Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pemkot Serang Belum Pertimbangkan PTM Total

by Panji Romadhon
Januari 3, 2022
in PENDIDIKAN

SERANG, BANPOS- Keputusan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara total hingga saat ini masih belum bisa dikeluarkan oleh Pemkot Serang. Pasalnya, kondisi Covid-19 dinilai masih belum memungkinkan, dan dikhawatirkan beresiko bagi peserta didik.

Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, mengatakan bahwa pihaknya ingin benar-benar memastikan bahwa kondisi aman, sebelum menggelar PTM total. Pihaknya pun akan melakukan kajian dan melihat situasi serta kondisi saat ini.

Baca Juga

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026

“Semua juga kepingin, baik wali murid dan muridnya untuk tatap muka, tidak ada lagi hybrid. Tapi kami tidak boleh memaksakan kehendak,” ujarnya, Minggu (2/1).

Kendati Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk memutuskan mengenai pembelajaran tatap muka, namun dalam mengambil keputusan tersebut harus benar-benar matang.

“Itu mesti kami kaji, kalau dilakukan tatap muka full, mudaratnya sejauh mana, dan manfaatnya sejauh mana. Tinggal yang tahu itu OPD yang tahu, apabila besar manfaat, tentu kami bolehkan,” ucapnya.

Maka dari itu, Pemkot Serang akan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada saat ini. Sehingga PTM di Kota Serang masih melakukan dua cara alias hybrid, yakni tatap muka dan secara dalam jaringan (Daring).

“Mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu dan pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Alpedi, mengatakan bahwa di Kota Serang masih memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun 2022. Hal itu sesuai dengan keputusan bersama antara Mendikbud, Menag dan Mendagri.

“Saya kira dari keputusan bersama tiga menteri itu pelaksanaan PTM terbatas, mulai tanggal 3 Januari (hari ini) sudah mulai diberlakukan. Artinya masih dilakukan 50 persen dari jumlah siswa, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang lebih ketat,” ujarnya.

Lalu, untuk melaksanakan PTM total pun Alpedi mengatakan bahwa seluruh guru mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP harus sudah menerima Vaksin Covid-19.

“Iya, semua guru harus sudah divaksin. Dan jumlah peserta didik SD dan SMP itu 50 persen dari jumlah murid, dengan jarak satu setengah meter dari jarak murid lainnya,” katanya.

Sementara untuk tingkat PAUD sebanyak 33 persen dari jumlah murid, dengan jarak yang sama, yakni satu setengah meter. “Dengan maksimal jumlah peserta didik dalam satu ruangan kelas sebanyak lima orang anak. Kemudian jumlah jam pelajaran maksimal enam jam per hari dengan menggunakan rombongan belajar shift,” katanya.

Menurut Alpedi, pihak sekolah memperbolehkan wali murid untuk memilih dua pilihan untuk anaknya, dalam mengikuti pembelajaran. Apakah dengan pembelajaran tatap muka atau belajar secara daring.

“Karena ada dua opsi (pilihan), orang tua boleh memilih untuk pembelajaran anaknya, baik tatap muka mau pun secara online,” tuturnya.

Selama mengikuti pembelajaran tatap muka, pihak sekolah harus memperhatikan sarana dan prasarana, serta memperhatikan protokol kesehatan.

“Kemudian tidak ada kontak fisik, seperti bersalaman. Tidak diperbolehkan adanya kantin, ekstrakurikuler dan olahraga dilakukan di luar ruangan. Apabila ada yang terpapar, maka tatap muka akan dihentikan,” tandasnya. (DZH/AZM)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026
PERISTIWA

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Plt Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria/Instagram/@dinsos.lebakkab
PERISTIWA

Dinsos Lebak Tegaskan Akan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Pungli Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini
HEADLINE

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
Next Post
Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat memberikan sambutan pada Rakor Peksos PKH.

Dugaan Pemotongan Bantuan PAUD di Pandeglang Diminta Diusut Tuntas

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh