SERANG BANPOS – Pemprov Banten resmi menggelar pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II pada Senin (26/1/2026).
Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat undangan resmi bernomor T-400.14.11/33/BKD/2026. Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, atas nama Gubernur Banten Andra Soni.
Agenda pelantikan tersebut akan dilangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, terdapat sejumlah pejabat yang mengisi posisi strategis eselon II, baik melalui promosi jabatan maupun pengisian jabatan definitif yang sebelumnya dijabat pelaksana tugas (Plt).
Dua pejabat yang diketahui akan mendapat promosi dari jabatan eselon III ke eselon II yakni: Aan Fauzan Rahman, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Kinerja, dan Disiplin pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten.
Ia dikabarkan dipercaya menduduki jabatan Kepala Biro Organisasi pada Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten.
Kemudian, Iwan Hermawan yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, menggantikan Babar Suharso.
Selain promosi jabatan, pelantikan juga dikabarkan akan menetapkan Siti Maani Nina sebagai Inspektur Provinsi Banten.
Sebelumnya, Siti Maani Nina menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten.
Pelantikan pejabat eselon II ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten untuk menuntaskan pengisian jabatan strategis yang sempat kosong, sekaligus memperkuat struktur organisasi pemerintahan agar lebih efektif dan optimal dalam menjalankan program pembangunan daerah.
Diberitakan sebelumnya, Sekda Banten, Deden Apriandhi Hartawan menegaskan bahwa pengisian jabatan eselon II menjadi prioritas sebelum dilanjutkan ke pengisian jabatan struktural lain, guna menghindari terjadinya kekosongan jabatan baru akibat pergeseran posisi pejabat.
“Selain pengisian ada juga yang rotasi. Kita prioritaskan yang esselon II baru nanti esselon III dan IV menyusul,” tegasnya.(*)









Discussion about this post