TANGERANG, BANPOS – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, tengah melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar SMK di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Kecelakaan yang terjadi pada Jumat 13 Februari 2026 sekitar pukul 06.45 WIB itu, menewaskan seorang pelajar SMK berinisial CRA.
Korban yang masih mengenakan seragam selolah meninggal dunia di lokasi, tepatnya depan PT Victory Chingluh, Kecamatan Pasar Kemis.
“Kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian dari penyebab kecelakaan tersebut,” kata Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Rani Purbawa kepada wartawan, Minggu (15/2).
Kecelakaan bermula ketika korban hendak berangkat menuju sekolah mengendarai sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi A 2318 WAT.
Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban terjatuh bersama sepeda motornya. Korban bersama sepeda motornya diduga terperosok ke lubang jalan yang kondisinya rusak parah.
Dari arah bersamaan melintas truk molen bernomor polisi A 3013 WD, dan langsung menabrak pelajar malang tersebut.
“Dari hasil olah TKP di lokasi terdapat genangan air karena jalan rusak dan berlubang,” ujar Ipda Rani Purbawa.
Tragedi kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar SMK tersebut, menambah jumlah Lakalantas yang terjadi di ruas Jalan Raya Pasar Kemis.
Dalam sebulan belakangan ini, sedikitnya empat orang meninggal dunia dalam empat insiden berbeda yang seluruhnya melibatkan sepeda motor dan kendaraan berat.
Data dari Polresta Tangerang mencatat, kecelakaan terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Kondisi jalan rusak diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan tragis tersebut.
Namun demikian polisi menyebut penyebab setiap insiden kecalekaan di jalan raya yang berstatus milik Kabupaten Tangerang tersebut tidak sama.
“Penyebab kecelakaan itu berbeda-beda, ada faktor human error dan memamng ada juga kejadian yang terjadi dekat jalan rusak,” jelasnya.
Rani Purbawa melanjutkan, saat ini kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian penyelenggara jalan terkait kondisi infrastruktur yang rusak di lokasi kejadian.
“Apabila ditemukan pelanggaran tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai aturan,” tegasnya.(*)



Discussion about this post