Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Di Rangkasbitung, Jelang Nataru Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

by Diebaj Ghuroofie
Desember 21, 2021
in EKONOMI
Kepala Bidang Perdagangan Dedi Setiawan.

Kepala Bidang Perdagangan Dedi Setiawan.

LEBAK, BANPOS – Sejumlah harga pangan di pasar Rangkasbitung dan pasar daerah lainnya di Kabupaten Lebak mengalami kenaikan jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah, orange dan harga cabai keriting, telor dan juga minyak goreng kemasa, sementara untuk harga beras dipasar relatif stabil seperti biasa. Hal itu dibenarkan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak.

“Iya ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti harga cabai rawit merah, orange, telor, bawang dan minyak goreng kemasan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Dede Setiawan, Senin (20/12) kepada BANPOS.

Baca Juga

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Dedi menyebut, untuk kenaikan harga komoditas cabai rawit orange mencapai kisaran Rp80-100 ribu per kilogram di pasar daerah, cabai keriting Rp45-60 ribu per kilogram. Sementara untuk harga minyak goreng kemasan masih bertahan di harga Rp19 ribu, telor ayam Rp24-25 ribu per kilogram.

Untuk memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut kata Dedi, Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Lebak akan turun ke setiap pasar Rangkasbitung maupun ke pasar-pasar daerah yang tersebar di beberapa kecamatan untuk melakukan pemantauan ketersediaan (stok) barang, dan mengecek harga-harga barang.

“Kita akan turun melakukan pemantauan ketersediaan barang dan cek harga-harga barang di pasar pada Selasa (21/12) hari ini dan menjelang Natal dan tahun baru,” ungkapnya.

Pemantauan dan pengecekan harga barang di pasa Rangkasbitung dan pasar daerah yang tersebar di kecamatan di Kabupaten Lebak jelas Dedi, itu dilakukan untuk mengetahui permasalahan dan kendala yang menyebabkan harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.

Ditanya soal kemungkinan Disperidag Lebak melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru, Dedi mengaku belum ada rencana.

“Kalau untuk operasi pasar itu belum ada agenda, harus koordinasi dulu dengan pimpinan karena harus melibatkan sejumlah pihak. Kita baru mau melakukan pemantauan dan pengecekan harga dulu besok,” jelas Dedi.

Pantauan BANPOS di lapangan, komoditas lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga turut mengalami kenaikan. Sementara untuk ahan pokok beras cenderung stabil tidak meengalami kenaikan.

Adanya kenaikan sejumlah komoditas tersebut tentu saja dirasakan pedagang kecil di Rangkasbitung. Seorang pedagang nasi uduk dan ayam geprek di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista) Rangkasbitung, Dian. Ia mengaku kewalahan dengan adanya kenaikan harga seperti cabai dan juga minyak goreng.

Karena menurutnya, dagangan yang diolahnya itu membutuhkan minyak goreng dan juga cabai selain komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih dan gula. Dian menyebut, uang Rp100 ribu yang dibawanya untuk berbelanja bahan pokok hanya cukup untuk membeli beberapa komoditas itu pun tidak membeli kiloan.

“Mahal, untuk cabai rawit orange di pasar Rangkasbitung itu Rp80 ribu perkilogram, cabai keriting Rp45-60 ribu perkilogram, tambah minyak goreng dalam kemasan sekarang ini Rp19 ribu. Iya saya berharap harga kembali normal seperti baias, apalagi kondisi pandemi saat ini,” katanya.

Seorang pedagang bahan pokok di pasar Rangkasbitung, Meti juga membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas yang dijualnya seperti cabai rawit, cabai keriting, minyak goreng kemasan, dan lainnya.

“Iya, benar ada kenaikan. Mau bagaimana lagi kalau kita jual seperti biasa rugi dong kita. Kita juga sama ingin harga kembali stabil,” katanya (CR-01/PBN)

ShareTweetSend

Berita Terkait

POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
Next Post
Walikota Serang, Syafrudin.

Anggaran Penyelenggaraan Popda Banten Rp1,9 Miliar

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh