CILEGON, BANPOS – PT Krakatau Pipe Industries (KPI) resmi melakukan pengiriman perdana pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei melalui jalur laut, Kamis (19/2). Peresmian berlangsung di fasilitas perusahaan dan menjadi tonggak awal distribusi proyek strategis nasional tersebut.
Proyek pipa transmisi ini memiliki panjang total 541 kilometer yang menghubungkan Sei Mangkei hingga Dumai. Jika seluruh jaringan tersambung, maka infrastruktur gas di Pulau Sumatera akan terintegrasi dari Aceh hingga wilayah selatan Sumatera.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, mengatakan proyek ini menjadi langkah penting dalam penguatan jaringan gas nasional. Ia juga menyebut proyek Cisem 2 di Pulau Jawa telah selesai, sehingga jaringan gas di Jawa kini sudah terhubung dalam satu sistem.
“Ini tonggak penting. Dari pipa inilah nantinya Sumatera akan terhubung penuh. Krakatau Steel adalah BUMN dengan kemampuan internasional, dan ini menjadi kebanggaan nasional,” tegasnya.
Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp6,3 triliun. Pengiriman dilakukan secara paralel melalui jalur darat (trucking) dan laut.
Satu kapal mampu mengangkut sekitar 4.000 ton pipa dengan waktu tempuh kurang lebih dua minggu. Total pengiriman ditargetkan mencapai 83.000 ton sepanjang tahun ini.
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada perusahaan.
“Merupakan kehormatan bagi kami mendapatkan kepercayaan dalam proyek ini. Dengan dukungan KSO 1 dan KSO 2, proses pengiriman berjalan sesuai timeline dan dapat dilaksanakan tepat waktu. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Acara peresmian diawali dengan pemaparan profil perusahaan serta spesifikasi pipa yang akan dikirim ke Dumai. Manajemen juga menegaskan komitmen terhadap penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam seluruh proses produksi hingga distribusi.
Produksi pipa telah dimulai sejak akhir tahun lalu untuk memastikan kesiapan distribusi. Setelah tahap pengiriman, proses berikutnya adalah penyambungan dan pemasangan pipa yang menjadi fase paling memakan waktu dalam proyek ini.
Proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Krakatau Pipe Industries, serta konsorsium KSO 1 dan KSO 2.
Laode menambahkan, kesiapan infrastruktur gas menjadi penting mengingat kebutuhan energi di kawasan industri Cilegon terus meningkat. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri dan investasi ke depan. (CR01)












Discussion about this post