Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hendak Lunasi Mobil, Uang dari BRI Ada yang Palsu

by Taufiq Solehudin
Januari 23, 2026
in PERISTIWA
Hendak Lunasi Mobil, Uang dari BRI Ada yang Palsu

Selembar uang pecahan Rp100 ribu milik warga Rangkasbitung dari ATM BRI yang diklaim palsu saat hendak melunasi pembayaran mobil/BANTEN POS/TAUFIQ SOLEHUDIN

LEBAK, BANPOS — Seorang warga di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak merasa keheranan. Pasalnya, uang yang ia peroleh dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI ternyata palsu.

Hal itu diketahui saat dirinya hendak melakukan pembayaran pelunasan cicilan mobil di salah satu perusahaan leasing pada Kamis (22/1).

Baca Juga

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Februari 28, 2026

Warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, saat itu sekitar pukul 6.50 WIB dirinya datang ke salah satu mesin ATM BRI di Rangkasbitung untuk melakukan penarikan uang sebesar Rp20 juta.

Penarikan tersebut dilakukan dengan menggunakan dua kartu debit.

Kemudian setelah selesai melakukan penarikan, dirinya segera bergegas menuju kantor perusahaan leasing untuk melakukan pembayaran pelunasan cicilan mobil.

Setibanya di lokasi, ia diarahkan menuju petugas kasir untuk melangsungkan proses transaksi pembayaran.

Namun pada saat memeriksa uang yang diterima, petugas kasir tersebut memberitahukan bahwa di antara uang Rp10 juta yang diterima rupanya terdapat satu lembar uang palsu dengan pecahan Rp100 ribu.

Mendapati informasi tersebut ia mulanya menampik. Sebab, dia merasa yakin uang yang diperoleh dari mesin ATM tidak mungkin palsu.

Namun pada saat ditunjukkan buktinya oleh petugas kasir dengan menggunakan mesin pemindai, barulah kemudian ia mulai percaya.

“Setelah diperiksa oleh mesin pakai laser itu ternyata benar palsu. Terus uang semua yang ada di situ dicek satu per satu dikira saya bawa uang palsu, alhamdulillah cuman satu mata uang pecahan Rp100 ribu,” tuturnya.

Lantaran uang tunai yang ia bawa pas-pasan sesuai dengan nominal pelunasan sementara pihak leasing saat itu tidak menerima pembayaran dengan cara transfer, pada akhirnya ia meminta bantuan petugas kasir untuk bisa mengganti kekurangan tersebut.

“Karena uang itu ngepres dan nggak bisa pakai transfer akhirnya saya minta tolong teller bank gitu. Saya transfer ke rekening si mbak, ‘tolong gantikan uang ini karena saya nggak ada uang lagi.’ Diganti lah sama dia,” terangnya.

Setelah transaksi itu selesai, ia kemudian segera beranjak menuju kantor BRI Cabang Rangkasbitung untuk meminta konfirmasi mengenai peristiwa yang dihadapinya.

Namun, ia mengatakan, berdasarkan penjelasan pihak petugas bank masalah tersebut merupakan tanggung jawab pihak ketiga.

“Saya minta ditukar kan awalnya. Keluar lagi (petugas bank) dengan bahasa, “bang ini mah pihak ketiga kita nggak bisa disalahkan,” yang ngomong satpamnya,” tuturnya.

Mendapati pernyataan tersebut ia mengaku kecewa. Ia kemudian bertekad membuat laporan kepada pihak kepolisian atas peristiwa yang dialaminya.

“Ya udah lah, saya ambil. Saya bikin laporan aja kalau kayak gitu. Maksud saya tolong lah saya kan udah disakitin nih, udah dipermalukan gitu kan,” ungkapnya.

Sementara itu BANPOS telah berupaya menghubungi pihak perbankan untuk meminta konfirmasi mengenai kasus tersebut melalui akun media sosial instagram.

Namun sampai dengan berita ini tayang tidak ada tanggapan apapun.

Kemudian BANPOS pun berusaha menghubungi nomor pihak perbankan bernama Edy Ahyadi, Asisten Manajemen Bisnis Mikro.

Akan tetapi yang bersangkutan mengaku telah pensiun dari jabatannya di perbankan tersebut.

“Izin pak saya udah nggak kerja lagi di BRI, sudah pensiun empat tahun yang lalu. Perubahan organisasi BRI juga nggak tahu, maaf ya pak,” tandasnya. (*)

Tags: Kabupaten Lebaklebak
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026
EKONOMI

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026
Entertainment

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Februari 28, 2026
Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi
PEMERINTAHAN

Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi

Februari 27, 2026
Rezim Hasbi-Amir di Lebak Dituding Hambur-hamburkan Anggaran
PEMERINTAHAN

Rezim Hasbi-Amir di Lebak Dituding Hambur-hamburkan Anggaran

Februari 26, 2026
Next Post
Santri Salafi dan Kader PDI Perjuangan Menyemai Doa di Ulang Tahun Megawati

Santri Salafi dan Kader PDI Perjuangan Menyemai Doa di Ulang Tahun Megawati

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh