Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

by Muhamad Wahyu
Maret 9, 2026
in PERISTIWA

SERANG, BANPOS — Kekerasan terhadap perempuan tidak selalu berbentuk fisik. Tekanan emosional hingga manipulasi dalam hubungan pacaran juga kerap menjadi bentuk kekerasan yang sering tidak disadari oleh korban.

Persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan sharing session memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret. Diskusi yang berlangsung di Umah Kaujon, Kota Serang, Minggu (8/3/2026), menghadirkan sejumlah organisasi yang fokus pada isu perempuan dan perlindungan hukum.

Baca Juga

LPLPP PRIMA Bareng WPL Gelar Beauty Class, Mengenal Makna Cantik Sesungguhnya Bagi Perempuan

LPLPP PRIMA Bareng WPL Gelar Beauty Class, Mengenal Makna Cantik Sesungguhnya Bagi Perempuan

Oktober 22, 2025
Perempuan Banten Harus Jadi Polisi bagi Diri Sendiri

Perempuan Banten Harus Jadi Polisi bagi Diri Sendiri

Oktober 22, 2025
MPR Nilai Kesejahteraan Keluarga Kunci Lindungi Perempuan dan Anak

MPR Nilai Kesejahteraan Keluarga Kunci Lindungi Perempuan dan Anak

September 9, 2025
Aktivis Perempuan Banten Temui Angela Tanoesoedibjo, Ada Apa?

Aktivis Perempuan Banten Temui Angela Tanoesoedibjo, Ada Apa?

November 20, 2024

Perwakilan LBH APIK Jakarta, Mumtahanah, menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, baik yang terjadi dalam rumah tangga maupun dalam hubungan pacaran.

Menurutnya, banyak bentuk kekerasan yang sering tidak dikenali karena tidak meninggalkan luka fisik. Padahal, tekanan emosional dan manipulasi juga merupakan bagian dari kekerasan berbasis gender.

“Apapun bentuknya, kekerasan tetaplah kekerasan. Tidak harus selalu fisik, tekanan emosional atau manipulasi juga termasuk kekerasan,” ujarnya.

Mumtahanah mengungkapkan, dalam sejumlah kasus yang mereka temui, korban khususnya dari kalangan mahasiswa, sering mendapat tekanan dari pasangan dalam hubungan pacaran. Bentuknya beragam, mulai dari ancaman hingga paksaan melakukan hal-hal yang melanggar privasi.

Beberapa di antaranya seperti dipaksa mengirim foto pribadi, membuka kerudung, hingga tuntutan lain yang berujung pada kekerasan berbasis gender.

Sementara itu, Netta dari Bakumdik menjelaskan bahwa lembaganya selama ini memberikan bantuan hukum khususnya di bidang pendidikan, termasuk pendampingan terhadap kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

Menurutnya, Bakumdik juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah desa di Banten, di antaranya Desa Sentul dan Desa Sindangheula, untuk memperkuat perlindungan masyarakat di tingkat akar rumput.

Ia menilai persoalan yang muncul di setiap desa berbeda-beda, namun banyak kasus berkaitan dengan anak di bawah umur yang kurang mendapat pengawasan karena orang tua harus bekerja.

“Kalau dilihat dari angka kriminalitas terhadap perempuan, setiap tahun cenderung meningkat. Karena itu Bakumdik berupaya terus mendampingi dan berkolaborasi ketika ada kasus-kasus pelecehan, terutama yang menimpa perempuan,” tegasnya.

Diskusi bertema “Hak atas Keadilan: Aksi untuk Semua Perempuan” tersebut menjadi ruang refleksi bersama mengenai berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan, mulai dari kekerasan dalam relasi pribadi hingga keterbatasan akses terhadap keadilan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tujuh organisasi, yakni LBH APIK, Bakumdik, Aisyiyah, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Umah Kaujon, FOPKIA, serta Pattiro Banten.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya ruang aman bagi perempuan di berbagai lingkungan, termasuk dalam relasi personal. (*)

Tags: Hari Perempuan Internasionalkekerasan dalam pacarankekerasan psikologiskekerasan terhadap perempuanLBH APIK Jakartamanipulasi dalam hubunganperempuan
ShareTweetSend

Berita Terkait

LPLPP PRIMA Bareng WPL Gelar Beauty Class, Mengenal Makna Cantik Sesungguhnya Bagi Perempuan
GAYA HIDUP

LPLPP PRIMA Bareng WPL Gelar Beauty Class, Mengenal Makna Cantik Sesungguhnya Bagi Perempuan

Oktober 22, 2025
Perempuan Banten Harus Jadi Polisi bagi Diri Sendiri
HUKRIM

Perempuan Banten Harus Jadi Polisi bagi Diri Sendiri

Oktober 22, 2025
MPR Nilai Kesejahteraan Keluarga Kunci Lindungi Perempuan dan Anak
POLITIK

MPR Nilai Kesejahteraan Keluarga Kunci Lindungi Perempuan dan Anak

September 9, 2025
Aktivis Perempuan Banten Temui Angela Tanoesoedibjo, Ada Apa?
PERISTIWA

Aktivis Perempuan Banten Temui Angela Tanoesoedibjo, Ada Apa?

November 20, 2024
POLITIK

Virnie Ismail Kagum Dengan Perempuan Lebak

Oktober 25, 2024
PEMERINTAHAN

PPSW Gelar Bimtek Kepemimpinan Perempuan Perdesaan di Banten

Juli 2, 2024
Next Post

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh