Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tambak Ilegal Membandel, Anggota Dewan Akan Lapor ke Penegak Hukum

by Diebaj Ghuroofie
Januari 25, 2022
in EKONOMI, HUKRIM
Musa Weliansyah.

Musa Weliansyah.

BAKSEL, BANPOS – Soal perusahaan tambak udang tanpa ijin lengkap dan dituding membandel, Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah akan melayangkan surat laporan resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Menurut Musa, pelaporan itu berdasarkan surat teguran yang dilayangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak terhadap perusahaan tambak udang milik Frans Kurnianto yang berlokasi di Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara.

Baca Juga

Anggota DPRD Banten Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi RSUD Malingping

Anggota DPRD Banten Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi RSUD Malingping

November 24, 2025

Dewan di Lebak Laporkan Pj Kades ke Kejari, Ada Apa?

Juli 2, 2024
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat mendatangi TPA Dengung yang akan menjadi destinasi impor sampah asal Tangsel.

Rencana Impor Sampah Tangsel Disorot

Oktober 2, 2023

PIP Rawan Bocor, Musa Desak APH Turun Tangan

Juli 17, 2023

“Saya akan segera melayangkan laporan resmi pada aparat penegak hukum terkait usaha tambak udang ilegal milik saudara Frans,” ujar Musa saat nelpon BANPOS, Senin (24/01).

Menurut Ketua Fraksi PPP Lebak ini, meski saat ini pihak perusahaan berkomitmen akan menyelesaikan semua perizinan yang tertunda, tetapi mereka telah melakukan pelanggaran, pasalnya, pada praktiknya mereka terus beroperasi dan hal ini jelas mengandung delik pidana umum.

“Apapun dalihnya, itu kegiatan tambak udang telah melanggar aturan dan sudah melakukan tindak pidana, buktinya dengan membuang limbah ke laut, itu artinya perbuatan melawan hukum sudah terjadi,” tegasnya.

Mantan aktivis Lebak ini juga menyayangkan sikap APH, dalam hal ini Polres Lebak yang terkesan melakukan pembiaran pada perusahaan yang membandel tersebut. Musa menyebut, perusahaan penangkaran udang milik pengusaha luar Banten itu sempat ditutup oleh Pemda Lebak, tetapi tidak dihiraukan.

“Mestinya dari dulu sudah ditindak tegas oleh aparat kepolisian, kegiatan tambak tersebut sebelumnya sudah ditutup oleh Pemda Lebak tapi masih membandel,” papar Musa.

Diketahui, dalam surat teguran yang dikeluarkan oleh DLH Kabupaten Lebak pada Bulan November 2021, ada beberapa poin yang tidak ditaati oleh perusahaan, yakni: mengacu kepada Surat Keterangan Tata Ruang (SKTR) yang dikeluarkan Dinas PUPR Kabupaten Lebak Nomor 600 SKTR/808-DPUPR 2020 Tanggal 14 Jul 2020. pemrakarsa diduga menggunakan tanah negara dalam lingkup usaha dan atau kegiatannya seluas 3.308 Meter. Selain itu juga usaha dan atau kegiatan yang dilakukan tidak memperhatikan ketentuan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Selanjutnya, usaha dan atau kegiatan budidaya tambak udang belum memiliki persetujuan teknis pembuangan air limbah ke badan air permukaan, belum memiliki persetujuan teknis pembuangan air limbah ke laut, belum mengantongi rincian teknis penyimpanan limbah Bahan Bahaya dan Beracun (B3), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada tidak didesain sebagaimana mestinya, sehingga diduga air limbah yang keluar dan IPAL belum memenuhi baku mutu dan pemrakarsa belum menyampaikan laporan implementasi dokumen lingkungan sejak ijin lingkungan dikeluarkan.

Dan pemilik perusahaan oleh pihak DLH pun telah diminta untuk segera menindaklanjuti temuan-temuan tersebut. Akan tetapi tampaknya hingga saat ini perusahaan tambak itu masih tetap berjalan meski mereka belum memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

(WDO)

Tags: Musa WeliansyahTambak IlegalTambak Udang
ShareTweetSend

Berita Terkait

Anggota DPRD Banten Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi RSUD Malingping
HUKRIM

Anggota DPRD Banten Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi RSUD Malingping

November 24, 2025
HUKRIM

Dewan di Lebak Laporkan Pj Kades ke Kejari, Ada Apa?

Juli 2, 2024
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat mendatangi TPA Dengung yang akan menjadi destinasi impor sampah asal Tangsel.
PEMERINTAHAN

Rencana Impor Sampah Tangsel Disorot

Oktober 2, 2023
PENDIDIKAN

PIP Rawan Bocor, Musa Desak APH Turun Tangan

Juli 17, 2023
Kohati Lebak saat audiensi dengan Pimpinan DPRD dan Komisi III Kabupaten Lebak, Kamis (16/3).
PERISTIWA

Musa yang ‘Menghilang’, Ketua DPRD yang Minta Maaf

Maret 16, 2023
Massa dari Ormas Badak Banten Perjuangan menggelar Demo di DPRD Lebak, mereka menuding ada oknum DPRD telah melakukan rekayasa kebohongan soal penutupan tambak udang di Lebak selatan. Selasa (15/3)
PERISTIWA

Oknum Anggota DPRD Lebak Dituding Lakukan Rekayasa Penertiban Tambak Udang

Maret 16, 2022
Next Post
Wisata pantai sepi pengunjung pasca bencana gempa.

Pasca Gempa, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Pandeglang Menurun Drastis

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh