LEBAK, BANPOS — Seorang warga di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak merasa keheranan. Pasalnya, uang yang ia peroleh dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI ternyata palsu.
Hal itu diketahui saat dirinya hendak melakukan pembayaran pelunasan cicilan mobil di salah satu perusahaan leasing pada Kamis (22/1).
Warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, saat itu sekitar pukul 6.50 WIB dirinya datang ke salah satu mesin ATM BRI di Rangkasbitung untuk melakukan penarikan uang sebesar Rp20 juta.
Penarikan tersebut dilakukan dengan menggunakan dua kartu debit.
Kemudian setelah selesai melakukan penarikan, dirinya segera bergegas menuju kantor perusahaan leasing untuk melakukan pembayaran pelunasan cicilan mobil.
Setibanya di lokasi, ia diarahkan menuju petugas kasir untuk melangsungkan proses transaksi pembayaran.
Namun pada saat memeriksa uang yang diterima, petugas kasir tersebut memberitahukan bahwa di antara uang Rp10 juta yang diterima rupanya terdapat satu lembar uang palsu dengan pecahan Rp100 ribu.
Mendapati informasi tersebut ia mulanya menampik. Sebab, dia merasa yakin uang yang diperoleh dari mesin ATM tidak mungkin palsu.
Namun pada saat ditunjukkan buktinya oleh petugas kasir dengan menggunakan mesin pemindai, barulah kemudian ia mulai percaya.
“Setelah diperiksa oleh mesin pakai laser itu ternyata benar palsu. Terus uang semua yang ada di situ dicek satu per satu dikira saya bawa uang palsu, alhamdulillah cuman satu mata uang pecahan Rp100 ribu,” tuturnya.
Lantaran uang tunai yang ia bawa pas-pasan sesuai dengan nominal pelunasan sementara pihak leasing saat itu tidak menerima pembayaran dengan cara transfer, pada akhirnya ia meminta bantuan petugas kasir untuk bisa mengganti kekurangan tersebut.
“Karena uang itu ngepres dan nggak bisa pakai transfer akhirnya saya minta tolong teller bank gitu. Saya transfer ke rekening si mbak, ‘tolong gantikan uang ini karena saya nggak ada uang lagi.’ Diganti lah sama dia,” terangnya.
Setelah transaksi itu selesai, ia kemudian segera beranjak menuju kantor BRI Cabang Rangkasbitung untuk meminta konfirmasi mengenai peristiwa yang dihadapinya.
Namun, ia mengatakan, berdasarkan penjelasan pihak petugas bank masalah tersebut merupakan tanggung jawab pihak ketiga.
“Saya minta ditukar kan awalnya. Keluar lagi (petugas bank) dengan bahasa, “bang ini mah pihak ketiga kita nggak bisa disalahkan,” yang ngomong satpamnya,” tuturnya.
Mendapati pernyataan tersebut ia mengaku kecewa. Ia kemudian bertekad membuat laporan kepada pihak kepolisian atas peristiwa yang dialaminya.
“Ya udah lah, saya ambil. Saya bikin laporan aja kalau kayak gitu. Maksud saya tolong lah saya kan udah disakitin nih, udah dipermalukan gitu kan,” ungkapnya.
Sementara itu BANPOS telah berupaya menghubungi pihak perbankan untuk meminta konfirmasi mengenai kasus tersebut melalui akun media sosial instagram.
Namun sampai dengan berita ini tayang tidak ada tanggapan apapun.
Kemudian BANPOS pun berusaha menghubungi nomor pihak perbankan bernama Edy Ahyadi, Asisten Manajemen Bisnis Mikro.
Akan tetapi yang bersangkutan mengaku telah pensiun dari jabatannya di perbankan tersebut.
“Izin pak saya udah nggak kerja lagi di BRI, sudah pensiun empat tahun yang lalu. Perubahan organisasi BRI juga nggak tahu, maaf ya pak,” tandasnya. (*)







Discussion about this post