Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah

by Panji Romadhon
Februari 25, 2022
in PERISTIWA
Kondisi rumah milik warga Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur akibat pergerakan tanah

Kondisi rumah milik warga Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur akibat pergerakan tanah

Febby mengungkapkan, dampak bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cihuni saat ini dalam penanganannya serta Dinas Sosial. Hasil monev di lokasi terlihat cukup berbahaya jika kembali ditempati oleh masyarakat. Oleh karenanya, ia akan segera bersurat ke badan geologi untuk mengecek kontur tanah LEBAK, BANPOS – Sedikitnya 38 rumah di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, rusak berat akibat bencana pergerakan tanah, satu rumah diantaranya rata dengan tanah. Akibat bencana pergerakan tanah tersebut membuat pemilik rumah terpaksa harus mengungsi ke tenda pengungsian yang disediakan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Curugpanjang itu, sudah terjadi beberapa minggu terakhir. Sedikit demi sedikit bencana itu membuat rumah warga mengalami retak. Terparahnya pada Sabtu 19 Februari 2022 lalu, rumah warga mengalami retak cukup parah, bahkan satu diantaranya roboh hingga rata dengan tanah.

Baca Juga

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun begitu, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan Pemerintah Kabupaten Lebak mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang terdampak bencana pergerakan tanah.

“Ada 38 rumah dari 76 jiwa yang terdampak bencana pergerakan tanah. Mereka sudah mengungsi ke posko pengungsian yang disediakan Pemkab Lebak agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Sebab melihat kondisi kerusakan yang terjadi itu cukup parah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama saat meninjau lokasi, Kamis (24/2).
.

“Jika melihat kondisi seperti ini (rusak berat) relokasi bisa jadi alternatif utama. Untuk kebutuhan logistik sudah kita didistribusikan sebagai langkah pemenuhan kebutuhan pokoknya. Kita berharap masyarakat yang terdampak bisa tenang dan tidak panik,” ungkapnya.

Salah seorang warga yang terdampak bencana pergerakan tanah Susilawati mengatakan, kejadian tersebut sudah terjadi sekitar dua minggu lalu. Akibat bencana itu, dirinya juga mengungsi ke rumah saudaranya.

“Awal retakannya sedikit, karena setiap malam gerakan tanah itu ada lagi sehingga membuat rumah mengalami retakan cukup parah,” katanya.

Susilawati dan keluarganya mengaku, tidak bisa tidur nyaman akibat adanya getaran seperti gempa yang terjadi pada malam hari. Saat ini kondisi rumah semi permanen miliknya tersebut nyaris roboh karena pondasinya amblas.

“Takut, jika masih menempati rumah yang hampir roboh, makanya saya memilih mengungsi di posko pengungsian,” ujarnya.

Sama halnya dialami Rasidi, rumahnya mengalami kerusakan pada bagian tembok dan lantai. Tembok rumahnya retak-retak dan lantai rumah juga ambles ke dalam.

“Tiap malam jaga terus, antisipasi rumahnya roboh. Keluarga sudah diungsikan. Jadi hanya saya yang bermalam sambil berjaga,” ucapnya.

Kepala Desa Curugpanjang, Yadi, Kamis (24/2) kepada BANPOS membenarkan peristiwa pergerakan tanah yang terjadi dan menimpa warganya di Kampung Cihuni. Yadi menyebut sedikitnya terdapat 38 rumah milik warganya mengalami kerusakan. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Iya benar, sedikitnya ada 38 rumah yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Sekarang ini warga ada yang mengungsi ke rumah saudaranya dan ke posko,” katanya. (CR-01/PBN)

ShareTweetSend

Berita Terkait

POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
Next Post
Eka Darmana Putra meminta para Kepala Desa (Kades) agar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dibelanjakan oleh keluarga penerima manfaat (KPM) untuk keperluan sebenarnya membeli sembako. Jika ketahuan tidak dibelanjakan untuk sembako, pihak Dinsos minta agar oknum KPM itu untuk di Cut Off (di Coret) dari daftar  penerima bantuan.

KPM Diancam Dicoret Jika Belanja Hal Lain

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh