Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Beda Hari Lebaran itu Mengasyikan

Oleh: Ocit Abdurrosyid Siddiq

by Panji Romadhon
Juni 4, 2020
in OPINI

UNTUK menentukan tanggal 1 Syawal atau lebaran, biasanya kita menunggu pengumuman dari pemerintah. Lebaran ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan masukan dan pertimbangan banyak pihak. Diantaranya organisasi keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar dan lain-lain.

Pertimbangan ormas keagamaan kerap diakomodir oleh pemerintah. Tapi kadang berbeda. Makanya tidak heran bila kita pernah melaksanakan lebaran pada hari yang berbeda.

Baca Juga

Semangat Pilkada Tanpa Money Politics & Black Campaign

Desember 8, 2020

Back To Belajar Tatap Muka

Desember 8, 2020
Saepudin || Anggota Satgas Covid-19 MUI Banten

Ketika Ulama dan Umara Berkolaborasi Tangani Covid-19

Desember 8, 2020

Covid dan Percepatan Literasi Teknologi

Desember 7, 2020

NU dan Muhammadiyah merupakan ormas keagamaan besar yang kerap menyampaikan hasil ijtihadnya perihal waktu lebaran kepada pemerintah. Seringkali keduanya berpendapat sama. Walau kadang berbeda.

Karena itulah kita, umat Islam Indonesia pernah melaksanakan lebaran pada hari yang berbeda. Sejatinya, perbedaan itu tidak menjadi masalah. Menjadi masalah dan dikesankan bermasalah, karena seolah umat tidak kompak.

Bagi saya, beda hari lebaran itu justeru membahagiakan. Karena bisa lebaran dua kali. Kebiasaan keluarga kami, merayakan lebaran di rumah sendiri. Setelah sholat ied, bersilaturahmi dengan kerabat, sahabat, dan tetangga, siangnya berkunjung ke rumah orangtua di kampung. Bila sudah di kampung, bermalam hingga 3-4 hari.

Uniknya, bila hari lebaran berbeda, maka berbeda pula antara lebaran di rumah dengan di kampung orangtua. Lebaran di rumah biasanya lebih awal. Disitulah untungnya. Karena ketika kami berkunjung siang harinya, kami merayakan kembali lebaran di kampung keesokan harinya.

Bagi saya, beda hari lebaran itu membahagiakan. Makanya saya selalu menunggu perbedaan itu.

Tags: Opini Pembaca

Berita Terkait

OPINI

Semangat Pilkada Tanpa Money Politics & Black Campaign

Desember 8, 2020
OPINI

Back To Belajar Tatap Muka

Desember 8, 2020
Saepudin || Anggota Satgas Covid-19 MUI Banten
OPINI

Ketika Ulama dan Umara Berkolaborasi Tangani Covid-19

Desember 8, 2020
OPINI

Covid dan Percepatan Literasi Teknologi

Desember 7, 2020
EKONOMI

Resesi, Pandemi dan Optimisme

Desember 6, 2020
OPINI

Dampak Daring terhadap Kesehatan Sosial

Desember 1, 2020
Next Post

Pasca-lebaran, Harga Bawang Merah Lokal Meroket

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh