TANGERANG, BANPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melakukan uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Cisadane yang diduga tercemar bahan kimia pada pestisida.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang, Ari Margo, mengatakan bahwa langkah uji kualitas air itu dilakukan sebagai tindak lanjut terjadinya cemaran sungai akibat insiden kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, pada Senin (9/2).
Akibatnya, dampak residu dari kebakaran gudang kimia tersebut akan berdampak terhadap kualitas air Cisadane yang sejauh ini menjadi bahan konsumsi di sekitar Tangerang Raya.
“Sungai itu hilirnya ada di Kabupaten Tangerang, seperti di Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, dan Sepatan, jadi kita cek di hilir,” ungkapnya, Selasa (10/2).
Dia menyebut, saat ini pihaknya telah mengambil sampel air Sungai Cisadane untuk dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui komposisi kandungan cemaran dan pH air tersebut.
Selain itu, untuk tahapan uji laboratorium ini akan memerlukan waktu selama 2 pekan.
“Untuk sementara ini daerah aliran Sungai Cisadane dan anak sungainya, yang berpotensi terlewati aliran itu, untuk sementara jangan mengonsumsi untuk apa namanya mandi cuci itu dulu sementara,” imbaunya.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (9/2).
Kebakaran itu menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar. Aliran kali di sekitar lokasi dilaporkan tercemar, ditandai dengan perubahan kondisi air serta ikan yang mengapung akibat tercemar pestisida.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyebutkan bahwa dugaan cemaran aliran kali berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida. (*)



Discussion about this post