SERANG, BANPOS – Dua hari pasca terjadinya bencana banjir di Kota Serang, masyarakat di sejumlah daerah mulai melakukan bersih-bersih sisa banjir tersebut. Sejumlah barang seperti kasur, sprei, sofa hingga alat-alat elektronik dibersihkan dan dijemur di depan rumah mereka.
Di tengah kesibukan warga, berbagai bantuan dari para relawan, pemerintah serta elemen masyarakat pun terus berdatangan. Memang, meskipun banjir sudah surut namun para penyintas belum bisa sepenuhnya pulih, lantaran kehilangan harta benda, bahan makan serta kemampuan untuk memasak akibat terendam banjir.
Mulai dari bahan makanan, makanan siap saji, air bersih, hingga peralatan untuk tidur diberikan oleh elemen relawan, masyarakat dan pemerintah.
Sayangnya, bencana banjir yang seharusnya menyedihkan itu justru dimanfaatkan oleh sebagian oknum elemen masyarakat sebagai ajang ‘wisata’. Pasalnya, kehadiran mereka di lokasi bencana lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
Hal itu disampaikan oleh salah satu penyintas bencana yang ingin ditulis dengan nama Mirna. Wanita yang tinggal di Kecamatan Kasemen itu mengaku, berkali-kali dirinya didatangi oleh masyarakat yang membawa bantuan.
“Jujur saya mah sangat bersyukur, karena rumah masih bisa ditinggali dan mendapat keringanan bantuan dari saudara-saudara kita. Tapi kok lama kelamaan, saya merasa tempat tinggal saya yang bahkan masih berlumpur ini, malah jadi seperti destinasi wisata,” ujarnya, Kamis (3/3).
Hal itu dikarenakan beberapa kali ada rombongan masyarakat yang datang ke lingkungan rumahnya membawa bantuan, namun dengan jumlah kendaraan serta orang yang banyak sekali.
“Saya bukan tidak bersyukur, saya sangat bersyukur sekali dengan kedermawanan masyarakat Indonesia. Tapi yang disayangkan, rombongannya seabrek-abrek, tapi bantuan yang diberikan itu hanya untuk beberapa keluarga saja,” ucapnya yang tinggal di salah satu peziarahan terkenal di Kecamatan Kasemen.
Lebih mirisnya lagi, ia mengaku bahwa kerap kali rombongan yang datang, sering bercanda sambil berswafoto. Padahal di lingkungannya, jelas-jelas tengah membersihkan sisa bencana banjir terparah yang pernah Kota Serang alami.
“Buat kami yang bahkan lantainya belum kering dari sisa-sisa lumpur yang dibersihkan, itu sangat miris sekali,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia tetap menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia, yang telah peduli dengan kondisi di Kota Serang, khususnya Kecamatan Kasemen.
“Kami harap ke depannya, jika memang mau mengirimkan bantuan, tolong sekali cukup bantuan dan satu mobil pendamping saja yang datang. Karena jika banyak-banyak, jadi lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaat,” tandasnya. (DZH)








Discussion about this post