Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dzikir Kebangsaan di Tugu Proklamasi, Hidupkan Kembali Spirit 9 Ramadan

by Muhamad Wahyu
Februari 27, 2026
in PERISTIWA
Dzikir Kebangsaan di Tugu Proklamasi, Hidupkan Kembali Spirit 9 Ramadan

JAKARTA, BANPOS — Momentum 9 Ramadan 1367 Hijriyah yang bertepatan dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945 kembali dihidupkan melalui kegiatan dzikir kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jumat (27/2).

Kegiatan tersebut digelar Keluarga Besar Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya Sirnarasa sebagai bentuk refleksi spiritual atas sejarah kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga

Fekraf Banten Ngadu Ke Menkraf Banten Krisis Venue

Fekraf Banten Ngadu Ke Menkraf Banten Krisis Venue

Februari 24, 2026
Pengurus Wilayah SEMMI Siap Kawal Jakarta sebagai Kota Global Berkeadilan

Pengurus Wilayah SEMMI Siap Kawal Jakarta sebagai Kota Global Berkeadilan

Januari 31, 2026
Empat Pengedar Ganja Diciduk di Kemayoran, Polisi Sita 17 Kilogram Barang Bukti

Empat Pengedar Ganja Diciduk di Kemayoran, Polisi Sita 17 Kilogram Barang Bukti

Januari 30, 2026
Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Desember 15, 2025

Selama ini, peringatan kemerdekaan lebih identik dengan 17 Agustus dalam kalender Masehi. Padahal, secara historis, proklamasi juga berlangsung pada 9 Ramadhan 1367 H. Dimensi spiritual inilah yang dinilai perlu kembali ditegaskan dalam ruang publik.

Kegiatan bertajuk “Dzikir & Do’a Bersama Pengajian Anti Gempa – Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani” itu dipimpin langsung oleh Mursyid TQN Suryalaya Sirnarasa, Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul (Abah Aos).

Ribuan ikhwan tarekat dari berbagai daerah hadir mengikuti rangkaian acara sejak dini hari.

Ketua Panitia Pengarah kegiatan, K.H. Budi Rahman Hakim mengatakan narasi kemerdekaan Indonesia selama ini lebih banyak dipahami dari sisi politik dan perjuangan fisik, sementara aspek spiritual belum mendapat penekanan memadai.

“Proklamasi kemerdekaan tidak lahir dalam ruang kosong. Ia hadir dalam suasana Ramadhan, di tengah praktik ibadah, doa, dan dzikir. Ini menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia memiliki fondasi spiritual yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, menghidupkan kembali 9 Ramadhan bukan untuk menggantikan 17 Agustus, melainkan melengkapi dimensi peringatan kemerdekaan.

“Ini bukan soal menambah seremoni, tetapi merekonstruksi ingatan kolektif bangsa agar tidak tercerabut dari nilai keimanan, pengorbanan, dan persatuan,” katanya.

Rangkaian kegiatan meliputi khataman Al-Qur’an, salat berjamaah, pembacaan manaqib, dzikir bersama, hingga khidmah ilmiah yang menghadirkan ulama dan tokoh nasional.

Panitia memaknai dzikir sebagai energi sosial kolektif yang berdampak pada kehidupan berbangsa.

“Dzikir membentuk kesadaran batin yang mendorong sikap rendah hati, solidaritas, empati, serta kemampuan menahan konflik. Dalam skala luas, ini memperkuat kohesi sosial dan stabilitas nasional,” jelas K.H. Budi Rahman Hakim.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep Penghulu Pesantren Ketahanan Nasional (PPKN), yang mengintegrasikan spiritualitas tasawuf dengan agenda kebangsaan.

Nilai-nilai seperti keikhlasan, pengendalian diri, dan cinta kasih dinilai relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan, mulai dari krisis moral hingga polarisasi sosial.

Panitia berharap momentum 9 Ramadan dapat berkembang menjadi tradisi refleksi tahunan yang memperkuat persatuan dan membangun orientasi peradaban yang berakar pada etika serta spiritualitas.

“Spiritualitas dan nasionalisme tidak perlu dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan dalam satu kerangka untuk memperkokoh Indonesia,” pungkasnya. (*)

Tags: Jakarta

Berita Terkait

Fekraf Banten Ngadu Ke Menkraf Banten Krisis Venue
PERISTIWA

Fekraf Banten Ngadu Ke Menkraf Banten Krisis Venue

Februari 24, 2026
Pengurus Wilayah SEMMI Siap Kawal Jakarta sebagai Kota Global Berkeadilan
PERISTIWA

Pengurus Wilayah SEMMI Siap Kawal Jakarta sebagai Kota Global Berkeadilan

Januari 31, 2026
Empat Pengedar Ganja Diciduk di Kemayoran, Polisi Sita 17 Kilogram Barang Bukti
HUKRIM

Empat Pengedar Ganja Diciduk di Kemayoran, Polisi Sita 17 Kilogram Barang Bukti

Januari 30, 2026
Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif
KESRA

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Desember 15, 2025
BNNP Banten Perketat Jalur Darat Antarpulau Cegah Selundupan Narkoba
HUKRIM

BNNP Banten Perketat Jalur Darat Antarpulau Cegah Selundupan Narkoba

November 25, 2025
Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh di Atas Industri per Oktober 2025
EKONOMI

Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh di Atas Industri per Oktober 2025

November 24, 2025
Next Post

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh