Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Santri Tewas di Kobong Setelah Tertimpa Longsor

by Panji Romadhon
Desember 11, 2021
in HEADLINE

RANGKASBITUNG, BANPOS – Tertimpa material tebing yang longsor, kobong santri sebuah pondok pesantren di Kampung Cipendeuy, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, hancur.

Longsor yang terjadi dan menimpa kobong santri, Sabtu (11/12) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lebak sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Dinding kobong Ponpes Darul Zawahir yang terbuat dari bilik bambu jebol diterjang longsor tebing yang jaraknya kurang lebih 1 meter. Tak hanya merusak kobong, longsor juga merenggut nyawa seorang santri yang sedang terlelap tidur di dalam kobong.

Kepala Desa Rangkasbitung Timur, Dedi Suhaedi membenarkan ada seorang santri yang sedang menimba ilmu di Ponpes Darul Zawahir meninggal dunia akibat tertimbun material dari tebing yang longsor.

“Iya, kejadiannya sekitar jam setengah 2.00 WIB dini hari. Korban meninggal dunia, tertimbun batu cadas longsor,” kata Kepala Desa Rangkasbitung Timur, Dedi Suhaedi kepada kepada wartawan.

Santri yang menjadi korban kata Dedi, bernama M. Arif Hidayat (23). asal Ciangsana, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar tewas di tempat. Dalam kobong itu hanya ada Arif sendirian.

“Meninggal di tempat, Arif sedang menimba ilmu agama di Ponpes Darul Zawahir,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama kembali mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi banjir, angin kencang dan tanah longsor jika hujan terjadi dengan intensitas tinggi.

Menurut Febby, tidak hanya pada siang hari saja, kewaspadaan akan terjadi bencana perlu ditingkatkan oleh masyarakat juga saat malam hari. Karena tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi.

“Kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi, terutama saat malam hari di saat kondisi kita sedang lelah. Memang karakter tanah di kita bila diguyur hujan deras setelah panas itu dapat memicu terjadinya tanah longsor,” ungkapnya. (CR-01/PBN)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post

Sarwija Tewas Masuk Gorong-gorong saat bersihkan Eceng Gondok

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh