi. Sekarang pandemi belum berakhir,” tegas Sandi.

Fokus utama Pemerintah adalah mengendalikan kasus Covid-19, sampai mencapai standar yang disyaratkan dunia.

Ditegaskan Sandi, pelonggaran seperti bebas karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), perjalanan domestik tanpa tes Covid-19, pencopotan tanda jaga jarak di transportasi umum, dan sebagainya memang sudah bisa dilakukan. Namun, penggunaan masker dan vaksinasi tetap diwajibkan.

“Perlu terus diingatkan, ketika kasus meningkat akibat varian baru, maka harus meninjau kembali kebijakan ini dan melakukan penyesuaian,” ingat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini. [JAR]

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
Prof. Tjandra Yoga Aditama

Pandemi, PHEIC dan Bagaimana Akhir Pandemi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh