Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengusaha dan FSPP Silaturahmi Bahas Peluang Porang

Pasar Porang Terbuka Lebar

by Panji Romadhon
Agustus 12, 2020
in EKONOMI
Sekretaris Dewan Pertimbangan FSPP Banten, Ali Mustofa menunjukkan porang yang sudah dikeringkan

Sekretaris Dewan Pertimbangan FSPP Banten, Ali Mustofa menunjukkan porang yang sudah dikeringkan

SERANG – Dinas Pertanian dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten terus mendorong petani untuk bersama-sama mengembangkan tanaman porang di Banten. Alasannya, tanaman porang memiliki nilai jual tinggi dan pasarnya sangat terbuka.

Salah satu bukti bahwa pasar porang sangat terbuka, sejumlah petani porang di Banten sudah tidak kesulitan mencari pembeli.

Baca Juga

Pemkab Lebak Dorong Penguatan Peran Pesantren Lewat FSPP

Pemkab Lebak Dorong Penguatan Peran Pesantren Lewat FSPP

Januari 30, 2026
Pesantren dan BPBD Banten Gelar Pelatihan Pemulihan Mental Korban Bencana

Pesantren dan BPBD Banten Gelar Pelatihan Pemulihan Mental Korban Bencana

Januari 1, 2026
Jadilah Mata Rantai Kebhinekaan Masyarakat Banten

Jadilah Mata Rantai Kebhinekaan Masyarakat Banten

Agustus 7, 2025

Gempuran Tahun Politik, FSPP Harus Jadi Rumah Kebhinekaan

Oktober 20, 2023

Sekarang ini, petani sudah sering mengirim hasil tanaman tersebut ke Banjar, Provinsi Jawa Barat dan Madiun, Provinsi Jawa Timur.

Pada Rabu (12/8/2020), pengusaha yang bergelut dalam bidang pengolahan porang asal Jakarta bertemu dengan pengurus FSPP. Mereka menjajaki kerja sama distribusi porang asal Banten.

Pengusaha dari Elemen Trijaya Mandiri, bahkan siap menampung porang dengan tidak terbatas, baik porang berbentuk biji (basah) maupun yang sudah diolah.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal FSPP Banten, Fadlullah dan Sekretaris Dewan Pertimbangan FSPP Banten, Ali Mustofa.

Sementara dari pihak pengusaha dihadiri pimpinan Elemen Trijaya Mandiri, Alexander Andrianto dan salah seorang pegawai Elemen Trijaya Mandiri, Agustinus.

Pertemuan tersebut pada awalnya lebih banyak membicarakan soal peluang dan tantangan membudidayakan porang, cara pengolahan, masa tanam, hingga nilai jual dan pasar porang.

Bagi petani porang, kesimpulan pembicaraan tersebut sangat melegakan. Sebab, selain tidak sulit untuk membudidayakan porang, nilai jual porang juga tinggi.

Sementara, pasar porang sangat terbuka, baik untuk keperluan dalam negeri maupun ekspor.

“Kami bisa menampung porang dalam jumlah banyak. Maka kami sangat menyambut baik, jika pada akhirnya bisa bekerja sama dengan FSPP,” kata pemimpin Elemen Trijaya Mandiri, Alexander Andrianto, di sela-sela pertemuan.

Sekretaris Jenderal FSPP Banten, Fadlulah menyebut, pengembangan porang yang digawangi FSPP, sementara ini masih menyasar kalangan pondok pesantren. Setidaknya terdapat 20 pondok pesantren yang sudah siap membudidayakan porang.

Basis pengembangan porang di pesantren, karena rata-rata pesantren di Banten memiliki lahan yang luas. Selain itu, pesantren bisa mengembangkan porang kepada warga sekitar atau lingkungan pesantren.

“Kalangan pesantren sudah siap mengembangkan porang. Termasuk sejumlah petani yang sudah kami jajaki. FSPP dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian turut mendorong petani dan pesantren untuk bersama-sama mengembangkan porang. Khusus FSPP, juga akan memfasilitasi penjualan porang. Kalau petani sudah memiliki pasar tersendiri, silakan dilanjutkan,” ujar Fadlullah.

Sekretaris Dewan Pertimbangan FSPP Banten, Ali Mustofa mengatakan, Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian Banten mendorong agar budi daya porang dikembangkan menjadi industri pengolahan. Sehingga nilai jual porang semakin meningkat. Selain itu, akan membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Bila memungkinkan petani Banten bisa jual porang yang sudah dalam bentuk tepung. Itu harapan Pak Gubernur Banten,” katanya.

Berkaitan dengan pengembangan porang, FSPP akan terus berupaya memberikan pembinaan budi daya porang terhadap pesantren dan petani.

“Kami yang difasilitasi Dinas Pertanian sudah melaksanakan pelatihan dalam bentuk FGD (focus group discussion),” tuturnya.

Adapun kendala dalam pengembangan porang, kata Ali, keterbatasan bibit. “Bibit masih terbatas. Mudah-mudahan ke depan bisa diatasi, karena pasar porang sangat terbuka,” ungkap Ali.(PBN)

Tags: FadlullahFSPPPorang
ShareTweetSend

Berita Terkait

Pemkab Lebak Dorong Penguatan Peran Pesantren Lewat FSPP
PEMERINTAHAN

Pemkab Lebak Dorong Penguatan Peran Pesantren Lewat FSPP

Januari 30, 2026
Pesantren dan BPBD Banten Gelar Pelatihan Pemulihan Mental Korban Bencana
KESRA

Pesantren dan BPBD Banten Gelar Pelatihan Pemulihan Mental Korban Bencana

Januari 1, 2026
Jadilah Mata Rantai Kebhinekaan Masyarakat Banten
VOX POPULI

Jadilah Mata Rantai Kebhinekaan Masyarakat Banten

Agustus 7, 2025
POLITIK

Gempuran Tahun Politik, FSPP Harus Jadi Rumah Kebhinekaan

Oktober 20, 2023
GAYA HIDUP

Kecamatan Curug Gelar Doa Bersama dan Launching Pembagian Alquran

Maret 29, 2022
HUKRIM

Rubah Kesaksian, Anggota Presidium Pandeglang Akui Ada Potongan Hibah Untuk Bangun Kantor FSPP

Desember 13, 2021
Next Post

Serap Tenaga Kerja, BBWSC3 Lakukan Serah Terima P3-TGI

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh